Ferran Torres Jadi Pembeda, Spanyol Hancurkan Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Skor akhir 3-1! Spanyol memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Belgia dalam laga sengit di Stadion Los Angeles, Inglewood, California, pada 11 Juli 2026. Ferran Torres menjadi...

Aug 07, 2026 - 07:30
0 0
Ferran Torres Jadi Pembeda, Spanyol Hancurkan Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Skor akhir 3-1! Spanyol memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Belgia dalam laga sengit di Stadion Los Angeles, Inglewood, California, pada 11 Juli 2026. Ferran Torres menjadi bintang dengan dua gol dan satu assist, membuktikan statusnya sebagai pemain kunci La Roja di turnamen ini. Sejak menit awal, Spanyol langsung mendominasi dengan formasi 4-3-3 yang fleksibel, sementara Belgia mencoba bertahan dengan formasi 5-3-2 yang lebih pragmatis.

Babak Pertama: Dominasi Spanyol dan Kecepatan Ferran Torres

Menit ke-12, Spanyol membuka keunggulan melalui skema serangan balik cepat. Ferran Torres yang beroperasi dari sayap kanan menerima umpan terobosan dari Pedri, lalu melepaskan tendangan keras ke tiang jauh yang tak mampu dijangkau kiper Belgia, Koen Casteels. Skor 1-0! Statistik penguasaan bola pada 30 menit pertama menunjukkan angka 68% untuk Spanyol, dengan 7 shots on target berbanding 1 untuk Belgia. Pelatih Belgia, Domenico Tedesco, terlihat frustrasi di pinggir lapangan karena timnya kesulitan keluar dari tekanan tinggi Spanyol.

Menit ke-34, giliran Belgia yang mencoba bangkit. Kevin De Bruyne melepaskan tendangan bebas dari jarak 25 meter, namun kiper Spanyol Unai Simón melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola ke sisi gawang. Tiga menit berselang, Spanyol menggandakan keunggulan. Umpan silang dari Dani Carvajal disambut sundulan keras oleh Mikel Oyarzabal, tetapi bola membentur tiang dan memantul ke kaki Ferran Torres yang dengan tenang menceploskan bola ke gawang kosong. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum. Data menunjukkan Spanyol melepaskan total 12 tembakan dengan 8 tepat sasaran, sementara Belgia hanya 3 tembakan tanpa satu pun on target.

Babak Kedua: Perlawanan Belgia dan Penutupan yang Cerdas

Memasuki babak kedua, Belgia meningkatkan intensitas serangan. Menit ke-55, mereka memperkecil ketertinggalan melalui gol bunuh diri yang tidak disengaja. Tendangan voli dari Romelu Lukaku mengenai kaki Aymeric Laporte dan berbelok arah ke gawang sendiri. Skor menjadi 2-1 dan pertandingan kembali hidup. Spanyol tidak panik; mereka justru mengontrol tempo dengan penguasaan bola mencapai 72% pada 15 menit berikutnya. Pelatih Luis de la Fuente melakukan dua pergantian sekaligus di menit ke-60, memasukkan Nico Williams dan Ansu Fati untuk menambah kecepatan di sisi sayap.

Menit ke-78, Ferran Torres kembali menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Belgia. Ia menerima assist dari Ansu Fati setelah melewati tiga pemain di sisi kiri, lalu melepaskan tembakan mendatar yang menembus celah kaki Casteels. Gol ketiga ini memastikan kemenangan Spanyol. Statistik akhir pertandingan menunjukkan Spanyol unggul telak: 65% penguasaan bola, 18 tembakan dengan 11 shots on target, dan 7 peluang emas. Belgia hanya mencatat 4 tembakan dengan 2 on target, serta 3 kartu kuning akibat frustrasi. Tidak ada kartu merah atau intervensi VAR yang kontroversial, meskipun ada satu momen offside yang dianulir untuk gol Belgia di menit ke-70.

Ferran Torres: Kandidat Sepatu Emas dan Mesin Gol Spanyol

Dengan dua gol malam ini, Ferran Torres kini mengoleksi 6 gol dalam 5 pertandingan Piala Dunia 2026, memuncaki daftar pencetak gol terbanyak sementara. Kecepatan larinya tercatat mencapai 34,2 km/jam, tertinggi di antara semua pemain di lapangan. Ia juga menciptakan 4 peluang dan memenangkan 7 duel udara. De la Fuente memuji performa pemain berusia 26 tahun itu dalam konferensi pers:

"Ferran adalah pemain yang lahir untuk momen besar. Ia bekerja tanpa lelah di luar bola, dan di dalam kotak penalti ia memiliki insting pembunuh yang jarang dimiliki pemain lain. Dua golnya malam ini adalah bukti kematangan taktisnya."
Sementara itu, kapten Belgia De Bruyne mengakui keunggulan lawan:
"Kami kalah dari tim yang lebih baik. Spanyol bermain dengan intensitas tinggi dan Ferran Torres adalah pembeda. Kami harus belajar dari kesalahan ini."

Analisis Taktik dan Statistik Kunci

Spanyol tampil dengan starting XI yang hampir sama dengan laga sebelumnya, hanya mengganti satu posisi di lini tengah. Formasi 4-3-3 mereka berubah menjadi 3-4-3 saat menyerang, dengan Carvajal dan Marc Cucurella naik sebagai wing-back. Ini menciptakan overload di sisi sayap yang membuat Belgia kewalahan. Data menunjukkan Spanyol melakukan 623 umpan dengan akurasi 91%, sementara Belgia hanya 389 umpan dengan akurasi 78%. Dalam hal pressing, Spanyol melakukan 142 sprint, jauh di atas Belgia yang hanya 89 sprint. Clean sheet yang nyaris didapat hanya lepas karena gol bunuh diri, namun performa Unai Simón tetap solid dengan 3 penyelamatan penting.

Kemenangan ini membawa Spanyol melaju ke semifinal untuk pertama kalinya sejak 2010. Mereka akan menunggu pemenang laga antara Brasil dan Prancis yang berlangsung besok. Dengan Ferran Torres dalam performa terbaiknya, La Roja jelas menjadi favorit untuk mengangkat trofi. Pertandingan berikutnya akan digelar di Stadion MetLife, New Jersey, pada 15 Juli 2026. Semua mata kini tertuju pada apakah Ferran Torres bisa melanjutkan pesta golnya dan membawa Spanyol meraih gelar keempat mereka. Satu hal yang pasti: malam ini di Los Angeles, Ferran Torres menuliskan namanya dalam sejarah sebagai salah satu penampilan terbaik seorang pemain Spanyol di Piala Dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User