Gol Sidny Lopes Cabral Tak Cukup, Argentina Kalahkan Tanjung Verde 3-2

Skor akhir 3-2 untuk Argentina atas Tanjung Verde menutup laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berjalan penuh drama di Stadion Miami, Miami Gardens, Sabtu (4/7/2026). La Albiceleste harus berjuan...

Aug 12, 2026 - 02:24
0 0
Gol Sidny Lopes Cabral Tak Cukup, Argentina Kalahkan Tanjung Verde 3-2

Skor akhir 3-2 untuk Argentina atas Tanjung Verde menutup laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berjalan penuh drama di Stadion Miami, Miami Gardens, Sabtu (4/7/2026). La Albiceleste harus berjuang hingga menit-menit akhir untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar, setelah sang underdog dari Afrika Barat sempat membalikkan keadaan lewat gol Sidny Lopes Cabral di babak kedua.

Argentina turun dengan formasi 4-3-3, menempatkan Lionel Messi sebagai kapten di sisi kanan trisula penyerangan bersama Julián Álvarez dan Thiago Almada. Sebaliknya, Tanjung Verde memilih pendekatan pragmatis dengan skema 5-4-1, mengandalkan blok rendah, kekuatan fisik di lini tengah, dan transisi cepat begitu bola berhasil direbut.

Babak Pertama: Argentina Unggul Cepat, Tanjung Verde Merespons

Menit ke-12, Argentina membuka keunggulan. Umpan terobosan Messi membelah dua bek tengah Tanjung Verde dan disambut Julián Álvarez dengan penyelesaian kaki kiri ke sudut bawah gawang. Skor 1-0, Stadion Miami bergemuruh, dan seolah laga akan berjalan satu arah.

Namun anggapan itu keliru. Menit ke-34, Ryan Mendes menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas melengkung dari jarak 25 meter yang gagal dijangkau kiper Emiliano Martínez. Gol itu menjadi peringatan nyata bahwa wakil Afrika ini tidak datang ke Florida sekadar sebagai pelengkap.

Argentina memang mendominasi penguasaan bola 64 persen berbanding 36 persen di paruh pertama, tetapi efektivitas serangan balik Tanjung Verde membuat lini belakang La Albiceleste beberapa kali kelabakan. Skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum dengan catatan shots on target 4 berbanding 3.

Sidny Lopes Cabral dan Kejutan Sang Underdog

Momen paling menggetarkan terjadi menit ke-58. Berawal dari serangan balik kilat, Jamiro Monteiro melepaskan umpan silang mendatar yang disambut Sidny Lopes Cabral dengan sontekan first-time dari dalam kotak penalti. Bola menghujam pojok kanan gawang, dan pemain bernomor punggung 13 itu langsung berlari ke sudut lapangan, merayakan gol yang membawa Tanjung Verde unggul 2-1 atas sang juara bertahan.

Sepanjang pertandingan, Cabral mencatatkan 3 tembakan, 2 tepat sasaran, dan 1 gol, menjadikannya pemain paling berbahaya di kubu Tanjung Verde. Pergerakannya tanpa bola berulang kali menarik dua bek Argentina keluar dari posisi dan membuka ruang bagi rekan-rekannya.

Drama Akhir: Messi Jadi Penentu

Tertinggal, Argentina menaikkan tempo permainan. Menit ke-71, Lautaro Martínez yang masuk sebagai pemain pengganti menyamakan skor menjadi 2-2 setelah memanfaatkan umpan pendek Enzo Fernández di dalam kotak penalti.

Puncak drama tiba menit ke-88. Messi menerima bola di tepi kotak penalti, mengecoh dua pemain bertahan, lalu melepaskan tendangan melengkung kaki kiri yang bersarang di sudut atas gawang. Skor 3-2 bertahan hingga peluit panjang, meski Tanjung Verde sempat mengklaim penalti di masa injury time yang akhirnya dianulir setelah tinjauan VAR menunjukkan posisi offside tipis lebih dulu.

"Kami tahu laga ini tidak akan mudah. Tanjung Verde menunjukkan kualitas dan keberanian luar biasa. Di fase gugur, tidak ada lawan yang boleh diremehkan," ujar pelatih Argentina Lionel Scaloni seusai pertandingan.

Statistik dan Artinya bagi Kedua Tim

Statistik akhir mencerminkan laga yang jauh lebih ketat dari prediksi: penguasaan bola 62 berbanding 38 persen, shots on target 8 berbanding 5, total tembakan 19 berbanding 9, serta tendangan sudut 7 berbanding 3 untuk keunggulan Argentina. Wasit mengeluarkan 4 kartu kuning, tiga di antaranya untuk pemain Tanjung Verde yang bermain agresif sejak menit awal.

"Kami kalah, tetapi kepala kami tegak. Anak-anak ini baru saja menunjukkan kepada dunia bahwa Tanjung Verde bisa berdiri sejajar dengan tim mana pun," kata pelatih Tanjung Verde, Bubista.

Bagi Argentina, kemenangan tipis ini menjadi modal mental berharga menuju babak 16 besar. Bagi Tanjung Verde, kekalahan ini memang pahit, tetapi penampilan heroik mereka — terutama gol dan perjuangan Sidny Lopes Cabral — akan dikenang sebagai salah satu babak terbaik dalam sejarah sepak bola negara kepulauan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User