ILOILO — Pengusaha Desak Penanganan Darurat Krisis Listrik Visayas

Badai krisis energi kembali membayangi kawasan kepulauan Visayas, Filipina. Pemadaman listrik berkala yang tak menentu serta lonjakan tarif daya yang ugal-

Sep 16, 2026 - 10:36
0 0
ILOILO — Pengusaha Desak Penanganan Darurat Krisis Listrik Visayas

Badai krisis energi kembali membayangi kawasan kepulauan Visayas, Filipina. Pemadaman listrik berkala yang tak menentu serta lonjakan tarif daya yang ugal-ugalan menekan sektor usaha lokal hingga ke titik nadir. Asosiasi pengusaha yang tergabung dalam Filipino-Chinese Chamber of Commerce of Iloilo, Inc. (FCCCI) menerbitkan pernyataan resmi yang menggarisbawahi bahaya sistemik dari ketidakstabilan pasokan listrik ini terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, penyerapan tenaga kerja, dan keberlangsungan operasional industri.

Kondisi jaringan listrik Visayas (Visayas Grid) yang rentan telah menjadi beban laten bagi para pelaku usaha di Kota Iloilo dan sekitarnya. Ketidakseimbangan antara ketersediaan daya dan permintaan yang terus meningkat membuat pemadaman bergilir tak terelakkan. Dampaknya tidak hanya terbatas pada gangguan aktivitas harian, tetapi juga merusak peralatan modal dan melonjakkan biaya operasional akibat ketergantungan pada generator diesel mandiri yang sangat mahal.

Dampak Sistemik Krisis Listrik terhadap Dunia Usaha

Berdasarkan analisis ekonomi makro kawasan, gangguan pasokan energi yang berkepanjangan berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) serta menurunkan daya saing investasi daerah. Industri manufaktur, perhotelan, hingga sektor Business Process Outsourcing (BPO) yang menjadi tulang punggung ekonomi Iloilo kini menghadapi risiko kerugian finansial yang signifikan akibat hilangnya jam kerja efektif.

"Krisis listrik yang berulang ini bukan lagi sekadar masalah kenyamanan harian, melainkan ancaman eksistensial terhadap keberlangsungan dunia usaha dan mata pencaharian ribuan pekerja di Visayas," tegas perwakilan FCCCI dalam keterangan resminya.

Analisis Biaya Operasional dan Ketidakstabilan Pasokan

Tingginya tarif listrik di Visayas dinilai tidak sebanding dengan kualitas layanan yang diterima oleh konsumen dan pelaku industri. Lonjakan beban tagihan energi menggerus marjin laba bersih usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sebelumnya sudah tertekan oleh dinamika inflasi global.

Indikator Dampak Kondisi Pasokan Stabil Kondisi Krisis Visayas Grid
Keandalan Daya Kontinu (24/7 tanpa gangguan) Pemadaman intermiten berulang
Struktur Biaya Energi Tarif standar regulasi Membengkak 30–50% akibat genset cadangan
Risiko Kerusakan Aset Rendah dan terkendali Tinggi akibat anjloknya voltase secara mendadak

Rekomendasi Kebijakan dan Solusi Strategis

Untuk mencegah kelumpuhan ekonomi yang lebih luas, FCCCI mendesak pemerintah pusat Filipina, Kementerian Energi (DOE), serta Komisi Regulasi Energi (ERC) untuk segera mengambil langkah intervensi konkret. Langkah penanganan tidak bisa lagi bersifat sementara, melainkan harus menyentuh akar permasalahan struktural pada sistem ketenagalistrikan nasional.

  • Modernisasi Infrastruktur Transmisi: Mempercepat interkoneksi dan pembaruan saluran transmisi guna mengurangi kebocoran daya dan risiko kegagalan sistemik.
  • Transparansi Penetapan Tarif: Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komponen tarif listrik untuk menekan beban finansial yang menimpa konsumen industri maupun rumah tangga.
  • Diversifikasi Sumber Energi Terbarukan: Mendorong integrasi pembangkit listrik tenaga energi terbarukan lokal guna memperkuat keandalan pasokan dalam jangka panjang.

Tanpa tindakan cepat, terukur, dan berani dari para pemangku kepentingan, ketidakpastian energi di Visayas akan menjadi penghambat utama ambisi pertumbuhan ekonomi kawasan. Pemerintah dituntut untuk menunjukkan kepemimpinan yang tegas demi menjaga kepercayaan investor dan menyelamatkan stabilitas ekonomi masyarakat setempat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User