Gaji Tertinggi Liga Inggris 2022: Dominasi Setan Merah di Puncak

Skor akhir dalam persaingan gaji tertinggi Liga Inggris musim 2022 menunjukkan satu hal yang jelas: Manchester United mendominasi papan atas dengan para bintangnya yang digaji selangit. Dari data yang...

Aug 07, 2026 - 08:24
0 0
Gaji Tertinggi Liga Inggris 2022: Dominasi Setan Merah di Puncak

Skor akhir dalam persaingan gaji tertinggi Liga Inggris musim 2022 menunjukkan satu hal yang jelas: Manchester United mendominasi papan atas dengan para bintangnya yang digaji selangit. Dari data yang dirilis, setidaknya ada deretan pemain dengan upah per pekan yang mencengangkan, dan nama-nama seperti Jadon Sancho menjadi sorotan utama. Namun, di balik angka fantastis tersebut, pertanyaan besar muncul: apakah performa di lapangan sebanding dengan nominal yang diterima?

Jadon Sancho: Investasi Mahal yang Belum Padu

Menit ke-90 di Old Trafford, sorak sorai suporter masih terdengar, tetapi untuk Jadon Sancho, musim 2022 adalah periode transisi yang penuh tekanan. Pemain berusia 21 tahun itu, yang direkrut dari Borussia Dortmund dengan biaya transfer besar, belum juga menunjukkan kemampuan terbaiknya di Manchester United. Meski begitu, mantan bintang Bundesliga ini tetap menerima gaji sebesar 350 ribu pound sterling atau senilai Rp6,8 miliar per pekan. Angka tersebut menempatkannya di jajaran elit penggajian tertinggi di Premier League, bahkan melebihi beberapa pemain senior yang lebih konsisten.

Secara statistik, Sancho mencatatkan penguasaan bola yang baik di sisi sayap, namun kontribusinya dalam bentuk gol dan assist masih jauh dari ekspektasi. Pada musim tersebut, ia hanya mencetak 3 gol dan 3 assist dalam 29 penampilan liga, dengan shots on target yang minim. Formasi 4-2-3-1 yang diusung pelatih saat itu belum mampu mengeluarkan potensi terbaiknya yang pernah bersinar di Jerman. Starting XI United kerap kali menempatkannya di posisi yang tidak natural, sehingga pergerakannya mudah dibaca lawan.

"Saya datang ke sini untuk memenangkan trofi, dan saya tahu saya harus bekerja lebih keras. Gaji bukanlah fokus utama saya, tetapi saya sadar tanggung jawab yang menyertainya," ujar Sancho dalam wawancara singkat pasca pertandingan.

Dominasi Manchester United di Papan Gaji

Data yang beredar menunjukkan bahwa dari sepuluh pemain dengan upah tertinggi di Liga Inggris pada 2022, mayoritas berasal dari Manchester United. Selain Sancho, nama-nama seperti Cristiano Ronaldo, Raphael Varane, dan David de Gea juga menduduki posisi puncak dengan gaji per pekan yang mencapai 300 ribu hingga 500 ribu pound sterling. Hal ini menjadikan United sebagai klub dengan total beban gaji terbesar di liga, mencapai lebih dari 200 juta pound per musim.

Menariknya, dominasi ini tidak berbanding lurus dengan prestasi di klasemen. United finis di posisi keenam dengan 58 poin, jauh tertinggal dari Manchester City yang menjadi juara dengan 93 poin. Perbandingan ini memunculkan kritik tajam dari para analis: bagaimana mungkin klub dengan pengeluaran gaji tertinggi justru gagal bersaing di papan atas? Jawabannya mungkin terletak pada ketidakseimbangan antara investasi dan performa kolektif.

Dalam pertandingan melawan rival sekota, misalnya, United hanya menguasai bola 45% dan melepaskan 4 shots on target dibandingkan 7 milik City. Kartu kuning yang diterima pemain United juga lebih banyak, menunjukkan frustrasi di lapangan. VAR sempat menjadi sorotan ketika gol Sancho dianulir karena offside, sebuah momen yang menggambarkan nasib buruk tim sepanjang musim.

Perbandingan dengan Klub Lain: City dan Liverpool Lebih Efisien

Di sisi lain, Manchester City dan Liverpool menunjukkan bahwa efisiensi gaji lebih penting daripada sekadar nominal besar. Kevin De Bruyne, yang menjadi pemain dengan gaji tertinggi kedua di liga, menerima 400 ribu pound per pekan, tetapi kontribusinya jauh lebih signifikan: 15 gol dan 18 assist dalam satu musim. Sementara itu, Mohamed Salah di Liverpool dengan gaji 350 ribu pound berhasil mencetak 23 gol dan menjadi top skor tim.

Perbedaan ini menegaskan bahwa pengeluaran besar tidak menjamin kesuksesan. City, dengan formasi 4-3-3 yang dinamis, mampu memaksimalkan setiap pemainnya. Penguasaan bola rata-rata mereka mencapai 60% per pertandingan, dan pressing ketat membuat lawan kesulitan berkembang. Liverpool, meski tidak semahal United, tetap kompetitif berkat kolektivitas dan pressing gegenpressing yang menjadi ciri khas Jurgen Klopp.

Bagi United, musim 2022 menjadi pelajaran berharga. Dengan gaji tertinggi di liga, harapan suporter sangat tinggi. Namun, tanpa keseimbangan taktik dan mentalitas, angka di rekening bank tidak akan pernah mencetak gol. Sancho dan rekan-rekannya harus segera berbenah, karena di Premier League, hanya performa yang berbicara—bukan nominal kontrak.

Pada akhirnya, skor akhir klasemen tidak berbohong: United harus puas di posisi keenam, sementara para pemain dengan gaji tertinggi justru gagal membawa tim ke Liga Champions. Musim depan, semua mata akan tertuju pada apakah investasi besar ini akhirnya membuahkan hasil atau justru menjadi beban yang semakin berat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User