Haaland Tunjukkan Emosi Usai Perempat Final Piala Dunia 2026
Panggung Piala Dunia 2026 menyajikan drama yang tak terlupakan di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Florida, saat Norwegia berhadapan dengan Inggris dalam babak perempat final. Skor akhir 2-1 untuk ke...
Panggung Piala Dunia 2026 menyajikan drama yang tak terlupakan di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Florida, saat Norwegia berhadapan dengan Inggris dalam babak perempat final. Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Inggris menjadi akhir yang menyakitkan bagi kapten Norwegia, Erling Haaland, yang tak mampu menyembunyikan kekecewaannya begitu wasit meniup peluit panjang pada Minggu malam, 12 Juli 2026.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Awal dan Serangan Balik Mematikan
Norwegia mengawali laga dengan intensitas tinggi. Formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih Ståle Solbakken memberi kebebasan bagi Haaland untuk menusuk dari lini depan, didukung oleh Martin Ødegaard sebagai playmaker dan Alexander Sørloth di sayap. Statistik penguasaan bola memperlihatkan Norwegia unggul 58% di babak pertama, namun Inggris justru lebih klinis dalam penyelesaian akhir.
Menit ke-17, Inggris membuka keunggulan lewat Jude Bellingham. Berawal dari umpan terobosan Harry Kane yang mengecoh lini belakang Norwegia, Bellingham melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang bersarang di pojok kanan gawang Ørjan Nyland. Gol ini tercipta dari serangan balik cepat khas Inggris — hanya tiga sentuhan dari lini tengah hingga bola masuk ke gawang.
Norwegia terus menekan dan akhirnya menyamakan kedudukan di menit ke-34. Kombinasi apik antara Ødegaard dan Julian Ryerson di sisi kanan berakhir dengan umpan silang matang yang disambut tandukan keras Haaland dari jarak enam meter. Gol ini merupakan gol kelima Haaland di Piala Dunia 2026, mengukuhkan posisinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Norwegia di putaran final Piala Dunia.
Babak Kedua: Kartu Merah dan Gol Penentu
Memasuki paruh kedua, tempo permainan meningkat drastis. Inggris mengubah formasi menjadi 4-2-3-1 dengan Declan Rice dan Kobbie Mainoo sebagai double pivot yang efektif meredam kreativitas Ødegaard. Menit ke-58 menjadi titik balik ketika bek tengah Norwegia, Leo Skiri Østigård, menerima kartu kuning kedua setelah tekel terlambat terhadap Phil Foden. VAR sempat meninjau insiden tersebut, namun keputusan wasit tetap sah.
Bermain dengan sepuluh pemain memaksa Norwegia bertahan lebih dalam. Shots on target Norwegia yang sebelumnya mencapai empat kali di babak pertama, merosot tajam menjadi hanya satu tembakan tepat sasaran sepanjang 45 menit kedua. Sebaliknya, Inggris melepaskan delapan tembakan ke gawang, dengan tiga di antaranya tepat sasaran.
Gol kemenangan Inggris lahir di menit ke-78 melalui Bukayo Saka. Memanfaatkan kemelut di kotak penalti setelah tendangan sudut, Saka yang berdiri bebas di tiang jauh dengan tenang menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong. Assist berasal dari Foden yang mengirim bola ke area berbahaya setelah menerima bola pendek dari Rice. Gol ini memastikan langkah Inggris ke semifinal dan memupus harapan Norwegia untuk melanjutkan perjalanan bersejarah mereka.
Sorotan pada Haaland: Perjuangan Sang Kapten
Erling Haaland tampil sebagai pemimpin sejati sepanjang 90 menit. Selain mencetak gol penyama kedudukan, penyerang berusia 25 tahun itu mencatatkan tiga tembakan, dua di antaranya tepat sasaran, dan memenangkan lima duel udara. Namun, isolasi di lini depan setelah Norwegia bermain dengan 10 pemain membuat kontribusinya terbatas di 30 menit terakhir. Ia kerap turun ke tengah untuk menjemput bola, sebuah pemandangan yang jarang terlihat dari seorang target man seperti dirinya.
“Kami memberikan segalanya malam ini. Saya bangga dengan tim ini, namun rasa sakitnya luar biasa. Kami hanya kurang beruntung,” ujar Haaland usai pertandingan dengan suara bergetar.
Kekalahan ini terasa semakin pahit mengingat Norwegia tampil impresif sepanjang turnamen. Mereka lolos dari Grup D sebagai juara grup, mengalahkan Senegal dan Korea Selatan, serta bermain imbang dengan Argentina. Di babak 16 besar, Norwegia menyingkirkan Uruguay lewat adu penalti dramatis — sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah sepak bola Norwegia.
Statistik pertandingan menunjukkan keseimbangan yang tipis: penguasaan bola Norwegia 52% berbanding 48% milik Inggris, total tembakan 11-14, dan operan sukses 487-512. Namun, dua kartu kuning dan satu kartu merah yang diterima Norwegia mencerminkan agresivitas yang harus dibayar mahal. Disiplin menjadi pembeda di laga sekelas perempat final Piala Dunia.
Bagi Inggris, kemenangan ini melanjutkan tren positif mereka di bawah asuhan pelatih anyar yang menerapkan filosofi sepak bola menyerang. Harry Kane, meski tak mencetak gol, memberikan assist krusial dan memenangi tujuh duel udara sebagai target man. Pertahanan Inggris yang dikawal John Stones dan Marc Guéhi juga tampil solid dengan mencatatkan clean sheet di babak kedua setelah kebobolan di babak pertama.
Comments (0)