Gunung Semeru Erupsi Empat Kali Disertai Suara Gemuruh Kuat

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Gunung

Sep 15, 2026 - 10:14
0 0
Gunung Semeru Erupsi Empat Kali Disertai Suara Gemuruh Kuat

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami empat kali erupsi beruntun dalam rentang beberapa jam sejak Selasa dini hari, melepaskan kolom abu vulkanik dan memicu suara dentuman gemuruh yang terdengar jelas hingga ke permukiman warga di kawasan lereng.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, salah satu letusan Semeru menghasilkan tinggi kolom abu letusan yang teramati membubung hingga sekitar 1.000 meter di atas puncak kawah Mahameru. Dinamika ini menegaskan bahwa kantong magma Semeru masih berada dalam fase pelepasan energi secara berkala.

Kronologi dan Karakteristik Erupsi

Rangkaian letusan dimulai pada tengah malam, tepatnya pukul 00.10 WIB. Erupsi pembuka ini menjadi sorotan masyarakat setempat karena disertai manifestasi akustik berupa suara gemuruh bertekanan kuat. Kendati secara visual kolom abu terhalang kabut pekat dini hari, sensor kegempaan mencatat getaran letusan yang cukup signifikan.

“Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 00.10 WIB, namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berdurasi sekitar 2 menit 25 detik,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan resminya.

Tidak berselang lama, aktivitas vulkanik kembali berulang pada pukul 01.23 WIB. Pada periode letusan kedua ini, peralatan seismograf di Pos Sawur mencatat amplitudo maksimum 23 milimeter dengan durasi gempa letusan mencapai 136 detik. Rentetan letusan susulan terus berlanjut hingga pagi hari, menandakan tingginya tekanan gas di dalam kubah lava aktif Semeru.

Analisis Vulkanologi dan Ancaman Sekunder

Secara analitis, letusan dengan frekuensi berkala dan amplitudo sedang hingga tinggi mengindikasikan karakteristik open-vent system pada Gunung Semeru. Meskipun erupsi tipe Strombolian hingga Vulkanian ini membantu mengurangi akumulasi tekanan magma yang ekstrem, potensi bahaya sekunder tetap menjadi ancaman nyata bagi kawasan hilir.

PVMBG mengingatkan sejumlah potensi bahaya utama yang perlu diantisipasi secara ketat oleh masyarakat dan otoritas penanggulangan bencana:

  • Awan Panas Guguran (APG): Potensi runtuhnya kubah lava di kawah Jonggring Saloko yang sewaktu-waktu dapat meluncur cepat menuruni lembah.
  • Lontaran Material Pijar: Radius bahaya lontaran batu dan bom vulkanik yang masih mengancam sektor kawah puncak.
  • Bahaya Lahar Dingin: Akumulasi material abu dan pasir di hulu sungai yang sangat rentan terpicu menjadi aliran lahar lahar ketika hujan lebat mengguyur kawasan puncak Semeru.

Rekomendasi Keselamatan dan Zona Bahaya

Otoritas kegempaan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Warga diwajibkan menjauhi sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, serta tidak melakukan aktivitas apapun pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran tersebut guna menghindari bahaya perluasan awan panas.

Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar. Kesiapsiagaan rantai komando mitigasi di tingkat lokal diharapkan terus aktif memantau pembaruan status resmi PVMBG secara real-time.

Gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut meletus berturut-turut sejak Selasa dini hari. Letusan terekam seismogram dengan amplitudo hingga 23 mm dan kolom abu tertinggi mencapai 1.000 meter. PVMBG mengingatkan warga untuk mematuhi radius aman sektoral dan mewaspadai potensi lahar dingin di sepanjang Besuk Kobokan. Baca analisis selengkapnya di Beritainti.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User