Giliran PFF Dukung Infantino Jual Saham Piala Dunia Demi Negara Berkembang

Skor akhir di luar lapangan hijau: 2-0 untuk Gianni Infantino di kawasan Asia Tenggara. Setelah PSSI lebih dulu menyatakan sikap, kini giliran Federasi Sepak Bola Filipina (PFF) yang resmi masuk ke ba...

Aug 07, 2026 - 11:54
0 0
Giliran PFF Dukung Infantino Jual Saham Piala Dunia Demi Negara Berkembang

Skor akhir di luar lapangan hijau: 2-0 untuk Gianni Infantino di kawasan Asia Tenggara. Setelah PSSI lebih dulu menyatakan sikap, kini giliran Federasi Sepak Bola Filipina (PFF) yang resmi masuk ke barisan pendukung Presiden FIFA tersebut. Dukungan ini ditujukan bagi rencana besar sang presiden untuk menjual saham Piala Dunia, sebuah gagasan yang diyakini mampu mengalirkan suntikan finansial masif bagi negara-negara berkembang. Satu 'assist' penting kembali tercatat bagi Infantino dalam laga panjangnya meyakinkan publik sepak bola dunia.

Filipina Merapat, Dukungan Asia Tenggara Makin Solid

PFF tidak sekadar bertepuk tangan dari tribun VIP. Federasi yang menaungi tim nasional Azkals itu secara terbuka menyatakan berdiri di belakang wacana Infantino, menyusul langkah PSSI yang lebih dulu memberikan lampu hijau. Dua federasi besar Asia Tenggara kini berada dalam satu 'formasi' yang sama, dan itu jelas bukan kabar kecil bagi sang presiden FIFA.

Dari sudut pandang taktik politik sepak bola, dukungan ini ibarat gol pembuka di babak pertama. Asia Tenggara adalah kawasan dengan populasi lebih dari 650 juta jiwa dan basis penggemar sepak bola yang terus tumbuh, namun secara finansial masih tertinggal jauh dari Eropa dan Amerika Selatan. Suara dari kawasan ini menjadi bukti bahwa gagasan Infantino menyentuh kebutuhan nyata federasi-federasi kecil dan menengah yang selama ini berjuang dengan anggaran terbatas.

Seperti Apa Rencana Penjualan Saham Piala Dunia?

Inti dari gagasan Infantino sederhana namun berani: membuka peluang penjualan sebagian saham atau hak komersial terkait Piala Dunia kepada investor. Dana segar yang masuk kemudian dialokasikan untuk memperkuat pembinaan sepak bola di negara berkembang, mulai dari pembangunan infrastruktur, akademi usia muda, hingga peningkatan kualitas kompetisi lokal.

Sebagai gambaran skala bisnisnya, Piala Dunia adalah mesin uang terbesar FIFA. Pada siklus empat tahunan terakhir, FIFA membukukan pendapatan di kisaran 7,5 miliar dolar AS, dengan porsi terbesar berasal dari hak siar dan sponsor turnamen empat tahunan tersebut. FIFA sendiri telah menjalankan program dana pembangunan lewat skema FIFA Forward yang menyalurkan jutaan dolar kepada 211 asosiasi anggota, namun rencana baru ini disebut-sebut bisa melipatgandakan aliran dana tersebut ke level yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Mengapa Negara Berkembang Jadi Fokus Utama?

Jawabannya terletak pada ketimpangan yang makin lebar. Negara-negara berkembang kerap kesulitan menyediakan anggaran pembinaan yang layak. Banyak federasi di Asia, Afrika, dan Oseania bergantung hampir sepenuhnya pada dana bantuan FIFA untuk operasional dasar, mulai dari gaji pelatih timnas hingga biaya uji coba internasional.

Bagi Filipina dan Indonesia, isu ini sangat personal. Kedua negara memiliki pasar sepak bola raksasa namun prestasi internasional yang belum sebanding dengan antusiasme suporternya. Apalagi, Piala Dunia 2026 akan tampil dengan format baru 48 tim, yang memberi Asia jatah 8,5 slot. Kans lolos terbuka lebar, tetapi tanpa investasi pembinaan yang serius, peluang itu bisa lewat begitu saja seperti umpan silang tanpa penyelesaian akhir.

Laga Politik Masih Panjang

Kendati dukungan terus mengalir, rencana Infantino bukan tanpa perlawanan. Sejumlah pihak khawatir keterlibatan investor besar justru menggerus kendali FIFA atas produk terbesarnya sendiri. Perdebatan soal tata kelola, transparansi, dan pembagian keuntungan diprediksi masih akan memanaskan ruang-ruang kongres dalam beberapa waktu ke depan.

Namun satu hal pasti: dengan PSSI dan PFF kini berada di kubu yang sama, Infantino mengantongi modal suara berharga dari Asia Tenggara. Pertandingan politik ini belum memasuki menit akhir, tetapi sang presiden FIFA jelas sedang unggul dalam penguasaan bola. Tinggal menunggu apakah keunggulan itu bisa dikonversi menjadi gol penentu lewat persetujuan resmi di kongres FIFA.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User