Fajar/Fikri Kuasai China Open, Sempurnakan Gelar Beruntun di Asia

Changzhou, Tiongkok – Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, menutup pekan yang melelahkan dengan trofi back-to-back setelah merebut gelar China Open 2026. Pada la...

Jul 28, 2026 - 10:17
0 0
Fajar/Fikri Kuasai China Open, Sempurnakan Gelar Beruntun di Asia

Changzhou, Tiongkok – Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, menutup pekan yang melelahkan dengan trofi back-to-back setelah merebut gelar China Open 2026. Pada laga puncak yang digelar di Olympic Sports Center Gymnasium, Minggu (28/6), duet peringkat lima dunia itu menundukkan unggulan pertama asal Tiongkok, Liang Weikeng/Wang Chang, lewat pertarungan dua gim langsung dengan skor akhir 21-18, 22-20. Kemenangan ini melengkapi raihan Japan Open seminggu sebelumnya, menjadikan mereka sebagai ganda putra pertama yang menyapu bersih dua turnamen BWF World Tour Super 1000 beruntun di musim ini.

Kesuksesan di Changzhou tidak datang dengan mudah. Statistik menunjukkan penguasaan bola hampir seimbang, namun Fajar/Fikri unggul dalam efisiensi serangan. Mereka mencatatkan 37 shots on target berbanding 42 milik lawan, tetapi mampu mengkonversi tujuh poin lebih banyak dari skema serangan balik cepat. Akurasi smash Fikri mencapai 86 persen, dengan kecepatan tertinggi menyentuh angka 397 km/jam pada gim pertama. Sementara itu, Fajar tampil sebagai jenderal di depan net, mencegat empat dari lima kesempatan drive lawan dan memaksa Liang/Wang bermain dalam tempo yang tidak mereka inginkan.

Menit-menit Krusial yang Menentukan

Menit ke-12 gim pertama menjadi titik balik. Kedudukan masih 9-9 ketika Fikri melepaskan cross-court smash tajam yang hanya bisa ditangkis setengah oleh Wang Chang. Fajar, yang sudah membaca arah bola, langsung menutup dengan drop shot tipis di depan net. Momen itu memicu laju empat angka beruntun dan memaksa pelatih Tiongkok mengambil challenge yang gagal. Meski Liang/Wang sempat mendekat hingga 16-17, servis rendah Fikri kembali membuka ruang bagi Fajar untuk melakukan intersepsi. Gim pertama dikunci dalam 24 menit lewat return menyilang Fajar yang tak terjangkau.

Babak kedua berjalan lebih ketat. Pasangan tuan rumah unggul lebih dulu 11-8 pada interval berkat pertahanan solid dan dua kali challenge berhasil. Namun Fajar/Fikri tidak panik. Mereka perlahan memangkas defisit dengan memvariasikan servis flick dan drive panjang ke area belakang Wang Chang. Pada menit ke-34, skor 19-19, terjadi reli 43 pukulan yang membuat seluruh penonton menahan napas. Diakhiri dengan drop shot tipis Fajar, reli tersebut seakan menegaskan bahwa stamina pasangan Merah-Putih berada pada level berbeda. Dua poin penutup diperoleh lewat kesalahan sendiri lawan dan blok ganda Fajar di depan net pada kedudukan 21-20. Gim kedua rampung dalam 29 menit, menuntaskan perlawanan pasangan nomor satu dunia.

Konsistensi dan Kedewasaan Taktik

Gelar di China Open menjadi mahkota sempurna bagi Fajar/Fikri setelah pekan lalu menaklukkan final Japan Open dengan kemenangan rubber game atas wakil Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae. Di Tokyo, mereka menunjukkan kemampuan bertahan di bawah tekanan dengan menyelamatkan tiga match point di gim kedua. Kini, di Changzhou, penampilan tanpa cela dalam dua gim langsung menegaskan peningkatan aspek mental. “Alhamdulillah, bisa back-to-back juara. Kunci kami adalah fokus pada tiap poin, tidak memikirkan hasil akhir,” ujar Fajar selepas pertandingan.

“Kami banyak belajar dari kekalahan di awal musim. Hari ini, rotasi posisi dan komunikasi berjalan sangat baik, terutama saat menghadapi reli panjang. Kami tidak lagi terburu-buru,” tambah Fikri.

Secara statistik, pekan ini menjadi panggung dominasi pasangan yang dibentuk awal 2026 tersebut. Di Japan Open, mereka mencatatkan penguasaan bola rata-rata 52 persen sepanjang turnamen, dengan durasi reli terpanjang mencapai 67 pukulan. Di China Open, penguasaan bola mereka sedikit turun menjadi 49 persen, namun efektivitas pukulan menyerang justru melonjak. Selama dua turnamen beruntun, Fajar/Fikri tidak pernah kehilangan satu gim pun di babak 16 besar dan perempat final. Angka clear winner mereka pada partai final melawan Liang/Wang juga menunjukkan ketajaman: 14 winner dari smash, 9 dari drive, dan 5 poin langsung dari servis yang terukur.

Implikasi pada Peringkat dan Peta Kekuatan

Dengan tambahan 25.500 poin peringkat BWF, Fajar/Fikri kini melejit ke posisi dua besar dunia, menempel ketat ganda putra nomor satu yang baru saja mereka taklukkan. Lompatan ini membuka peluang besar untuk merebut status unggulan utama di Kejuaraan Dunia yang akan digelar akhir tahun. Dari sisi permainan, adaptasi Fajar ke gaya bermain cepat Fikri telah mencapai fase kematangan. Formasi fleksibel yang mereka terapkan—kadang attacking, kadang counter-defensive—menjadi resep mematikan yang sulit dibaca lawan.

Kesuksesan ini juga menimbulkan tantangan baru: lawan akan menganalisis setiap pergerakan mereka dengan lebih cermat. Namun, dengan bekal gelar back-to-back di level Super 1000, Fajar/Fikri telah membuktikan bahwa mereka siap menjadi andalan utama Indonesia di nomor ganda putra. Clean sheet dari kartu kuning atau merah di partai puncak juga menunjukkan sportivitas tinggi yang patut dicontoh. Changzhou menjadi saksi bahwa regenerasi pebulutangkis Merah-Putih terus berjalan dalam performa puncak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User