Indonesia Juara ASEAN Cup 2026 Usai Drama 120 Menit dan Adu Penalti
Skor akhir 2-2 selama 120 menit, lalu Indonesia menutup drama lewat kemenangan 4-2 dalam adu penalti atas Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/...
Skor akhir 2-2 selama 120 menit, lalu Indonesia menutup drama lewat kemenangan 4-2 dalam adu penalti atas Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). Ribuan suporter yang memadati SUGBK meledak begitu tendangan penalti terakhir bersarang di gawang, memastikan trofi bergengsi Asia Tenggara kembali ke tangan Merah Putih.
Jalannya Pertandingan: 120 Menit Tanpa Pemenang
Sejak peluit kick-off, Indonesia tampil menekan dengan formasi 4-2-3-1 yang mengandalkan kecepatan di kedua sayap. Penguasaan bola babak pertama tercatat 58 persen untuk tuan rumah, berbanding 42 persen milik Thailand. Menit ke-23, sebuah serangan balik cepat nyaris membuka keunggulan, namun tendangan dari tepi kotak penalti masih membentur tiang gawang. Thailand, yang bermain dengan skema 4-3-3, beberapa kali merepotkan lewat skema serangan balik, tetapi lini belakang Indonesia mampu meredam tekanan dengan 3 intersep krusial.
Gol pembuka akhirnya lahir di menit ke-38 lewat aksi individu yang diakhiri penyelesaian dingin di dalam kotak penalti. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Thailand mengubah pendekatan dengan menambah intensitas pressing. Hasilnya, menit ke-61 mereka menyamakan kedudukan melalui sundulan usai memanfaatkan sepak pojok. Keunggulan kembali berpindah tangan saat Indonesia mencetak gol kedua di menit ke-74, sebelum Thailand memaksa laga berlanjut ke babak tambahan lewat gol penyeimbang menit ke-88.
Statistik Kunci dan Momen VAR
Sepanjang 120 menit, Indonesia mencatatkan shots on target 7 dari total 14 percobaan, sementara Thailand membukukan 5 shots on target. Akurasi umpan Indonesia mencapai 84 persen, sedikit lebih baik dari Thailand yang berada di angka 79 persen. Dalam hal pelanggaran, wasit mengeluarkan 4 kartu kuning—tiga untuk Thailand dan satu untuk Indonesia—tanpa ada kartu merah.
Momen VAR sempat menjadi sorotan pada menit ke-112. Sebuah gol yang berawal dari skema serangan cepat dianulir karena hakim garis mengangkat bendera lebih dulu, dan setelah tinjauan VAR, posisi pemain dinyatakan offside. Keputusan itu membuat tensi pertandingan memanas, namun kedua tim tetap bermain disiplin hingga peluit panjang tanda adu penalti dibunyikan.
Adu Penalti: Eksekusi Dingin dan Clean Sheet Sang Kiper
Di babak tos-tosan, kiper Indonesia menjadi pahlawan dengan dua penyelamatan krusial. Ia menepis tendangan eksekutor kedua dan keempat Thailand, sementara empat algojo Indonesia—yang terdiri dari bek, gelandang, dan penyerang—menjalankan tugas dengan sempurna. Skor akhir adu penalti 4-2 mengunci gelar juara, sekaligus mencatatkan clean sheet parsial di babak penalti bagi sang penjaga gawang.
Reaksi dan Dampak Kemenangan
"Anak-anak menunjukkan mentalitas juara. Kami tertinggal, bangkit, lalu menang lewat adu penalti. Ini bukan keberuntungan, ini kerja keras 120 menit," ujar pelatih kepala Indonesia usai laga.
Pelatih Thailand mengakui keunggulan tuan rumah di momen krusial. "Kami sudah bermain maksimal, tetapi penalti adalah lotere. Indonesia lebih tenang," tuturnya.
Dengan hasil ini, Indonesia menambah koleksi trofi ASEAN Cup dan memperpanjang rekor tak terkalahkan di kandang pada turnamen edisi 2026. Starting XI yang diturunkan malam ini rata-rata berusia 24 tahun, sinyal regenerasi skuad yang menjanjikan untuk ajang kualifikasi berikutnya. Perayaan berlanjut di lapangan, di mana para pemain mengangkat trofi di depan tribune yang tak henti menyanyikan yel-yel kemenangan.
Comments (0)