Idzes Cetak Gol Kemenangan, Sassuolo Tumbangkan Fiorentina 2-1
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan dramatis Sassuolo atas Fiorentina di Mapei Stadium menjadi bukti nyata bahwa Jay Idzes bukan sekadar tambahan nama di daftar belanja Neroverdi. Bek berdarah Indonesia-B...
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan dramatis Sassuolo atas Fiorentina di Mapei Stadium menjadi bukti nyata bahwa Jay Idzes bukan sekadar tambahan nama di daftar belanja Neroverdi. Bek berdarah Indonesia-Belanda itu tampil starter penuh dan mencetak gol krusial menit ke-81, menyelamatkan tiga poin penting pada pekan ketiga Serie A 2025/2026. Laga yang dipenuhi tensi tinggi ini juga menyuguhkan drama VAR di babak pertama serta perubahan taktik formasi yang berhasil dieksekusi pelatih Alessandro Monaco dengan apik.
Babak Pertama: Sassuolo Unggul Lewat Transisi Cepat
Monaco menurunkan starting XI dengan formasi 4-2-3-1 yang fleksibel, menempatkan Idzes sebagai bek tengah kanan bersama Gian Marco Ferrari. Penguasaan bola di 45 menit awal cenderung berpihak pada Fiorentina dengan 54 persen, namun Sassuolo lebih mematikan dalam transisi. Menit ke-12, Domenico Berardi melepaskan umpan silang dari sayap kanan yang dikonversi Andrea Pinamonti menjadi gol pembuka lewat sundulan keras—catatan assist pertama Berardi musim ini.
Fiorentina sempat merasa sudah menyamakan kedudukan pada menit ke-29 melalui tendangan Arthur Cabral, namun wasit segera mengonsultasikan keputusan ke VAR. Setelah ditinjau, posisi striker tamu terbukti offside sejauh setengah badan saat menerima umpan terobosan. Keputusan itu memicu protes keras dari bench La Viola, sementara Sassuolo justru mendapatkan energi tambahan. Tuan rumah nyaris menggandakan keunggulan lewat tendangan jarak jauh Maxime Lopez pada menit ke-38, namun kiper Fiorentina mampu melakukan penyelamatan spektakuler. Sassuolo mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 1-0 dan catatan shots on target yang impresif, empat kali dari delapan percobaan.
Jay Idzes: Dinding Kokoh yang Jadi Pahlawan
Performa Idzes di lini belakang menjadi pembeda signifikan. Selain memenangkan enam duel udara dan melakukan tiga tekel bersih, pemain berusia 24 tahun itu menunjukkan keberanian dalam membangun serangan dari belakang. Namun, tugasnya tidak berjalan mulus sepenuhnya. Menit ke-44, Idzes harus menerima kartu kuning setelah melakukan foul taktis untuk menghentikan serangan balik cepat Fiorentina. Meski demikian, kepemimpinannya dalam mengorganisir pertahanan tetap terlihat jelas, terutama saat ia berhasil memblok tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-52.
"Jay bermain dengan mentalitas pejuang hari ini. Kami tahu ia punya kualitas teknis, tetapi golnya menunjukkan karakter yang kami butuhkan di ruang ganti. Ini bukan soal clean sheet, ini soal menang," ujar Monaco usai laga.
Ketahanan mental Idzes benar-benar diuji pada menit ke-56 ketika Fiorentina akhirnya menembus gawang Sassuolo. Tendangan rendah Christian Kouamé dari sisi kiri menembus celah pertahanan, memastikan rekor clean sheet tim tuan rumah pupus untuk laga ini. Sassuolo sempat tertekan selama sepuluh menit berikutnya, dengan penguasaan bola Fiorentina melonjak hingga 58 persen. Namun Idzes tidak gentar. Ia terus memenangkan duel-duel fisik dan menjadi outlet distribusi bola dari lini belakang.
Babak Kedua: Gol Menit 81 Selamatkan Tiga Poin
Monaco merespons tekanan dengan mengubah formasi menjadi 3-5-2 pada menit ke-70, menggeser Idzes ke posisi bek tengah dalam trio pertahanan. Perubahan itu memberikan keleluasaan bagi wing-back untuk menyerang. Menit ke-81, Sassuolo mendapatkan tendangan sudut dari sisi kiri. Umpan matang Armand Laurienté ditemui Idzes yang melesat dari belakang, mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan tajam ke sudut atas gawang. Gol itu membuat stadion bergemuruh dan membawa Sassuolo unggul 2-1.
Sisa waktu pertandingan diwarnai dengan serangan bertubi-tubi dari Fiorentina. Merega mencatatkan total shots on target sebanyak lima kali sepanjang laga, namun konsentrasi pertahanan Sassuolo—dipimpin Idzes—tetap solid. Tendangan bebas berbahaya pada menit ke-89 masih bisa diantisipasi dengan baik oleh barikade pertahanan tuan rumah. Wasit meniup peluit panjang, menegaskan skor akhir 2-1 yang membuat Sassuolo merangkak ke posisi lima besar klasemen sementara.
Dengan penguasaan bola 46 persen, Sassuolo membuktikan bahwa efisiensi jauh lebih penting daripada dominasi statistik mutlak. Dari total 11 shots on target yang tercipta dalam laga ini, enam di antaranya berasal dari kaki pemain Neroverdi. Bagi Idzes, laga ini bukan hanya tentang satu gol kemenangan, melainkan pernyataan bahwa dirinya siap menjadi pilar pertahanan Sassuolo sepanjang musim 2025/2026.
Comments (0)