Final Piala Dunia 2026 Ricuh, Paredes Jadi Biang Keladi Usai Argentina Kalah

Skor akhir 3-2 untuk Prancis! Stadion MetLife bergemuruh dalam drama terakhir yang berakhir ricuh. Menit ke-105, Randal Kolo Muani menjebol gawang Emiliano Martinez setelah assist kilat dari Antoine G...

Final Piala Dunia 2026 Ricuh, Paredes Jadi Biang Keladi Usai Argentina Kalah

Skor akhir 3-2 untuk Prancis! Stadion MetLife bergemuruh dalam drama terakhir yang berakhir ricuh. Menit ke-105, Randal Kolo Muani menjebol gawang Emiliano Martinez setelah assist kilat dari Antoine Griezmann, menutup thriller final Piala Dunia 2026 dengan kepingan emas bagi Les Bleus. Namun, sorotan tak lagi pada trofi, melainkan pada Leandro Paredes yang menjadi biang keladi kericuhan massal usai wasit meniup peluit panjang. Bek tengah Argentina itu terlihat melancarkan tackle keras dari belakang kepada Eduardo Camavinga di tengah lapangan, memicu aksi saling dorong antara kedua skuad, ofisial, dan bahkan staf keamanan. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah untuk Paredes pasca-pertandingan, sementara dua kartu kuning diberikan kepada pemain Prancis yang bereaksi berlebihan. Laga yang seharusnya jadi perayaan sepak bola malah berubah menjadi panggung emosi liar.

Drama 90+ Menit: Prancis Tumbangkan Argentina

Pertandingan dimulai dengan tempo gila. Menit ke-12, Kylian Mbappe melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti yang bersarang di sudut atas gawang. Penguasaan bola Prancis di awal laga mencapai 58 persen dengan formasi 4-2-3-1 yang memaksimalkan transisi cepat. Argentina butuh waktu untuk merespons. Baru di menit ke-34, Julian Alvarez menyamakan kedudukan melalui umpan tarik Lionel Messi, membuat skor 1-1. Messi, meski sudah berusia 39 tahun di final ini, masih tercatat memberikan assist krusial dari posisi false nine.

Babak kedua semakin panas. Menit ke-67, Olivier Giroud membobol gawang dengan sundulan setelah tendangan sudut dari Griezmann. VAR sempat meninjau posisi Giroud yang diduga offside, namun garis semi-automated memutuskan bahwa bahu sang striker masih sejajar dengan bek terakhir Argentina. Gol itu sah, skor 2-1. Argentina terus menekan. Menit ke-89, ketika detik-detik terakhir tersisa, Enzo Fernandez menyelamatkan kehormatan Albiceleste dengan tembakan jarak jauh yang meluncur deras setelah assist Alexis Mac Allister. Skor 2-2, laga berlanjut ke extra time!

Prancis tak gentar. Di menit ke-105, serangan balik mematikan dimulai dari interception Dayot Upamecano. Bola cepat dialihkan ke Griezmann yang melesat di sayap kanan, lalu mengirim umpan lambung ke kotak penalti. Kolo Muani, masuk sebagai supersub, menceploskan bola dengan volley setengah salto. Martinez tak berdaya. Skor akhir 3-2. Prancis meraih gelar dunia ketiga mereka.

Starting XI dan Duel Taktis di Lapangan

Didier Deschamps memasang starting XI dengan Mike Maignan di bawah mistar; lini belakang Kounde, Upamecano, Saliba, Hernandez; double pivot Tchouameni-Camavinga; trio attacking midfield Dembele, Griezmann, Mbappe; dengan Giroud sebagai target man. Sementara Lionel Scaloni membalas dengan formasi 4-3-3 yang fleksibel, menurunkan Martinez di gawang; Molina, Romero, Otamendi, Tagliafico di belakang; trio tengah De Paul, Enzo Fernandez, Mac Allister; dan trio serang Messi, Alvarez, Garnacho.

Duel taktis terjadi di area tengah. Prancis unggul dalam transisi cepat dengan shots on target mencapai delapan kali, sementara Argentina hanya mengemas enam tembakan tepat sasaran. Penguasaan bola akhir laga menunjukkan dominasi tipis Argentina di angka 52 persen, namun efektivitas Prancis dalam half-space membuat perbedaan. Scaloni mencoba mengubah formasi menjadi 3-5-2 di extra time dengan memasukkan Paredes untuk memperketat lini tengah, namun keputusan itu justru berujung bencana di luar lapangan.

Insiden Penuh Emosi: Paredes Jadi Pemicu Kericuhan

Usai peluit panjang, kamera langsung menyorot Paredes yang berlari ke arah Camavinga. Tackle dari belakang itu jelas tak terkait dengan alur pertandingan, melainkan akumulasi frustrasi selama 120 menit. Pemain cadangan Prancis langsung berhamburan, begitu pula bek Argentina Cristian Romero yang mencoba melerai malah terbawa emosi. Dalam hitungan detik, terjadi aksi saling dorong di pinggir lapangan dekat tribun VIP. Staf medis dan ofisial federasi terlihat berusaha memisahkan kedua kubu.

"Ini bukan citra yang ingin kami tunjukkan di final Piala Dunia. Emosi memang tinggi, namun tindakan Paredes tak bisa dibenarkan," ujar Deschamps dalam konferensi pers pasca-laga.

Scaloni tampak murka di pinggir lapangan sebelum akhirnya meminta maaf atas insiden tersebut. Paredes sendiri terlihat masih membara saat meninggalkan lapangan, diiringi sorakan negatif dari ribuan penonton netral. Meski trofi sudah diangkat oleh Hugo Lloris, momen tersebut terasa pahit karena kericuhan yang terjadi. Tidak ada hat-trick bagi Messi, tidak pula clean sheet bagi pertahanan Prancis, namun satu kartu merah pasca-pertandingan menjadi catatan hitam dalam sejarah final Piala Dunia 2026.

Statistik Lengkap dan Catatan Penting

Prancis keluar sebagai juara dengan skor akhir 3-2 setelah perpanjangan waktu. Gol dicetak oleh Mbappe di menit ke-12, Giroud di menit ke-67, dan Kolo Muani di menit ke-105. Sementara Argentina membalas lewat Alvarez di menit ke-34 dan Fernandez di menit ke-89. Data penguasaan bola menunjukkan Argentina 52 persen dan Prancis 48 persen. Jumlah shots on target Prancis delapan berbanding enam milik Argentina. Total kartu kuning selama pertandingan empat untuk Argentina dan tiga untuk Prancis, ditambah satu kartu merah pasca-laga untuk Paredes. VAR berperan aktif dalam memvalidasi gol offside Giroud yang akhirnya sah. Final bersejarah ini akan lama diingat, tidak hanya karena tiga gol indah, tetapi juga kericuhan tragis yang merusak malam megah sepak bola dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User