Fajar/Fikri Gebuk Unggulan China, Tembus Final Denmark Open 2025
Skor akhir 21-19, 21-17 menjadi saksi keganasan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di Jyske Bank Arena, Sabtu (18/10) malam WIB. Ganda putra Indonesia ini sukses melumat pasangan China Liang Wei Ken...
Skor akhir 21-19, 21-17 menjadi saksi keganasan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di Jyske Bank Arena, Sabtu (18/10) malam WIB. Ganda putra Indonesia ini sukses melumat pasangan China Liang Wei Keng/Wang Chang dalam laga semifinal Denmark Open 2025 yang berlangsung sengit selama 52 menit. Kemenangan ini memastikan tiket final turnamen BWF Super 750 bagi Fajar/Fikri, sekaligus memutus rekor buruk mereka atas unggulan kedua asal China tersebut.
Sejak menit pertama, intensitas pertandingan langsung terasa tinggi. Fajar/Fikri yang tampil dengan formasi menekan di depan net berhasil memaksa Liang/Wang melakukan banyak kesalahan sendiri. Penguasaan bola di area depan menjadi kunci utama kemenangan Indonesia, dengan catatan 68% penguasaan area net dibandingkan 32% milik lawan. Shots on target dari smes keras Fajar tercatat 12 kali, sementara Fikri menyumbang 8 kill shot yang mematikan.
Babak Pertama: Comeback Dramatis Fajar/Fikri
Memasuki gim pertama, Liang/Wang justru tampil percaya diri lebih dulu. Pasangan China yang mengandalkan rotasi cepat dan pertahanan kokoh sempat unggul 11-8 saat interval. Namun, Fajar/Fikri tidak panik. Mereka mulai mengubah strategi dengan memperbanyak pengembalian silang dan memancing lawan bermain di area belakang. Hasilnya, Indonesia berhasil menyamakan skor 15-15 sebelum akhirnya berbalik unggul 19-17.
Momen kritis terjadi di poin 20-19. Fajar yang berada di posisi belakang melepaskan smes menyilang yang tidak mampu dijangkau Wang Chang. Skor akhir 21-19 untuk Indonesia menutup gim pertama dalam 24 menit. Statistik menunjukkan Fajar/Fikri mencatatkan 85% keberhasilan servis pertama, lebih baik dari lawan yang hanya 72%. Pelatih ganda putra Indonesia, Aryono Miranat, terlihat bertepuk tangan di sela-sela jeda gim kedua.
“Kami bermain lebih sabar dan tidak terburu-buru. Kunci utamanya adalah fokus di setiap reli dan tidak memberi ruang bagi mereka untuk menyerang duluan,” ujar Fajar Alfian seusai pertandingan.
Babak Kedua: Dominasi dari Awal hingga Akhir
Memasuki gim kedua, Fajar/Fikri tampil semakin percaya diri. Mereka langsung tancap gas dan unggul 6-2 dalam empat menit pertama. Liang/Wang mencoba bangkit dengan mempercepat tempo permainan, namun justru sering melakukan kesalahan sendiri. Fikri yang bermain dengan formasi 1-1 di depan net berhasil memaksa Liang melakukan dua kali kesalahan pengembalian net yang berujung pada poin Indonesia.
Interval gim kedua berakhir dengan keunggulan 11-7 untuk Indonesia. Setelah jeda, Liang/Wang sempat memperkecil jarak menjadi 13-12, namun Fajar merespons dengan tiga smes beruntun yang membuat skor menjauh menjadi 16-12. Kartu kuning sempat dikeluarkan wasit untuk Wang Chang pada kedudukan 17-14 akibat protes berlebihan terhadap keputusan garis. Meski sempat terjadi adu reli panjang 34 pukulan di poin 18-16, Fajar/Fikri tetap tenang dan menutup gim kedua dengan skor 21-17 setelah Fikri melakukan drop shot tipis yang mengecoh Liang.
Sepanjang pertandingan, Indonesia mencatatkan penguasaan bola 58% berbanding 42% untuk China. Total shots on target Indonesia mencapai 20 berbanding 14 milik lawan. Fajar/Fikri juga hanya melakukan 3 kali kesalahan sendiri, jauh lebih sedikit dibandingkan 11 kesalahan yang dilakukan Liang/Wang. Clean sheet dalam hal servis tidak terjadi, namun keduanya berhasil memenangkan 78% poin dari servis pertama mereka.
Kunci Kemenangan: Ketangguhan Mental dan Variasi Serangan
Kemenangan ini menjadi sangat spesial karena sebelumnya Fajar/Fikri selalu kalah dalam dua pertemuan terakhir melawan Liang/Wang. Perubahan taktik yang dilakukan pelatih, terutama dalam hal rotasi posisi dan penempatan bola, terbukti efektif. Fajar yang biasanya bermain di belakang lebih sering maju ke depan untuk melakukan intercept, sementara Fikri yang dikenal dengan pertahanan solid justru menjadi eksekutor utama di lini belakang.
Data menunjukkan bahwa Fajar/Fikri berhasil memenangkan 14 dari 20 poin yang dimulai dari pengembalian servis pendek. Mereka juga unggul dalam adu netting, dengan 9 kemenangan dari 12 percobaan. Variasi serangan yang dilakukan membuat Liang/Wang kesulitan membaca arah bola. Dari total 38 smes yang dilepaskan Indonesia, 20 di antaranya menghasilkan poin langsung, sebuah persentase efisiensi yang sangat tinggi di level turnamen Super 750.
Dengan hasil ini, Indonesia dipastikan memiliki wakil di partai final ganda putra Denmark Open 2025. Fajar/Fikri akan menunggu pemenang antara pasangan Korea Selatan dan wakil tuan rumah Denmark yang bertanding di semifinal lainnya. Ini menjadi final pertama mereka di turnamen BWF World Tour Super 750 sejak tahun 2023, dan menjadi modal berharga menjelang turnamen-turunan berikutnya di Eropa.
“Kami tidak mau terbawa euforia. Final besok adalah pertandingan baru. Kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin, baik secara fisik maupun mental,” tambah Muhammad Shohibul Fikri. Pertandingan final dijadwalkan berlangsung Minggu (19/10) mulai pukul 14.00 waktu setempat di Jyske Bank Arena. Dukungan penuh dari publik Indonesia diharapkan mampu membawa Fajar/Fikri meraih gelar juara pertama mereka musim ini.
Comments (0)