Fajar/Fikri Jinakkan Ganda Korea, Sabet Mahkota China Open 2026

Changzhou, Tiongkok – Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, mengukir sejarah dengan merebut gelar China Open 2026 setelah menundukkan pasangan Korea Selatan, Seo Seung-jae...

Jul 28, 2026 - 09:44
0 0
Fajar/Fikri Jinakkan Ganda Korea, Sabet Mahkota China Open 2026

Changzhou, Tiongkok – Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, mengukir sejarah dengan merebut gelar China Open 2026 setelah menundukkan pasangan Korea Selatan, Seo Seung-jae/Kang Min-hyuk, dalam duel tiga game yang mendebarkan. Skor akhir 2-1 (21-17, 20-22, 21-19) memastikan trofi BWF Super 1000 pertama bagi pasangan anyar ini.

Di hadapan penonton Changzhou Olympic Sports Centre, peringkat 5 dunia itu tampil penuh determinasi, membalikkan tekanan di game ketiga setelah sempat kehilangan momentum di game kedua. Kemenangan ini tidak hanya membalas kekalahan mereka di All England awal tahun, tetapi juga menegaskan status sebagai salah satu kandidat utama di panggung Olimpiade Los Angeles 2028.

Drama Tiga Game yang Menegangkan

Game pembuka langsung menyajikan tempo tinggi. Fajar/Fikri menggebrak dengan servis agresif dan rotasi depan-belakang yang solid. Tiga kali keunggulan dihuni oleh smes silang Fikri yang tak bisa dikembalikan Kang, menutup game 21-17 dalam 19 menit. Duo Korea mencoba bangkit dengan memperkuat pertahanan depan net, namun Fajar berkali-kali memaksa lawan melakukan kesalahan sendiri melalui drive tajam ke area tubuh.

Game kedua berjalan berbeda. Seo/Kang, juara dunia 2023, meningkatkan tempo pertahanan balik. Kedudukan sempat ketat 11-10 untuk interval, sebelum reli panjang 43 pukulan menandai titik balik. Pasangan Korea unggul tipis 20-18, namun Fajar/Fikri menyamakan kedudukan 20-20 lewat adu net yang ciamik. Sayang, dua kesalahan pengembalian dari Fajar membuat Indonesia menyerah 20-22, memaksa rubber game.

Di game pamungkas, Fajar/Fikri menunjukkan mental juara. Tertinggal 5-8, mereka mengejar hingga 11-10 melalui variasi servis pendek yang dikombinasikan dengan serangan cepat. Pasca interval, perolehan angka berlangsung ketat hingga 17-17. Momentum berubah ketika Fikri melakukan intercept mematikan di depan net, memaksa pengembalian tanggung yang dihukum Fajar dengan smash lurus. Skor 19-17, 20-18, dan akhirnya ditutup 21-19 lewat pukulan tipuan drop shot yang mengecoh Seo. Total durasi pertandingan: 83 menit.

Kunci Kemenangan: Agresivitas dan Kekompakan Rotasi

Statistik pertandingan mengungkap dominasi tertentu dari pasangan Indonesia. Dari total 113 poin yang dimenangi, Fajar/Fikri mencatatkan 24 smash winner berbanding 18 milik lawan, serta unggul dalam poin dari net play (15 vs 10). Meski penguasaan rally panjang sedikit berpihak pada Korea (21 vs 18 poin pada rally di atas 20 pukulan), duet Merah Putih mampu mencatatkan efisiensi serangan lebih tinggi: 42% poin dari serangan langsung berhasil, sementara Korea hanya 33%.

Fikri menjadi motor serangan di paruh pertama, sedangkan Fajar tampil sebagai jenderal lapangan yang mengatur irama dan membaca celah. “Kami memang merancang untuk terus menekan sejak awal agar Seo/Kang tidak nyaman mengembangkan permainan lob-lob panjang mereka,” ujar Fikri seusai laga. Rotasi mereka yang cair banyak disebut sebagai peningkatan signifikan sejak dipasangkan pada 2025 lalu.

Reaksi dan Kutipan Pelatih

“Saya sangat bangga dengan perkembangan mereka. Fajar dan Fikri sekarang sudah saling memahami ritme masing-masing. Hari ini mereka bermain sabar dan taktis, bahkan saat kehilangan game kedua mereka tetap tenang. Ini kemenangan yang layak,” kata pelatih ganda putra Indonesia, Aryono Miranat, di mixed zone.

Di sisi lain, Kang Min-hyuk mengakui keunggulan lawan: “Mereka sangat kuat di area depan net hari ini. Servis pendek mereka sulit ditebak, dan setiap kami coba angkat, Fajar sudah siap menghantam.”

Jejak Menuju Podium

Gelar ini merupakan bagian dari perjalanan impresif Fajar/Fikri sepanjang 2026. Sebelumnya mereka menjadi runner-up di Malaysia Open dan Indonesia Open, serta semifinalis All England. Kini dengan 5 gelar BWF World Tour sepanjang tahun, mereka menyalip unggulan China untuk memuncaki ranking Race to Finals. China Open menjadi turnamen Super 1000 kedua yang mereka menangi setelah sebelumnya mempersembahkan kemenangan di Indonesia Open.

Dengan hasil ini, Indonesia kini mengemas dua gelar Super 1000 tahun ini melalui ganda putra, setelah Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando juga menjuarai Japan Open. Dominasi ganda putra Merah Putih menambah optimisme menatap Kejuaraan Dunia 2026 di Kopenhagen, dua bulan mendatang.

Fajar/Fikri akan kembali berlaga di Denmark Open minggu depan dengan status unggulan pertama. “Kami tidak ingin jemawa. Ini baru satu langkah. Target kami terus konsisten dan mempertahankan level permainan,” ujar Fajar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User