Final Piala Dunia 2026 Berakhir Ricuh, Paredes di Pusat Masalah

Skor akhir 2-1 untuk Prancis atas Argentina pada final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, Minggu (19/7/2026), ternyata hanya separuh dari cerita. Peluit panjang wasit seharusnya menutup ...

Aug 12, 2026 - 02:09
0 0
Final Piala Dunia 2026 Berakhir Ricuh, Paredes di Pusat Masalah

Skor akhir 2-1 untuk Prancis atas Argentina pada final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, Minggu (19/7/2026), ternyata hanya separuh dari cerita. Peluit panjang wasit seharusnya menutup malam dengan sempurna, tetapi yang terjadi justru sebaliknya: kericuhan pecah di tengah lapangan, dan nama Leandro Paredes berada tepat di pusat badai. Gelandang bertahan berusia 32 tahun itu terekam kamera menghampiri kerumunan pemain Prancis yang tengah merayakan gelar juara, melontarkan kata-kata provokatif sebelum situasi berubah menjadi aksi saling dorong yang melibatkan belasan pemain dari kedua kubu.

Ofisial pertandingan dan petugas keamanan stadion membutuhkan hampir empat menit untuk memisahkan kedua rombongan. Tim kepelatihan kedua negara ikut turun ke lapangan untuk menenangkan para pemain. Wasit yang memimpin laga dilaporkan mengeluarkan kartu merah untuk Paredes setelah peluit akhir berbunyi — sebuah keputusan yang jarang terlihat, namun secara regulasi memang dimungkinkan karena kewenangan disipliner wasit berlaku hingga ia meninggalkan area pertandingan.

Jalannya Laga: Prancis Menekan Sejak Awal

Prancis tampil dengan formasi 4-3-3 dan langsung mengambil inisiatif serangan. Kylian Mbappé membuka keunggulan Les Bleus pada menit ke-34 melalui penyelesaian kaki kiri dari dalam kotak penalti, memanfaatkan assist Ousmane Dembélé yang menusuk dari sisi kanan. Gol itu lahir dari skema transisi cepat yang hanya membutuhkan empat sentuhan dari lini pertahanan ke gawang Emiliano Martínez.

Argentina yang mengusung formasi 4-2-3-1 dengan Paredes sebagai pivot ganda bersama Rodrigo De Paul sebenarnya mendominasi penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen di babak pertama. Namun, efektivitas serangan menjadi pembeda: Prancis mencatatkan 4 shots on target dari 7 percobaan, sementara Argentina hanya melepaskan 1 tembakan tepat sasaran dari 5 upaya sebelum jeda.

Babak Kedua: Drama Dua Gol dan Ketegangan yang Memuncak

Argentina bangkit setelah turun minum. Julián Álvarez menyamakan kedudukan pada menit ke-57 lewat sundulan menyambut umpan silang Enzo Fernández, membuat skor menjadi 1-1 dan membakar semangat puluhan ribu suporter Albiceleste yang memadati tribun. Laga berubah menjadi duel terbuka dengan intensitas tekel yang meningkat tajam.

Titik balik terjadi pada menit ke-78 ketika Paredes menerima kartu kuning akibat tekel keras terhadap Aurélien Tchouaméni di area tengah. Tayangan ulang memperlihatkan keduanya sempat beradu argumen sebelum dipisahkan rekan setim — momen yang kemudian disebut banyak pengamat sebagai awal dari ketegangan yang meledak di akhir laga. Prancis akhirnya memastikan kemenangan pada menit ke-83 melalui Randal Kolo Muani yang menyambut assist Mbappé. VAR sempat meninjau dugaan offside dalam proses gol tersebut, tetapi keputusan di lapangan tetap berlaku dan skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang.

Menit-Menit Kericuhan: Anatomi Sebuah Insiden

Beberapa detik setelah wasit meniup peluit akhir pada masa injury time menit ke-90+6, kamera televisi menangkap Paredes berjalan ke arah kelompok pemain Prancis yang berselebrasi di dekat bendera sudut. Terjadi pertukaran kata yang intens, diikuti dorongan yang dibalas dorongan. Dalam hitungan detik, pemain dari kedua bangku cadangan berhamburan masuk ke lapangan. Kapten kedua tim berusaha menjadi penengah, sementara panitia pertandingan menunda seremoni penyerahan medali hingga situasi sepenuhnya kondusif.

Statistik Kunci Final Piala Dunia 2026

Secara keseluruhan, Argentina unggul penguasaan bola 56 persen berbanding 44 persen, tetapi Prancis lebih tajam dengan 6 shots on target dari 11 tembakan melawan 4 dari 12 milik Argentina. Laga berjalan keras dengan total 27 pelanggaran dan 5 kartu kuning yang dikeluarkan wasit sepanjang 90 menit, ditambah satu kartu merah pasca-pertandingan untuk Paredes. Starting XI kedua tim menurunkan kekuatan terbaik, menjadikan final ini salah satu yang paling ketat secara taktik dalam dua dekade terakhir.

"Kami kalah di lapangan, dan emosi meluap di momen yang salah. Tidak ada alasan untuk itu. Kami akan mengevaluasi segalanya secara internal," ujar pelatih Argentina Lionel Scaloni dalam konferensi pers pasca-laga.
"Fokus kami adalah trofi, bukan keributan. Apa yang terjadi setelah peluit akhir bukan urusan kami, itu wilayah wasit dan FIFA," kata pelatih Prancis Didier Deschamps menanggapi insiden tersebut.

Rekam Jejak Paredes dan Ancaman Sanksi FIFA

Bagi Paredes, ini bukan kali pertama namanya terseret kontroversi di panggung Piala Dunia. Pada edisi 2022 di Qatar, ia memicu kemarahan bench Belanda setelah menendang bola ke arah kursi cadangan lawan pada laga perempat final yang panas. Komite Disiplin FIFA kini dipastikan akan meninjau rekaman insiden di MetLife Stadium, dengan potensi sanksi larangan bertanding pada laga resmi Argentina berikutnya serta denda finansial. Regulasi FIFA memungkinkan hukuman diperpanjang jika perilaku pemain dinilai membawa citra buruk bagi pertandingan.

Prancis pulang dengan trofi kedua dalam tiga edisi terakhir, sementara Argentina harus menelan pil pahit ganda: kehilangan gelar dan kehilangan muka di menit-menit terakhir turnamen. Bagi Paredes, malam di New Jersey ini akan tercatat bukan karena tekel atau distribusi bolanya, melainkan karena satu momen kehilangan kendali yang kini terus diputar ulang di seluruh dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User