Hasil Serie A: Sassuolo Tumbang 1-2 dari Atalanta, Jay Idzes Tak Dimainkan

Skor akhir 1-2 — Sassuolo mengawali perjalanan mereka di Serie A 2026/2027 dengan hasil yang pahit. Di depan pendukung sendiri di Mapei Stadium, Sassuolo harus mengakui superioritas Atalanta yang me...

Aug 24, 2026 - 16:22
0 0
Hasil Serie A: Sassuolo Tumbang 1-2 dari Atalanta, Jay Idzes Tak Dimainkan

Skor akhir 1-2 — Sassuolo mengawali perjalanan mereka di Serie A 2026/2027 dengan hasil yang pahit. Di depan pendukung sendiri di Mapei Stadium, Sassuolo harus mengakui superioritas Atalanta yang menang berkat gol pada menit ke-12 dan menit ke-71, sementara satu-satunya gol balasan tuan rumah lahir dari titik penalti pada menit ke-38. Namun yang paling menyita perhatian publik, khususnya suporter Indonesia, adalah nasib Jay Idzes: bek Timnas Garuda itu menghabiskan 90 menit penuh di bangku cadangan dan tidak sekalipun diturunkan oleh Alberto Aquilani.

Sejak peluit panjang dibunyikan, Atalanta langsung mengambil inisiatif. Dengan formasi 3-4-2-1, tim tamu menekan tinggi dan membuat lini tengah Sassuolo yang memakai 4-2-3-1 kesulitan membangun serangan dari bawah. Penguasaan bola babak pertama tercatat 62 persen untuk Atalanta berbanding 38 persen milik tuan rumah — angka yang langsung terlihat di lapangan karena Sassuolo lebih banyak bertahan di sepertiga area sendiri.

Babak Pertama: Tuan Rumah Tersentak Lebih Dulu

Menit ke-12, Atalanta membuka keunggulan. Umpan terobosan dari Charles De Ketelaere yang bertindak sebagai trequartista membelah pertahanan Sassuolo, dan Matteo Retegui yang lolos dari jebakan offside menyelesaikannya dengan tembakan first time ke tiang jauh. Gol itu tercatat sebagai assist ke-1 De Ketelaere musim ini dan menegaskan betapa berbahayanya transisi cepat tim tamu.

Sassuolo sempat kesulitan keluar dari tekanan. Menit ke-28, Berardi melepaskan tendangan bebas dari sisi kanan yang nyaris membobol gawang, tapi kiper Atalanta tampil sigap menepis bola ke corner. Tiga menit kemudian, giliran pemain sayap tuan rumah yang membuang peluang emas: tembakannya dari jarak 12 meter masih melambung tipis di atas mistar.

Usaha keras Sassuolo akhirnya membuahkan hasil di penghujung babak pertama. Menit ke-38, wasit menunjuk titik putih setelah bek Atalanta menjatuhkan penyerang tuan rumah di kotak penalti — keputusan yang sempat diperiksa lewat VAR sebelum akhirnya dikukuhkan. Domenico Berardi yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan: tendangan datar ke pojok kiri bawah membuat kedudukan imbang 1-1. Shots on target babak pertama tercatat 3-2 untuk keunggulan tipis Sassuolo.

Babak Kedua: Keunggulan Kualitas Individu

Memasuki babak kedua, Aquilani mencoba mengubah ritme dengan menarik satu gelandang dan memasukkan penyerang tambahan. Sassuolo tampil lebih berani, dan menit ke-55 mereka nyaris berbalik unggul andai sundulan kapten tim tidak membentur tiang gawang. Publik tuan rumah sempat berdiri, tapi VAR memastikan bola belum sepenuhnya melewati garis.

Atalanta justru memanfaatkan kelonggaran itu untuk menghukum. Menit ke-71, serangan balik kilat tiga sentuhan dimulai dari kotak penalti sendiri. Éderson memutus umpan di tengah, mengirim bola ke sisi kanan, dan umpan silang mendatar diselesaikan De Ketelaere dengan penyelesaian satu sentuhan ke tengah gawang. Skor berubah menjadi 1-2 dan Sassuolo kembali tertinggal.

Aquilani merespons dengan dua pergantian serentak pada menit ke-74, memasukkan tenaga baru di lini serang. Sayangnya, seperti sepanjang laga, penyelesaian akhir menjadi momok: dari total 11 tembakan, hanya 3 yang mengarah ke gawang, dan kiper Atalanta tampil cemerlang dengan dua penyelamatan krusial pada menit ke-80 dan ke-88. Kartu kuning menghiasi laga ini, dengan dua pemain Sassuolo dan satu pemain Atalanta tercatat dalam buku wasit.

Jay Idzes: Teka-teki di Bangku Cadangan

Pertanyaan terbesar setelah laga tentu saja soal Jay Idzes. Bek yang musim lalu menjadi andalan lini belakang Sassuolo itu bahkan tidak melakukan pemanasan intensif di pinggir lapangan, pertanda bahwa Aquilani memang tidak berencana memainkannya. Padahal, Sassuolo terlihat rapuh saat menghadapi serangan balik cepat, terutama di sektor bek tengah yang kerap ditinggalkan ruang kosong.

"Kami memilih starting XI berdasarkan kondisi fisik dan kebutuhan taktis laga ini. Keputusan tersebut murni pertimbangan teknis, dan setiap pemain tetap bagian penting dari skuat," ujarnya dalam konferensi pers usai laga, seperti dikutip media klub.

Bagi suporter Timnas Indonesia, ini menjadi sinyal bahwa menit bermain Idzes di Serie A musim ini belum dijamin. Dengan jadwal padat dan persaingan internal yang ketat, bek berusia 26 tahun itu harus bekerja ekstra keras untuk merebut tempat di starting XI. Satu laga memang belum bisa dijadikan patokan, tetapi posisi Idzes jelas menjadi sorotan.

Catatan Statistik dan Prospek ke Depan

Mari kita tutup dengan angka-angka. Penguasaan bola akhir laga: Atalanta 57 persen, Sassuolo 43 persen. Shots on target: 6-3 untuk kemenangan Atalanta. Passing accuracy tuan rumah hanya 78 persen, jauh di bawah standar tim yang ingin bermain dari belakang. Sementara itu, clean sheet kembali gagal dipertahankan Sassuolo — masalah yang sudah terlihat sepanjang pramusim.

Bagi Atalanta, tiga poin ini jadi modal sempurna mengawali musim, sekaligus pernyataan bahwa mereka masih kekuatan yang diperhitungkan di papan atas. Bagi Sassuolo, laga pembuka ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Aquilani: memperbaiki transisi bertahan, meningkatkan penyelesaian akhir, dan menjawab teka-teki Jay Idzes sebelum pekan kedua menghadapi lawan yang tidak kalah berat.

Satu hal yang pasti: pertarungan di Serie A musim ini baru dimulai, dan Sassuolo harus segera bangkit jika tidak ingin kembali terperosok ke zona degradasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User