Final Piala Presiden: Persib vs Persebaya Imbang 1-1, Laga Panas ke Extra Time

Gempita Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu malam, menjadi saksi pertarungan sengit antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya di partai puncak Piala Presiden 2026. Skor akhir waktu nor...

Aug 07, 2026 - 18:59
0 0
Final Piala Presiden: Persib vs Persebaya Imbang 1-1, Laga Panas ke Extra Time

Gempita Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu malam, menjadi saksi pertarungan sengit antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya di partai puncak Piala Presiden 2026. Skor akhir waktu normal menunjukkan angka 1-1, memaksa laga berlanjut ke babak extra time. Duel yang sarat gengsi ini berjalan dengan intensitas tinggi, dihiasi peluang emas, kontroversi VAR, dan tensi yang memuncak di menit-menit akhir.

Babak Pertama: Dominasi Penguasaan Bola Persib, Efisiensi Persebaya

Sejak peluit pertama dibunyikan, Persib Bandung langsung mengambil inisiatif serangan. Formasi 4-3-3 yang diusung pelatih Bojan Hodak menekankan penguasaan bola, dengan lini tengah yang diisi oleh Marc Klok dan Dedi Kusnandar sebagai pengatur ritme. Statistik mencatat, pada 45 menit pertama, Persib menguasai bola hingga 62%, jauh di atas Persebaya yang hanya 38%. Namun, dominasi tersebut belum mampu membuahkan gol. Persebaya bermain dengan formasi 5-4-1 yang rapat, bertahan dengan disiplin dan mengandalkan serangan balik cepat.

Menit ke-23, peluang pertama Persib datang melalui tendangan keras David da Silva dari luar kotak penalti, namun kiper Persebaya, Ernando Ari, melakukan penyelamatan gemilang dengan refleks cepat. Shots on target babak pertama mencatat Persib 4 berbanding 2 milik Persebaya. Justru di menit ke-38, Persebaya yang lebih efisien mampu memecah kebuntuan. Berawal dari umpan terobosan Francisco Rivera, penyerang sayap Bruno Moreira lolos dari jebakan offside dan melepaskan tendangan mendatar ke pojok kanan gawang yang dijaga Kevin Ray Mendoza. Skor berubah 0-1 untuk keunggulan Persebaya. Gol ini membuat para pemain Persib frustrasi, dan tensi sempat memanas setelah pelanggaran keras dilakukan oleh Nick Kuipers terhadap Rivera, yang berbuah kartu kuning.

Babak Kedua: Kebangkitan Persib dan Kontroversi VAR

Memasuki babak kedua, Persib meningkatkan tempo serangan. Bojan Hodak melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Ciro Alves untuk menambah daya gedor di lini sayap. Hasilnya langsung terasa. Menit ke-56, umpan silang dari Ciro Alves disambut sundulan kepala oleh David da Silva, namun masih melebar tipis di sisi kiri gawang. Persebaya mulai tertekan, dan pelatih Paul Munster memilih bertahan lebih dalam, mengubah formasi menjadi 5-5-0 untuk mengamankan keunggulan.

Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil di menit ke-74. Berawal dari skema sepak pojok, bola liar di kotak penalti disambar oleh bek tengah Persib, Rachmat Irianto, dengan tendangan voli keras yang tak mampu dihalau Ernando Ari. Skor menjadi 1-1. Euforia suporter Persib meledak, namun kegembiraan itu sempat tertahan oleh pemeriksaan VAR yang berlangsung selama dua menit, untuk memastikan tidak ada pelanggaran atau offside dalam proses gol tersebut. VAR akhirnya memutuskan gol sah, dan pertandingan berlanjut.

Menit ke-82, kontroversi lain muncul. Pemain Persebaya, Kadek Raditya, dianggap melakukan pelanggaran di kotak penalti terhadap Ciro Alves. Wasit awalnya menunjuk titik putih, namun setelah melihat tayangan ulang VAR, keputusan dibatalkan karena dianggap Ciro Alves yang lebih dulu melakukan kontak. Keputusan ini memicu protes keras dari pemain dan suporter Persib. Kartu kuning diberikan kepada Marc Klok yang terlalu keras memprotes. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 1-1. Statistik akhir waktu normal mencatat penguasaan bola Persib 58% berbanding 42%, dengan shots on target 7 berbanding 4 untuk Persebaya.

Extra Time: Adu Fisik dan Strategi Menentukan

Babak extra time dimulai dengan kedua tim yang mulai kelelahan. Pelatih Paul Munster melakukan tiga pergantian sekaligus untuk menyegarkan lini tengah, sementara Bojan Hodak mengandalkan kecepatan Beckham Putra untuk menusuk pertahanan Persebaya yang mulai longgar. Di 15 menit pertama extra time, Persib kembali mendominasi, namun penyelesaian akhir yang buruk menjadi masalah. David da Silva gagal memanfaatkan umpang matang dari Febri Hariyadi di menit ke-98, sundulannya masih bisa ditepis oleh Ernando Ari.

Di babak extra time kedua, Persebaya justru lebih berani keluar. Mereka beberapa kali mengancam melalui skema serangan balik, dan di menit ke-112, peluang emas didapat oleh pemain pengganti, Rizky Ridho, yang tendangannya dari jarak dekat masih membentur tiang gawang. Ketegangan semakin memuncak, dan di menit ke-117, wasit memberikan kartu merah langsung kepada pemain Persib, Rachmat Irianto, karena tekel keras yang membahayakan lawan. Persib harus bermain dengan 10 orang di sisa waktu extra time. Meski demikian, mereka bertahan dengan heroik dan memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti. Skor akhir extra time tetap 1-1, dan kedua tim harus menentukan juara melalui drama tos-tosan dari titik putih.

“Kami sudah memberikan segalanya. Mereka (Persebaya) bertahan sangat baik, tapi kami tidak menyerah. Sekarang, adu penalti adalah lotere, dan kami siap,” ujar Bojan Hodak dalam konferensi pers singkat sebelum adu penalti.

Pertandingan ini menjadi salah satu final terbaik dalam sejarah Piala Presiden, dengan total 12 kartu kuning dan 1 kartu merah, serta 11 shots on target gabungan. Apapun hasil adu penalti nanti, kedua tim telah menunjukkan kualitas dan mentalitas juara yang luar biasa di hadapan puluhan ribu penonton yang memadati stadion.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User