Gol Chukwueze Akhiri Petualangan Newcastle di Liga Champions

Skor akhir 1-2 untuk AC Milan, dan St. James' Park pun terdiam. Gol telat Samuel Chukwueze pada menit ke-84 resmi mengubur mimpi Newcastle United di Liga Champions 2023/2024 pada matchday keenam Grup ...

Aug 07, 2026 - 08:08
0 0
Gol Chukwueze Akhiri Petualangan Newcastle di Liga Champions

Skor akhir 1-2 untuk AC Milan, dan St. James' Park pun terdiam. Gol telat Samuel Chukwueze pada menit ke-84 resmi mengubur mimpi Newcastle United di Liga Champions 2023/2024 pada matchday keenam Grup F, Kamis dini hari WIB. The Magpies yang sempat unggul lebih dulu melalui Joelinton pada menit ke-33 harus menyaksikan Christian Pulisic menyamakan kedudukan pada menit ke-59, sebelum Chukwueze menuntaskan comeback Rossoneri. Kekalahan ini membuat Newcastle finis di dasar klasemen grup dan tersingkir total dari kompetisi Eropa.

Sejak peluit awal, pasukan Eddie Howe tampil dengan intensitas tinggi khas sepak bola Inggris. Formasi 4-3-3 yang diusung Howe mengandalkan pressing agresif trio lini tengah Bruno Guimaraes, Joelinton, dan Lewis Miley untuk mematikan build-up lawan. Namun sepak bola kerap kejam: dominasi di atas lapangan tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir.

Babak Pertama: Joelinton Bawa St. James' Park Meledak

Kebuntuan pecah pada menit ke-33. Berawal dari pergerakan Anthony Gordon di sisi kiri yang melepaskan tembakan dan membuat barisan pertahanan Milan kalang kabut, bola muntah jatuh di kaki Joelinton. Gelandang Brasil itu tanpa ampun melepaskan sepakan keras yang tak mampu dijangkau kiper Mike Maignan. 1-0 untuk Newcastle, dan stadion berkapasitas 52 ribu penonton itu bergemuruh.

Sepanjang 45 menit pertama, Newcastle mencatatkan penguasaan bola sekitar 52 persen dengan sejumlah attempts tepat sasaran. Milan yang turun dengan skema 4-2-3-1 besutan Stefano Pioli tampak kesulitan menembus blok pertahanan yang dikawal Fabian Schär dan Jamaal Lascelles. Olivier Giroud nyaris tak mendapat suplai bola berarti di kotak penalti tuan rumah.

Babak Kedua: Rossoneri Bangkit Lewat Pulisic dan Super-Sub Chukwueze

Jeda babak menjadi momen Pioli menyulap timnya. Milan keluar dari ruang ganti dengan tempo lebih cepat dan umpan-umpan vertikal yang lebih berani. Hasilnya terlihat pada menit ke-59: sebuah umpan silang disundul Giroud ke arah tiang jauh, dan Christian Pulisic muncul di posisi tepat untuk menyontek bola melewati Martin Dubravka. Skor imbang 1-1, pertandingan kembali terbuka lebar.

Newcastle sebenarnya memiliki peluang emas untuk kembali unggul, tetapi Maignan tampil sigap di bawah mistar. Petaka justru datang enam menit jelang waktu normal berakhir. Menit ke-84, pemain pengganti Samuel Chukwueze menerima bola di sisi kanan, melakukan cutting inside melewati satu bek, lalu melepaskan tembakan melengkung kaki kiri yang bersarang di pojok gawang Dubravka. 1-2. Gol indah yang menjadi penutup tragis malam itu, sekaligus memastikan tak ada lagi tiket Eropa bagi tuan rumah.

Grup Neraka dan Badai Cedera: Faktor di Balik Kegagalan The Magpies

Secara statistik, laga ini sebenarnya berjalan berimbang. Newcastle unggul tipis penguasaan bola 51 berbanding 49 persen, tetapi Milan jauh lebih efisien dengan catatan enam shots on target berbanding empat milik tuan rumah. Efisiensi di depan gawang itulah yang menjadi pembeda di level tertinggi Eropa.

Perjalanan Newcastle di Grup F — yang sejak undian dijuluki group of death — memang berat. Kemenangan heroik 4-1 atas PSG di kandang pada matchday kedua sempat membuat publik Tyneside bermimpi lolos ke babak 16 besar. Namun badai cedera yang menimpa Nick Pope, Sven Botman, Harvey Barnes, hingga Joe Willock, ditambah suspensi panjang Sandro Tonali, membuat kedalaman skuad Howe terkuras habis di tengah jadwal padat lintas kompetisi.

Dengan hasil ini, Newcastle menutup fase grup dengan koleksi lima poin dari enam laga — satu kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan — sebagai juru kunci. Milan sendiri harus puas turun kasta ke Liga Europa setelah finis di peringkat ketiga, kalah head-to-head dari PSG yang lolos sebagai runner-up mendampingi juara grup Borussia Dortmund.

"Para pemain sudah memberikan segalanya hingga detik terakhir. Kami kecewa, tentu saja, tetapi pengalaman di level ini akan membuat kami lebih kuat. Sekarang fokus kami kembali sepenuhnya ke Premier League," ujar Eddie Howe seusai laga.

Wajah lesu Bruno Guimaraes saat peluit panjang berbunyi menjadi gambaran malam kelam di Tyneside. Petualangan perdana Newcastle di Liga Champions dalam dua dekade terakhir memang berakhir lebih cepat dari harapan, tetapi fondasi yang dibangun Howe menjanjikan mereka akan kembali ke panggung ini. Untuk Milan, perjuangan berlanjut di Liga Europa. Untuk Newcastle, waktunya menyembuhkan luka dan memburu tiket Eropa musim depan lewat jalur liga domestik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User