Gavi dan Paredes Terlibat Keributan Usai Final Piala Dunia 2026
Skor akhir: Argentina 2-1 Spanyol. Piala Dunia 2026 resmi menjadi milik La Albiceleste setelah final dramatis di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Minggu (19/7/2026) malam waktu setempat. ...
Skor akhir: Argentina 2-1 Spanyol. Piala Dunia 2026 resmi menjadi milik La Albiceleste setelah final dramatis di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Minggu (19/7/2026) malam waktu setempat. Namun begitu wasit meniup peluit panjang, tensi yang menumpuk selama 90 menit meledak di tengah lapangan: Gavi terjatuh saat terlibat keributan dengan Leandro Paredes dan Thiago Almada, sebuah adegan yang memaksa petugas keamanan dan staf kedua tim turun tangan.
Babak Pertama: Spanyol Mendominasi, Argentina Menyerang Balik
Luis de la Fuente menurunkan formasi 4-3-3 dengan starting XI yang mengandalkan Lamine Yamal, Nico Williams, dan Álvaro Morata di lini depan, didukung trio Pedri, Rodri, dan Gavi di lini tengah. Argentina menjawab dengan 4-4-2 ala Lionel Scaloni: Julián Álvarez berduet dengan Lautaro Martínez di depan, sementara Rodrigo De Paul dan Enzo Fernández menguasai poros.
Spanyol memegang kendali sejak menit awal. Penguasaan bola Spanyol mencapai 61 persen sepanjang laga, dan umpan-umpan pendek khas tiki-taka membuat Argentina bertahan dalam blok rendah. Menit ke-23, Yamal melepaskan tendangan keras dari sisi kanan kotak penalti, namun Emiliano Martínez menepisnya dengan gemilang — penyelamatan pertama dari total empat yang ia catatkan.
Justru Argentina yang unggul lebih dulu. Menit ke-41, Lautaro Martínez lolos dari jebakan offside berkat umpan terobosan Enzo Fernández, lalu menuntaskannya dengan tembakan first-time ke pojok kiri gawang Unai Simón. Assist Enzo Fernández itu menjadi gol kesembilan Lautaro di turnamen ini, sekaligus menjadikannya kandidat kuat Sepatu Emas.
Babak Kedua: Gol Cepat Spanyol dan Momen Messi
Spanyol keluar dengan tempo lebih tinggi di babak kedua. Menit ke-55, gol Morata dianulir VAR karena posisi offside tipis — keputusan yang memicu protes keras dari bangku cadangan Spanyol. Tujuh menit berselang, menit ke-62, Lamine Yamal menyamakan kedudukan: menerima assist Pedri di dalam kotak, pemain sayap berusia 19 tahun itu memotong ke dalam dan melepaskan tembakan kaki kiri yang tak mampu dijangkau Emiliano Martínez. Shots on target Spanyol total empat kali, Argentina lima kali.
Pertandingan berubah liar setelah gol penyama. De Paul dan Le Normand menerima kartu kuning dalam duel-duel keras di tengah, dan pelatih Spanyol akhirnya memasukkan Mikel Merino untuk menstabilkan lini tengah. Namun Argentina punya jawaban yang selalu mereka simpan untuk panggung terbesar.
Menit ke-82, Lionel Messi — yang menjalani final Piala Dunia kelima dalam kariernya — melepaskan eksekusi tendangan bebas dari jarak 25 meter. Bola melengkung melewati pagar betis dan masuk ke gawang lewat tiang jauh. Gol kedua Argentina itu sekaligus menjadi penutup sempurna bagi generasi emas La Albiceleste. Skor 1-2 bertahan hingga akhir; clean sheet untuk Emiliano Martínez tidak tercapai, tetapi trofi tetap miliknya.
Keributan Pasca-Laga: Gavi Jatuh, Paredes dan Almada Terlibat
Ketegangan pecah setelah peluit panjang. Sejumlah pemain Argentina merayakan di tengah lapangan, dan insiden memanas ketika Gavi berhadapan dengan Paredes. Dalam hitungan detik, Thiago Almada ikut terlibat, dan Gavi akhirnya terjatuh di rumput — momen yang tertangkap kamera AP dan langsung menjadi perbincangan di media sosial. Petugas keamanan, ofisial kedua tim, dan kapten masing-masing berusaha melerai sebelum situasi makin panas. Belum ada kartu merah pasca-laga, namun FIFA dikabarkan akan meninjau rekaman kejadian tersebut.
"Kemenangan ini milik seluruh rakyat Argentina, tetapi saya tidak ingin laga ditutup dengan keributan seperti itu. Emosi memang sedang memuncak — dua tim hebat bertaruh segalanya di laga terbesar di dunia. Yang penting, kami juara dunia," ujar Lionel Scaloni dalam konferensi pers seusai laga.
Statistik Kunci: Dominasi Penguasaan Bola Tak Cukup bagi Spanyol
Angka berbicara: penguasaan bola Spanyol 61-39 persen, total tembakan 14-11 untuk Spanyol, namun efisiensi menjadi pembeda. Argentina mencetak dua gol dari lima shots on target, sementara Spanyol hanya satu gol dari empat upaya tepat sasaran. Umpan sukses Spanyol mencapai 92 persen dari 612 operan, tetapi expected goals (xG) Argentina (2,4) justru mengungguli Spanyol (1,3) — bukti bahwa peluang berkualitas lebih berharga daripada sekadar volume penguasaan bola.
Bagi Spanyol, kekalahan ini menjadi luka yang dalam: generasi Yamal, Pedri, dan Gavi nyaris mengangkat trofi di usia yang sangat muda. Bagi Argentina, gelar ini mengukuhkan dominasi dua edisi beruntun setelah kemenangan di Qatar 2022, sekaligus memberi Messi akhir yang nyaris sempurna untuk karier internasionalnya. Namun sisa kisah malam itu — tentang Gavi yang terjatuh, Paredes yang memanas, dan Almada yang ikut terlibat — akan menjadi subjek investigasi dan perdebatan selama berminggu-minggu ke depan.
Comments (0)