FP1 Moto3 Inggris 2026: Bangkit dari Terpuruk, Veda Ega Finis P6
Hasil akhir FP1 Moto3 Inggris 2026: Veda Ega Pratama posisi keenam dengan catatan 2 menit 11,684 detik, terpaut 0,512 detik dari pemuncak sesi. Angka itu terasa jauh lebih berharga jika melihat bagaim...
Hasil akhir FP1 Moto3 Inggris 2026: Veda Ega Pratama posisi keenam dengan catatan 2 menit 11,684 detik, terpaut 0,512 detik dari pemuncak sesi. Angka itu terasa jauh lebih berharga jika melihat bagaimana 30 menit pertama sang pembalap Indonesia di Sirkuit Silverstone, Jumat pagi waktu setempat — terpuruk di luar 15 besar, hampir satu detik di belakang rombongan terdepan, sebelum kebangkitan dramatis di penghujung sesi mengubah segalanya.
Sesi latihan bebas pertama kelas Moto3 pada akhir pekan Grand Prix Inggris dibuka dalam kondisi khas Silverstone: suhu lintasan baru menyentuh 14 derajat Celsius, angin kencang bertiup dari arah barat, dan aspal yang masih minim karet membuat mayoritas pembalap kesulitan menemukan grip. Maximo Quiles menjadi yang tercepat dengan 2 menit 11,172 detik, diikuti Alvaro Carpe dan Guido Pini yang melengkapi tiga besar.
Setengah Jam Pertama yang Menyulitkan
Menit ke-6 sesi, ketika para rival mulai menemukan ritme, Veda justru terlihat kesulitan. Catatan waktu pertamanya, 2 menit 13,405 detik, hanya cukup untuk menempatkannya di posisi ke-19 dari 26 pembalap. Tayangan on-board memperlihatkan Honda NSF250RW tunggangannya beberapa kali sliding di tikungan cepat Maggotts dan Becketts — kombinasi tikungan paling menantang di Silverstone yang menuntut kepercayaan diri penuh pada ban depan.
Menit ke-18, Veda masuk ke pit box. Suasana tegang terlihat di garasi Honda Team Asia. Kru mekanik langsung bekerja cepat: ubahan rasio gigi akhir untuk mengakomodasi trek lurus Hangar Straight, ditambah penyesuaian preload suspensi belakang demi stabilitas di tikungan cepat. Selama hampir tujuh menit, sang pembalap muda itu menunggu sambil berdiskusi intens dengan kepala mekaniknya.
Kami tahu masalahnya ada di feeling ban belakang saat pergantian arah. Tim mengubah beberapa hal dan motor langsung terasa jauh lebih baik. Saya bisa menyerang di lima menit terakhir, tutur Veda usai sesi.
Time Attack Menentukan di Penghujung Sesi
Menit ke-31, Veda kembali ke lintasan dengan ban belakang kompon lunak baru — sinyal time attack. Dan di sinilah pertunjukan dimulai. Lap pertama selepas keluar pit langsung memangkas hampir satu detik: 2 menit 12,3 detik, naik ke posisi 11. Lap berikutnya, sektor kedua berwarna ungu alias tercepat dari seluruh peserta, tanda bahwa pembalap binaan Astra Honda Racing Team itu sudah menemukan kembali feeling-nya.
Puncaknya datang pada menit ke-38, dua menit sebelum bendera finis dikibaskan. Memanfaatkan slipstream dari pembalap di depannya di sepanjang Hangar Straight, Veda melesat mencatatkan 2 menit 11,684 detik — lonjakan 1,7 detik dari waktu awalnya — dan mendongkrak posisinya ke urutan keenam. Paddock Indonesia pun bernapas lega.
Angka-Angka di Balik FP1
Secara keseluruhan, Veda menuntaskan 14 putaran sepanjang sesi 40 menit, dengan kecepatan puncak 232,6 km/jam — tertinggi ketiga di sesi ini, bukti paket gearing barunya bekerja optimal di trek lurus. Ketatnya persaingan Moto3 tercermin dari data: sepuluh besar hanya terpisah 0,9 detik, dan selisih Veda ke tiga besar kurang dari tiga persepuluh detik.
Yang juga patut dicatat adalah konsistensinya. Dari lima lap terakhir, empat berada di kisaran 2 menit 11 detik — ritme yang, jika terulang pada Minggu, cukup untuk bertarung di grup depan. Hasil ini juga melanjutkan tren positifnya musim ini yang konsisten lolos langsung ke Q2 dalam tiga seri beruntun.
Menatap Sesi Latihan Sore
Dengan posisi enam di FP1, Veda menempatkan diri di jalur aman menuju tiket otomatis Q2 — sesuatu yang krusial mengingat ramalan cuaca memprediksi hujan bisa turun pada Sabtu. Sesi Practice sore hari menjadi kesempatan berikutnya untuk mengonfirmasi progres, dengan fokus pada long run dan simulasi balapan.
Posisi enam adalah titik awal yang bagus, tapi pekerjaan belum selesai. Sore ini kami fokus ke race pace karena balapan di Silverstone selalu soal manajemen ban di lima lap terakhir, ujar manajer tim.
Satu hal yang pasti: setelah setengah jam pertama yang nyaris membuat pendukungnya berkeringat dingin, Veda Ega Pratama membuktikan bahwa di kelas seketat Moto3, yang terpenting bukan bagaimana Anda memulai, melainkan bagaimana Anda mengakhiri.
Comments (0)