Final Piala Presiden 2026: Duel Sengit Persib vs Persebaya Imbang 1-1, Laga Lanjut ke Extra Time
Stadion Kapten I Wayan Dipta bergemuruh saat peluit panjang berbunyi menandai berakhirnya waktu normal final Piala Presiden 2026. Skor akhir 1-1 memaksa laga puncak antara Persib Bandung dan Persebaya...
Stadion Kapten I Wayan Dipta bergemuruh saat peluit panjang berbunyi menandai berakhirnya waktu normal final Piala Presiden 2026. Skor akhir 1-1 memaksa laga puncak antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya berlanjut ke babak extra time. Pertandingan yang berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit pertama ini menyajikan duel taktis yang menegangkan, dengan kedua tim saling jual beli serangan.
Babak Pertama: Persib Unggul Lebih Dulu, Persebaya Merespons Cepat
Sejak kick-off, Persib Bandung yang mengusung formasi 4-3-3 langsung mengambil inisiatif serangan. Mereka memanfaatkan kecepatan sayap untuk menusuk pertahanan Persebaya yang tampil dengan formasi 4-2-3-1. Menit ke-23, skema serangan balik cepat berbuah manis. Umpan terobosan dari gelandang tengah Persib, Dedi Setiawan, berhasil diterima dengan sempurna oleh Febri Hariyadi yang lolos dari jebakan offside. Dengan tenang, Febri melepaskan tendangan keras ke pojok kanan gawang yang tak mampu dijangkau kiper Persebaya, Ernando Ari. Gol! Persib unggul 1-0.
Keunggulan tersebut tidak membuat Persebaya terpuruk. Justru mereka semakin meningkatkan tempo permainan. Pelatih Persebaya, Paul Munster, memberikan instruksi dari pinggir lapangan agar anak asuhnya lebih berani dalam melakukan tekanan tinggi. Hasilnya, pada menit ke-38, Persebaya berhasil menyamakan kedudukan. Berawal dari sepak pojok, bola hasil sundulan Kadek Raditya membentur tiang gawang, dan Bruno Moreira yang berada di posisi tepat langsung menyambar bola rebound dengan tendangan voli. Skor berubah menjadi 1-1. Hingga turun minum, tidak ada gol tambahan. Statistik mencatat penguasaan bola Persib mencapai 55% berbanding 45% untuk Persebaya, namun shots on target kedua tim sama-sama 3 kali.
Babak Kedua: Kebuntuan dan Ketegangan Meningkat
Memasuki babak kedua, kedua pelatih melakukan penyesuaian. Persib sedikit menarik garis pertahanan, sementara Persebaya lebih berani bermain terbuka. Menit ke-58, peluang emas didapat Persebaya melalui tendangan bebas Francisco Rivera yang masih bisa ditepis dengan gemilang oleh kiper Persib, Teja Paku Alam. Penyelamatan tersebut menjadi momen krusial yang menjaga skor tetap imbang.
Persib tidak tinggal diam. Mereka beberapa kali mengancam melalui skema serangan sayap yang diinisiasi oleh Ezechiel N'Douassel yang masuk di menit ke-65. Namun, pertahanan Persebaya yang dikomandoi oleh Bekti Putra tampil disiplin dan mampu memutus setiap aliran bola. Menit ke-78, giliran Persib yang hampir mencetak gol melalui sundulan Nick Kuipers dari sepak pojok, namun bola masih melambung tipis di atas mistar gawang.
Ketegangan semakin terasa di 10 menit terakhir. Kedua tim mulai bermain lebih hati-hati, takut melakukan kesalahan yang berujung gol. Beberapa pelanggaran keras terjadi dan wasit mengeluarkan kartu kuning untuk Rachmat Irianto (Persebaya) dan Marc Klok (Persib) akibat protes berlebihan. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-1 bertahan. Statistik akhir waktu normal menunjukkan Persib unggul dalam penguasaan bola dengan 58%, sementara Persebaya lebih banyak melepaskan tembakan dengan total 15 percobaan, 6 di antaranya tepat sasaran. Persib mencatatkan 12 tembakan dengan 5 shots on target.
"Kami sudah bermain maksimal dan sesuai rencana. Sayangnya kami belum bisa memanfaatkan peluang di waktu normal. Sekarang fokus kami adalah extra time, kami harus lebih tenang dan memanfaatkan setiap momen," ujar pelatih Persib, Bojan Hodak.
Extra Time: Pertarungan Fisik dan Mental
Babak extra time dimulai dengan tempo yang sedikit lebih lambat, mengingat kelelahan fisik mulai terlihat pada kedua tim. Namun, semangat juang para pemain tidak surut. Menit ke-97, Persebaya hampir memastikan kemenangan melalui tendangan jarak jauh Rizky Ridho yang masih bisa ditepis oleh Teja Paku Alam. Persib pun membalas pada menit ke-105 melalui aksi individu David da Silva yang menggiring bola melewati dua pemain, namun tembakannya masih melebar tipis dari gawang.
Memasuki babak extra time kedua, kedua tim mulai bermain lebih pragmatis. Pelatih mulai memikirkan adu penalti sebagai kemungkinan terakhir. Beberapa pemain kunci terlihat mengalami kram otot, dan pergantian pemain dilakukan untuk menyegarkan lini tengah. Menit ke-117, peluang terbaik di extra time didapat Persib melalui tendangan bebas yang dieksekusi oleh Mohammed Rashid, namun bola masih melambung di atas gawang. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya extra time, skor tetap 1-1. Laga pun harus ditentukan melalui adu penalti yang menegangkan.
Sepanjang 120 menit pertandingan, tercatat total 3 kartu kuning dikeluarkan wasit, dan tidak ada kartu merah. Kedua tim sama-sama kuat dalam bertahan, namun kurang tajam di lini depan. Kini, seluruh mata tertuju pada titik penalti, di mana mentalitas dan ketenangan menjadi penentu siapa yang akan mengangkat trofi Piala Presiden 2026.
Comments (0)