Final Piala Dunia 2026 Ricuh, Leandro Paredes Jadi Pemicu Baku Hantam
Skor akhir 2-1 untuk Prancis atas Argentina di Estadio Azteca seharusnya menjadi penutup manis bagi final Piala Dunia 2026, namun yang tersimpan dalam sejarah adalah kericuhan massal usai wasit meniup...
Skor akhir 2-1 untuk Prancis atas Argentina di Estadio Azteca seharusnya menjadi penutup manis bagi final Piala Dunia 2026, namun yang tersimpan dalam sejarah adalah kericuhan massal usai wasit meniup peluit panjang. Leandro Paredes, gelandang bertahan Argentina yang masuk sebagai pemain pengganti, menjadi biang keladi baku hantam yang melibatkan puluhan pemain, official tim, hingga petugas keamanan. Insiden tersebut meledak hanya beberapa detik setelah Randal Kolo Muani menutup pertunjukan dengan gol kemenangan di menit ke-81, memastikan Les Bleus mengangkat trofi untuk ketiga kalinya dalam sejarah mereka.
Dalam laga yang berlangsung dengan intensitas tinggi, formasi 4-2-3-1 milik Didier Deschamps berhasil menandingi agresivitas 4-3-3 andalan Lionel Scaloni. Starting XI Argentina menurunkan Emiliano Martinez di bawah mistar, dengan Nahuel Molina, Cristian Romero, Nicolas Otamendi, dan Nicolas Tagliafico membentuk barisan pertahanan. Di lini tengah, Enzo Fernandez dan Rodrigo De Paul dikawal Alexis Mac Allister sebelum Leandro Paredes masuk di menit ke-68 menggantikan Mac Allister untuk menambah kekuatan fisik. Sementara itu, Prancis mempercayakan Mike Maignan sebagai penjaga gawang terakhir yang meraih clean sheet sepanjang babak pertama berkat penyelamatan gemilangnya di menit ke-23 dan menit ke-41.
Duel Sengit Dua Babak dan Momen Krusial VAR
Menit ke-14, Kylian Mbappe membuka keran gol setelah menerima umpan manis dari Ousmane Dembele di sayap kanan. Tendangan kaki kiri yang meluncur deras ke sudut bawah gawang membuat penguasaan bola Prancis yang sempat tertinggal langsung berubah menjadi keunggulan psikologis. Argentina tidak butuh waktu lama untuk membalas. Menit ke-33, Lionel Messi menyamakan kedudukan lewat eksekusi akurat di dalam kotak penalti setelah menerima assist dari Enzo Fernandez yang merebut bola di tengah lapangan. Umpan terobosan Fernandez membelah lini belakang Prancis sebelum Messi melepaskan tembakan dengan kaki kiri yang tidak bisa dijangkau Maignan.
Babak kedua berjalan dalam tekanan tinggi. Menit ke-55, Lautaro Martinez sempat membobol gawang namun gol tersebut dianulir setelah VAR mengonfirmasi posisi offside sang striker. Garis semi-automatis menunjukkan bahwa bahu Martinez lebih maju satu inci dari bek terakhir Prancis. Keputusan tersebut memicu protes keras dari bench Argentina. Tensi memuncak di menit ke-81 ketika Kolo Muani memaksimalkan assist dari Mbappe dengan sundulan kuat setelah menerima crossing dari sisi kiri. Gol tersebut memastikan skor akhir 2-1 dan memutus harapan Argentina mempertahankan gelar.
Paredes Meledak dan Memicu Kericuhan Massal
Usai wasit meniup peluit panjang, emosi yang terpendam selama 90 menit plus injury time langsung meluap. Leandro Paredes, yang sejak masuk di menit ke-68 sudah mengumpulkan dua pelanggaran keras, terlihat mendatangi Eduardo Camavinga dengan dorongan kuat di area tengah lapangan. Aksi tersebut sontak memancing reaksi dari para pemain Prancis yang sedang merayakan. Dalam hitungan detik, terjadi baku hantam yang melibatkan pemain cadangan dari kedua tim yang berlari masuk ke lapangan. Pemandangan langka di final Piala Dunia ini bahkan sempat membuat beberapa official tim saling mendorong di pinggir lapangan.
Wasit utama bersama asistennya berusaha memisahkan kerumunan yang semakin memanas. Setelah konsultasi dengan VAR room yang merekam seluruh insiden dari berbagai sudut kamera, wasit mengeluarkan kartu merah langsung kepada Leandro Paredes. Selain itu, kartu kuning juga diberikan kepada Lucas Hernandez dan Cristian Romero karena terlibat dalam perusakan tersebut. Meski pertandingan telah usai, sanksi kartu merah tetap berlaku dan akan berdampak pada suspensi awal Paredes di kompetisi internasional mendatang. Petugas keamanan stadion akhirnya berhasil mengamankan lapangan setelah kurang lebih lima menit situasi tegang berlangsung.
“Ini bukan citra sepak bola yang ingin kami lihat di final Piala Dunia. Emosi memang tinggi, tapi apa yang dilakukan Paredes sudah melampaui batas. Kami menghormati Argentina sebagai lawan yang hebat, namun momen seperti ini harus jadi pelajaran keras,” ujar Didier Deschamps dalam konferensi pers pasca laga.
Statistik Lengkap dan Dampak Pasca Pertandingan
Dari sisi data, Prancis unggul tipis dengan penguasaan bola 51 persen berbanding 49 persen milik Argentina. Les Bleus juga lebih tajam dengan 7 shots on target dari total 14 tembakan, sementara Argentina hanya mengemas 5 shots on target dari 11 percobaan. Prancis memenangi 6 duel udara krusial di kotak penalti lawan, sementara Argentina terlalu bergantung pada transisi cepat yang seringkali terjebak jebakan offside lini belakang Prancis. Tidak ada hat-trick tercipta dalam laga ini, namun Mbappe mencatatkan satu gol dan satu assist yang membuatnya masuk dalam daftar pemain terbaik turnamen.
Leandro Paredes kini menghadapi risiko sanksi berat dari FIFA selain kartu merah yang ia terima. Asosiasi sepak bola Argentina juga diprediksi akan menerima denda signifikan karena ulah pemainnya yang memicu kericuhan di momen paling sakral turnamen. Bagi fans Albiceleste, kekalahan 2-1 sudah cukup menyakitkan, namun citra buruk yang ditinggalkan Paredes usai laga akan menjadi beban tersendiri bagi generasi emas yang sebelumnya dikenal dengan fair play dan semangat juangnya. Estadio Azteca yang seharusnya menjadi sakit kemenangan megah Prancis, kini juga mengingatkan pada malam di mana emosi menghancurkan segalanya di menit-menit terakhir final Piala Dunia 2026.
Comments (0)