Garudayaksa Juara: Taklukkan PSS Sleman lewat Adu Penalti 4-3
Skor akhir: Garudayaksa 4-3 PSS Sleman lewat adu penalti dalam laga final di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026) malam WIB. Sebelum drama adu penalti dimulai, kedua tim harus berbagi skor 2-...
Skor akhir: Garudayaksa 4-3 PSS Sleman lewat adu penalti dalam laga final di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026) malam WIB. Sebelum drama adu penalti dimulai, kedua tim harus berbagi skor 2-2 selama 120 menit penuh. Ribuan suporter PSS yang memadati tribun kandang dibuat bungkam saat kiper Garudayaksa, Raka Wicaksana, menepis tendangan keempat PSS dan mengunci gelar juara. Kapten Andika Saputra kemudian mengangkat trofi diiringi gemuruh selebrasi pemain dan staf Garudayaksa yang meledak di tengah lapangan.
Babak Pertama: Bentrok Formasi dan Gol Cepat PSS
Garudayaksa tampil dengan formasi 4-3-3, sementara PSS Sleman menjawab dengan 4-2-3-1 yang lebih konservatif. Kedua starting XI sama-sama mengandalkan kecepatan di sisi sayap, dan duel itu langsung terasa sejak menit awal. Penguasaan bola babak pertama milik Garudayaksa dengan 58 persen, tetapi PSS lebih efisien dalam transisi. Menit ke-23, striker Felipe Andrade melepaskan tembakan first-time menyusul assist Andri Setiawan dari sisi kanan, dan bola meluncur deras ke pojok kiri gawang. 1-0 untuk tuan rumah. Garudayaksa tidak panik. Mereka terus menekan lewat kombinasi pendek di lini tengah, dan buahnya datang pada menit ke-41: sundulan keras Rangga Prasetya memanfaatkan sepak pojok hasil assist Andika Saputra. Skor berubah 1-1, dan babak pertama ditutup dengan jumlah shots on target yang berimbang, 3-3.
Babak Kedua: VAR Menganulir dan Kebuntuan 90 Menit
Tempo naik drastis di babak kedua. PSS mulai berani keluar menekan, tetapi Garudayaksa justru lebih sering mengancam lewat serangan balik cepat. Menit ke-58, gelandang PSS diganjar kartu kuning setelah menjatuhkan Bayu Firmansyah di tepi kotak penalti. Puncak drama terjadi di menit ke-67: Felipe Andrade membobol gawang Garudayaksa dan selebrasi langsung meledak di tribun, namun wasit menunggu isyarat VAR dan akhirnya menganulir gol tersebut karena offside di awal build-up. Keputusan itu memicu protes panjang dari bangku cadangan PSS. Hingga peluit panjang babak kedua, skor tetap 1-1. Statistik akhir 90 menit mencatat penguasaan bola Garudayaksa 54 persen berbanding 46 persen, dengan shots on target 6-5. Laga pun berlanjut ke perpanjangan waktu.
Extra Time: Dua Gol Dramatis di Menit 105 dan 118
Di perpanjangan waktu, Garudayaksa unggul lebih dulu. Menit ke-105, Bayu Firmansyah lolos dari jebakan offside dan menuntaskan umpan terobosan Yuda Ramadhan dengan tendangan mendatar — assist kedua untuk Garudayaksa malam itu. 2-1. PSS merespons dengan tekanan habis-habisan, dan menit ke-118 menjadi titik balik: Felipe Andrade menebus kekecewaannya dengan sundulan menyambut sepak pojok Andri Setiawan. 2-2. Empat menit tersisa terasa seperti satu abad, dengan Garudayaksa sempat kehilangan seorang bek karena kartu kuning kedua di masa injury time. Peluit akhir 120 menit berbunyi dengan skor masih imbang, dan takdir harus ditentukan lewat adu penalti.
Adu Penalti: Tangan Dingin Raka Wicaksana
Lima eksekutor pertama Garudayaksa dan PSS bergantian melangkah. Rangga Prasetya, Bayu Firmansyah, Yuda Ramadhan, dan Andika Saputra semuanya sukses menjalankan tugas, sementara tiga dari empat penendang PSS juga tak tergoyahkan. Pada giliran keempat, Raka Wicaksana terbang ke sisi kiri dan menepis tendangan penendang keempat PSS — momen yang langsung mengunci skor adu penalti 4-3 untuk Garudayaksa sebelum babak kelima sempat dimulai. Tidak ada hat-trick dan tidak ada clean sheet malam itu, tetapi ada penyelamatan paling berharga dalam sejarah klub. Seluruh pemain dan staf Garudayaksa menyerbu kiper mereka, lalu bergantian mengangkat piala juara di tengah lapangan Maguwoharjo.
Analisis: Kunci Kemenangan dan Kutipan Pelatih
Kemenangan ini dibangun dari pressing terorganisir dan disiplin tanpa bola. Garudayaksa mencatat 15 tembakan dengan 7 shots on target, unggul tipis dari PSS yang melepaskan 13 tembakan dan 6 on target, sekaligus memenangi duel udara berkat dominasi Rangga Prasetya yang memenangi 11 duel udara. “Ini kemenangan karakter. Anak-anak tidak menyerah meski tertinggal dan dua kali dikejar,” ujar pelatih Garudayaksa, Wahyu Nugroho, usai laga. Di sisi lain, pelatih PSS Sleman mengakui timnya kalah detail, terutama pada eksekusi penalti. Gelar ini menjadi pembuktian bahwa Garudayaksa layak berdiri di puncak, dan Maguwoharjo malam itu akan dikenang sebagai panggung juara yang dramatis.
Comments (0)