Indonesia Bungkam Thailand di Asia U-18

Timnas voli putra U-18 Indonesia sukses membungkam Thailand dengan skor akhir 3-1 (25-22, 23-25, 25-18, 25-20) dalam laga perdana Kejuaraan Asia U-18 2026 di Nakhon Pathom, Thailand, Sabtu malam. Mome...

Indonesia Bungkam Thailand di Asia U-18

Timnas voli putra U-18 Indonesia sukses membungkam Thailand dengan skor akhir 3-1 (25-22, 23-25, 25-18, 25-20) dalam laga perdana Kejuaraan Asia U-18 2026 di Nakhon Pathom, Thailand, Sabtu malam. Momen kunci terjadi di set keempat ketika Indonesia bangkit dari ketertinggalan 15-18 dan merebut 10 dari 12 poin terakhir melalui servis mematikan kapten Rivan Nurmulki. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Garuda Muda untuk melangkah ke babak selanjutnya.

Analisis Set Pertama: Adaptasi Cepat Tim Garuda

Set pertama menjadi ajang adaptasi bagi kedua tim. Indonesia yang turun dengan formasi 5-1 andalan Pelatih Odyk Hermanto langsung tancap gas. Statistik mencatat Indonesia unggul penguasaan bola 54% berkat penerimaan serve yang rapi dari libero Andika Pratama. Poin kritis terjadi di kedudukan 22-22, ketika opposite hitter Farhan Halim melakukan blok berturut-turut yang membuyarkan serangan Thailand. Skor 25-22 menjadi milik Indonesia setelah spike keras dari luar lapangan oleh Dimas Saputra.

“Anak-anak bermain dengan disiplin tinggi di set pertama. Mereka mengikuti instruksi untuk tidak terburu-buru dalam melakukan serangan,” ujar Odyk Hermanto seusai laga.

Set Kedua: Thailand Balas dengan Serve Ace

Memasuki set kedua, Thailand bangkit dengan mengandalkan serve ace dari setter mereka, Chaiwat Thongdee. Indonesia kehilangan fokus dan tertinggal 8-12 pada technical time-out. Meski sempat menyamakan skor 23-23 melalui kombinasi quick spike dari middle blocker Rizky Ananda, Thailand menutup set dengan dua blok sukses di poin 23-25. Pelatih Odyk Hermanto kemudian melakukan rotasi pada posisi libero dan mengganti setter untuk meningkatkan kualitas umpan. Statistik menunjukkan Indonesia hanya mencatatkan 38% keberhasilan spike di set kedua, yang menjadi bahan evaluasi utama.

Dominasi Total di Set Ketiga: Mendominasi dari Net

Set ketiga menjadi milik Indonesia sepenuhnya. Garuda Muda mencatatkan 6 blok sukses dan 4 serve ace, dengan persentase spike mencapai 62%. Momen kejutan terjadi ketika pemain cadangan, Rizky Ananda, yang baru dimasukkan di awal set, langsung menyumbangkan 3 blok beruntun. Skor cepat melesat 15-8, dan Thailand tak mampu mengejar. Pelatih Odyk Hermanto memanfaatkan waktu timeout untuk menginstruksikan pola serangan cepat ke posisi 4.

“Saya meminta mereka untuk tidak memberikan ruang bagi Thailand. Tekanan dari net harus konstan,” jelas Odyk. Set ini ditutup dengan spike diagonal Farhan Halim yang tak mampu dihalau blok lawan. Skor 25-18.

Set Keempat: Comeback Dramatis Garuda Muda

Set keempat menjadi pertarungan sengit. Thailand unggul 18-15 setelah menerapkan variasi serangan dari belakang. Namun, Indonesia menunjukkan mental baja dengan mencetak 10 dari 12 poin berikutnya, dipimpin oleh servis jump float kapten Rivan Nurmulki yang menghasilkan 3 ace berturut-turut. Pada poin 20-19, wasit memberikan kartu kuning kepada middle blocker Thailand karena protes berlebihan. Momen itu semakin membakar semangat Indonesia. Spike keras Dimas Saputra dari posisi 2 membuat skor 24-20, dan set ditutup dengan service error lawan. Indonesia menang 25-20. Statistik akhir pertandingan menunjukkan Indonesia unggul dalam hal poin blok (11-5), serve ace (7-3), dan persentase spike keseluruhan (51% berbanding 44% Thailand). Penguasaan bola juga dimenangkan Indonesia 52% berkat pertahanan kokoh.

Performa Pemain Kunci dan Target Selanjutnya

Farhan Halim menjadi top skor dengan 18 poin (14 spike, 2 blok, 2 ace), disusul Dimas Saputra dengan 15 poin. Pelatih Odyk Hermanto memuji kerja keras seluruh pemain dan menegaskan target berikutnya adalah menghadapi Korea Selatan. “Kami akan fokus pada perbaikan serve receive, karena Korea memiliki server yang kuat. Tapi saya percaya tim ini punya potensi,” pungkasnya. Kemenangan ini menjadi langkah awal yang solid bagi Indonesia di Kejuaraan Asia U-18 2026, sekaligus membuktikan bahwa program pembinaan usia muda terus menghasilkan talenta-talenta baru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User