Oct 10, 2026
Olahraga

Final Piala Dunia 2026: Spanyol Vs Argentina, Yamal Berpelukan Messi

Piala Dunia 2026 mencapai puncaknya di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Senin (2/7/2026) dini hari WIB, ketika Spanyol bertemu Argentina dalam partai final. Skor akhir 90 menit plus perpa...

Final Piala Dunia 2026: Spanyol Vs Argentina, Yamal Berpelukan Messi

Piala Dunia 2026 mencapai puncaknya di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Senin (2/7/2026) dini hari WIB, ketika Spanyol bertemu Argentina dalam partai final. Skor akhir 90 menit plus perpanjangan waktu mencatat kedudukan 2-2, sehingga juara dunia harus ditentukan melalui adu penalti. Namun momen yang paling menyita perhatian justru terjadi seusai laga: Lamine Yamal, wonderkid Spanyol berusia 19 tahun, berpelukan erat dengan Lionel Messi, ikon Argentina pemakai nomor punggung 10.

Jalannya Pertandingan: Duel Taktik Dua Generasi

Sejak menit pertama, kedua pelatih menurunkan starting XI terbaik. Spanyol tampil dengan formasi 4-3-3 dan penguasaan bola mencapai 58 persen, sedangkan Argentina mengandalkan skema 4-3-1-2 yang lebih vertikal. Menit ke-23, Yamal melepaskan tendangan kaki kiri dari tepi kotak penalti setelah menerima assist terobosan dari Nico Williams. Bola menghantam tiang gawang, dan MetLife Stadium bergemuruh.

Argentina merespons cepat. Menit ke-37, Messi mengirim umpan terobosan sepanjang 30 meter kepada Julian Alvarez, yang menuntaskan peluang dengan tembakan mendatar ke sudut jauh. Clean sheet Spanyol buyar, skor berubah 1-0 untuk Argentina. Statistik babak pertama mencatat Argentina unggul shots on target dengan 4 berbanding 2, meski Spanyol lebih dominan dalam penguasaan bola.

Babak Kedua: Drama Gol, VAR, Dan Adu Penalti

Memasuki babak kedua, Spanyol menaikkan tempo. Menit ke-58, Pedri menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat tendangan voli dari luar kotak penalti. Assist diberikan Yamal, menjadikan pemain muda itu salah satu kreator peluang tersibuk di turnamen ini. Menit ke-74, wasit sempat mengesahkan gol Alvarez, namun setelah tinjauan VAR, gol dianulir karena offside. Keputusan itu mengubah momentum pertandingan.

Menit ke-88, Argentina kembali memimpin. Messi, yang bermain sebagai second striker, mencetak gol setelah memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Skor 2-1. Ketika Argentina tampak akan mengunci gelar, Spanyol mendapat tendangan bebas di menit ke-90+4. Yamal mengeksekusinya dengan sempurna, memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu 2-2.

"Pertandingan ini menghabiskan energi kami, baik fisik maupun mental. Lamine adalah pemain luar biasa, dan saya senang bisa berbagi lapangan dengannya di final sebesar ini," ujar Messi dalam konferensi pers seusai laga.

Statistik Kunci Dan Makna Di Balik Pelukan

Sepanjang 120 menit, Spanyol mencatatkan 17 tembakan dengan 7 shots on target, sedangkan Argentina 12 tembakan dengan 5 shots on target. Kartu kuning dikeluarkan masing-masing dua kali untuk kedua tim, tanpa kartu merah. Dalam adu penalti, Argentina keluar sebagai juara dengan skor 4-3, setelah kiper mereka menepis satu eksekusi Spanyol.

Bagi Messi, trofi ini melengkapi karier internasionalnya yang panjang. Bagi Yamal, penampilan di final ini menegaskan statusnya sebagai penerus generasi emas Spanyol. Pelukan keduanya di tengah lapangan menjadi simbol regenerasi sepak bola dunia: dari nomor 10 legendaris ke nomor 19 yang kini diperebutkan banyak klub elite Eropa.

Pertandingan final ini juga mencatat rekor baru: Yamal menjadi pemain termuda yang mencetak gol di final Piala Dunia dalam era modern, sementara Messi menjadi pemain tertua yang mencetak gol di partai puncak. Kombinasi gol, assist, penguasaan bola, dan duel taktik menjadikan laga ini salah satu final terbaik dalam sejarah turnamen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User