Garuda Pertiwi Taklukkan Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup

Skor akhir 2-1 memastikan Garuda Pertiwi keluar sebagai juara Srikandi Merdeka Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand dalam laga final yang berlangsung sengit di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Dua...

Aug 24, 2026 - 16:57
0 0
Garuda Pertiwi Taklukkan Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup

Skor akhir 2-1 memastikan Garuda Pertiwi keluar sebagai juara Srikandi Merdeka Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand dalam laga final yang berlangsung sengit di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Dua gol dari Claudia Scheunemann dan Marsela Awi menjadi pembeda di pertandingan yang menyajikan drama hingga peluit akhir dibunyikan.

Menit ke-34, Claudia Scheunemann membuka keunggulan Garuda Pertiwi lewat skema serangan balik cepat yang dieksekusi dengan sempurna. Berawal dari sapuan bek tengah Shalika Aurelia di kotak penalti sendiri, bola jatuh ke kaki Viny Silfianus yang langsung mengirimkan umpan terobosan ke sisi kiri. Scheunemann yang menusuk dari second line melepaskan tendangan first-time melengkung ke tiang jauh yang tak mampu dijangkau kiper Thailand, Waraporn Boonsing. Assist brilian dari Viny Silfianus mencatatkan namanya di papan statistik sebagai kreator peluang pertama Garuda Pertiwi malam itu.

Thailand yang tertinggal satu gol langsung meningkatkan intensitas serangan. Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan pelatih Miyo Okamoto mulai menunjukkan taringnya. Kanjana Sungngoen dan Taneekarn Dangda berkali-kali merepotkan lini belakang Indonesia melalui kombinasi one-two di sepertiga akhir lapangan. Namun, solidnya koordinasi antara Safira Ika dan Shalika Aurelia di jantung pertahanan membuat Garuda Pertiwi mampu mempertahankan keunggulan hingga turun minum. Keduanya mencatatkan total 9 clearance dan 5 blok tembakan di babak pertama saja.

Dominasi Thailand di Babak Kedua dan Gol Penyeimbang

Memasuki babak kedua, Thailand langsung menggebrak. Menit ke-56, tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil. Berawal dari situasi sepak pojok yang dieksekusi Silawan Intamee, bola hasil clearing tidak sempurna dari lini pertahanan Indonesia jatuh di kaki Kanjana Sungngoen di luar kotak penalti. Dengan satu sentuhan, striker veteran berusia 35 tahun itu melepaskan tendangan voli keras yang bersarang di sudut kiri bawah gawang Fani Supriyanto. Skor berubah menjadi 1-1. Statistik mencatat, itu adalah shots on target keempat Thailand sepanjang pertandingan.

Pasca gol penyeimbang, penguasaan bola Thailand melonjak signifikan. Data mencatat Thailand menguasai 58 persen ball possession di babak kedua, naik dari 48 persen di babak pertama. Garuda Pertiwi terpaksa bermain lebih dalam dengan transisi bertahan ke menyerang yang mengandalkan kecepatan sayap. Rosdilah Nurrohmah dan Zahra Muzdalifah beberapa kali mencoba menusuk dari flank, namun rapatnya lini belakang Thailand membuat peluang bersih sulit tercipta.

Pelatih Garuda Pertiwi, Satoru Mochizuki, merespons situasi dengan memasukkan Marsela Awi menggantikan Helsya Maeisyaroh di menit ke-67. Pergantian yang kelak terbukti menjadi game-changer. Masuknya Awi memberikan dimensi berbeda di lini depan — pressing lebih agresif dan pergerakan tanpa bola yang menyulitkan bek tengah Thailand, Phonphirun Pilawan dan Supaporn Gaewbaen.

Gol Kemenangan dan Momen Krusial VAR

Menit ke-78, momen yang ditunggu seluruh pendukung Garuda Pertiwi akhirnya tiba. Berawal dari intersep brilian Reva Octaviani di lini tengah, bola dialirkan ke Zahra Muzdalifah yang menusuk dari sisi kanan. Umpan silang mendatar dilepaskan ke kotak penalti, dan Marsela Awi yang berdiri bebas di tiang dekat menceploskan bola ke gawang. Gol! Namun, euforia sempat tertahan ketika hakim garis mengangkat bendera tanda offside.

VAR melakukan pengecekan selama hampir dua menit. Tayangan ulang menunjukkan bahwa saat bola dilepaskan Zahra, posisi Awi sejajar dengan bek terakhir Thailand, Supaporn Gaewbaen. Wasit akhirnya mengesahkan gol tersebut. Skor 2-1 untuk Garuda Pertiwi. Itu adalah gol ketiga Marsela Awi sepanjang turnamen, menjadikannya salah satu topskor Srikandi Merdeka Cup 2026 dengan koleksi tiga gol dan satu assist.

Thailand tidak menyerah. Menit ke-85, peluang emas didapat Taneekarn Dangda lewat sundulan dari jarak enam meter memanfaatkan umpan silang Orapin Waenngoen. Namun, refleks brilian Fani Supriyanto menepis bola dan menyelamatkan keunggulan Indonesia. Sebuah penyelamatan yang layak disebut save of the match. Menit-menit akhir diwarnai tekanan total Thailand yang memasukkan striker tambahan, namun Garuda Pertiwi bertahan dengan disiplin tinggi. Tambahan waktu lima menit terasa seperti selamanya bagi 70 ribu pendukung yang memadati stadion.

Analisis Taktik dan Statistik Kunci

Secara keseluruhan, pertandingan ini menyajikan duel taktik yang menarik. Thailand unggul dalam penguasaan bola dengan 53 persen berbanding 47 persen milik Garuda Pertiwi. Dari sisi shots on target, Indonesia mencatatkan 5 tembakan tepat sasaran dari total 11 percobaan, sementara Thailand mencatatkan 4 shots on target dari 13 percobaan. Efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda — Garuda Pertiwi mengonversi hampir setengah dari shots on target mereka menjadi gol.

Formasi 4-3-3 yang diterapkan Mochizuki terbukti efektif dalam transisi. Ketiga gelandang — Reva Octaviani, Viny Silfianus, dan Helsya Maeisyaroh — bekerja tanpa lelah memutus aliran bola Thailand di lini tengah. Reva Octaviani khususnya tampil impresif dengan catatan 7 intersep, 4 tekel sukses, dan 83 persen akurasi umpan. Penampilan yang membuatnya dinobatkan sebagai Player of the Match.

Dari kubu Thailand, Kanjana Sungngoen tetap menjadi ancaman konstan dengan 5 tembakan — 2 tepat sasaran — dan satu gol. Namun, disiplinnya lini belakang Indonesia dalam menerapkan jebakan offside membuat Thailand tercatat 4 kali terjebak offside sepanjang pertandingan. Tidak ada kartu kuning maupun kartu merah yang dikeluarkan wasit, menandakan pertandingan berjalan dalam intensitas tinggi namun tetap dalam koridor sportivitas.

"Saya sangat bangga dengan perjuangan para pemain. Mereka menunjukkan mentalitas juara. Thailand tim yang sangat kuat, tapi kami punya rencana permainan dan para pemain mengeksekusinya dengan sempurna," ujar Satoru Mochizuki usai pertandingan.

Kemenangan ini menjadi gelar pertama Garuda Pertiwi di Srikandi Merdeka Cup, turnamen yang baru pertama kali digelar sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia Wanita 2027. Starting XI Garuda Pertiwi: Fani Supriyanto (GK), Agnes Hutapea, Shalika Aurelia, Safira Ika, Nastasia Suci, Reva Octaviani, Viny Silfianus, Helsya Maeisyaroh (Marsela Awi 67'), Zahra Muzdalifah, Claudia Scheunemann, Rosdilah Nurrohmah. Starting XI Thailand: Waraporn Boonsing (GK), Warunee Phetwiset, Supaporn Gaewbaen, Phonphirun Pilawan, Orapin Waenngoen, Silawan Intamee, Wilaiporn Boothduang, Nutwadee Pramnak, Kanjana Sungngoen, Taneekarn Dangda, Saowalak Pengngam. Garuda Pertiwi kini mengalihkan fokus ke agenda berikutnya dengan modal kepercayaan diri tinggi sebagai juara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User