Final Piala Presiden 2026: Duel Sengit Irianto vs Tanamal

Skor akhir 2-1 untuk Persib Bandung! Stadion Kapten I Wayan Dipta, Giantyar, Bali, Kamis (6/8/2026) menjadi saksi pertarungan epik yang berakhir dengan kemenangan dramatis Persib atas Persebaya Suraba...

Aug 07, 2026 - 12:24
0 0
Final Piala Presiden 2026: Duel Sengit Irianto vs Tanamal

Skor akhir 2-1 untuk Persib Bandung! Stadion Kapten I Wayan Dipta, Giantyar, Bali, Kamis (6/8/2026) menjadi saksi pertarungan epik yang berakhir dengan kemenangan dramatis Persib atas Persebaya Surabaya di final Piala Presiden 2026. Namun, sorotan utama laga ini bukan hanya tentang gol, melainkan duel taktis yang memukau antara gelandang bertahan Persebaya, Rachmat Irianto, dan sayap lincah Persib, Ikhwan Tanamal. Keduanya tampil habis-habisan, menciptakan persaingan individu yang menjadi pembeda sepanjang 90 menit plus injury time.

Babak Pertama: Irianto Menahan Gempuran Tanamal

Sejak peluit awal dibunyikan, Persib langsung mengambil inisiatif serangan dengan formasi 4-3-3 yang mengandalkan kecepatan di sayap. Ikhwan Tanamal, yang ditempatkan sebagai winger kanan, menjadi momok bagi lini belakang Persebaya. Menit ke-12, Tanamal melepaskan umpan silang terukur ke kotak penalti, namun Rachmat Irianto dengan sigap memotong aliran bola menggunakan sliding tackle bersih. Penguasaan bola pada 15 menit pertama mencapai 62% untuk Persib, dengan 4 shots on target berbanding 1 milik Persebaya.

Persebaya sendiri tampil dengan formasi 4-2-3-1 yang menempatkan Irianto sebagai penghubung antara lini belakang dan depan. Tugasnya berat: memutus distribusi bola dari gelandang Persib dan melindungi area di depan bek tengah. Menit ke-23, Tanamal kembali mencoba peruntungan dengan cutting inside dari sisi kanan, melepaskan tendangan keras ke sudut jauh, namun kiper Persebaya, Andhika Ramadhan, melakukan penyelamatan gemilang dengan tipuan satu tangan. Statistik mencatat Irianto melakukan 5 intersep dan 3 tekel sukses di babak pertama, sementara Tanamal mencatatkan 2 dribel sukses dan 1 key pass.

Ketegangan memuncak pada menit ke-34. Tanamal menerima bola di sisi kanan, lalu berduel satu lawan satu dengan Irianto. Dengan gerakan body feint, Tanamal mencoba melewati Irianto, namun gelandang Persebaya itu tetap bertahan dengan posisi tubuh rendah. Wasit meniup peluit karena Tanamal dianggap melakukan pelanggaran saat mencoba merebut bola. Keputusan itu memicu protes keras dari pemain Persib, namun VAR memastikan tidak ada pelanggaran. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum, dengan penguasaan bola Persib 58% dan Persebaya 42%.

Babak Kedua: Gol Cepat dan Balasan Memukau

Memasuki babak kedua, Persib meningkatkan tempo. Menit ke-51, umpan terobosan dari gelandang serang Persib, Marc Klok, berhasil dituntaskan oleh striker David da Silva menjadi gol. Skor 1-0! Namun, Persebaya tidak tinggal diam. Pelatih Persebaya melakukan perubahan taktik dengan menarik satu penyerang dan menambah gelandang, memberikan kebebasan lebih kepada Irianto untuk maju membantu serangan.

Perubahan itu membuahkan hasil pada menit ke-67. Irianto, yang biasanya bertahan, tiba-tiba muncul di kotak penalti Persib untuk menyambut umpan silang dari sisi kiri. Dengan sundulan keras, ia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol ini memicu euforia besar di kubu Persebaya. Namun, kegembiraan itu tidak berlangsung lama. Hanya enam menit berselang, pada menit ke-73, Tanamal membalas dengan aksi individual yang brilian. Ia menggiring bola dari tengah lapangan, melewati dua pemain Persebaya, lalu melepaskan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti yang melengkung indah ke pojok kanan gawang. Skor berubah menjadi 2-1 untuk Persib.

Setelah gol tersebut, pertandingan semakin sengit. Persebaya mencoba menekan, namun pertahanan Persib yang dikomandoi oleh Nick Kuipers tampil solid. Irianto, yang kelelahan, tetap berjuang keras. Pada menit ke-85, ia hampir mencetak gol keduanya melalui tendangan bebas, namun bola masih melebar tipis di sisi gawang. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-1 untuk Persib bertahan.

Analisis Duel Individu: Irianto vs Tanamal

Pertarungan antara Rachmat Irianto dan Ikhwan Tanamal adalah cerminan dari kualitas taktik kedua tim. Irianto, dengan postur tegap dan kemampuan membaca permainan, mencatatkan total 8 intersep, 6 tekel, dan 1 gol. Ia memenangkan 7 dari 10 duel udara. Sementara itu, Tanamal, yang lebih ringan dan cepat, mencatatkan 5 dribel sukses, 3 key pass, 1 assist, dan 1 gol. Ia juga menciptakan 4 peluang emas bagi timnya.

Menariknya, statistik menunjukkan bahwa ketika Irianto berada di lapangan, Persebaya hanya kebobolan 1 gol (dari gol cepat babak kedua), sedangkan setelah ia digantikan pada menit ke-88 karena kram, Persib hampir mencetak gol ketiga melalui serangan balik. Ini membuktikan betapa pentingnya peran Irianto sebagai penyaring serangan. Di sisi lain, Tanamal menjadi katalisator serangan Persib; setiap kali ia menguasai bola, ancaman langsung tercipta.

“Rachmat adalah pemain yang luar biasa. Dia membuat hidup saya sulit sepanjang pertandingan. Tapi saya senang bisa berkontribusi dengan gol kemenangan. Ini final yang sangat berat,” ujar Ikhwan Tanamal usai laga.

Pelatih Persebaya, Aji Santoso, juga memberikan pujian kepada Irianto: “Dia adalah jantung permainan kami. Golnya menunjukkan instingnya sebagai gelandang modern. Sayang kami tidak bisa mempertahankan keunggulan.” Sementara itu, pelatih Persib, Robert Alberts, menyoroti mentalitas timnya: “Kami tahu Persebaya akan menekan, tapi para pemain menunjukkan karakter juara. Tanamal punya kualitas untuk menentukan laga besar.”

Secara keseluruhan, final Piala Presiden 2026 ini menyajikan tontonan berkualitas tinggi. Dengan total 25 tembakan (14 untuk Persib, 11 untuk Persebaya), 8 shots on target, dan 3 kartu kuning (2 untuk Persebaya, 1 untuk Persib), laga ini layak disebut sebagai salah satu final terbaik dalam sejarah turnamen. Rachmat Irianto dan Ikhwan Tanamal, dua nama yang akan dikenang sebagai protagonis dalam duel sengit yang menentukan juara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User