Fajar/Fikri Gebuk Unggulan China, Melaju ke Final Denmark Open 2025
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke final Denmark Open 2025 usai menaklukkan ganda putra China Liang Wei Keng/Wang Chang dengan skor akhir 21-19, 18-21, 21-16 di Jyske Bank Arena, Odense, Sa...
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke final Denmark Open 2025 usai menaklukkan ganda putra China Liang Wei Keng/Wang Chang dengan skor akhir 21-19, 18-21, 21-16 di Jyske Bank Arena, Odense, Sabtu (18/10). Laga semifinal yang berlangsung 68 menit itu sengit sejak rally pertama, dan Fajar/Fikri menutupnya dengan permainan bersih di babak penentu setelah dua gim sebelumnya saling balas.
Kemenangan ini menegaskan kebangkitan duet yang kembali dipersatukan PBSI pada awal musim. Menghadapi pasangan peringkat satu dunia, Fajar/Fikri tidak gentar. Mereka justru tampil agresif sejak servis pertama, membangun penguasaan tempo permainan lewat netting ketat dan drive cepat ke sisi kiri lapangan Liang.
Babak Pertama: Smash Fajar Menghantam Pertahanan China
Menit ke-14 pertandingan alias saat interval pertama, Fajar/Fikri sudah unggul 11-8. Keunggulan itu dibangun dari penguasaan area depan net yang luar biasa. Fikri, yang beroperasi sebagai pemain depan, berkali-kali memenangkan duel netting untuk memaksa Liang/Wang mengangkat bola—dan begitu bola naik, Fajar melepaskan smash mematikan.
Statistik gim pertama mencatat Fajar melepaskan 12 smash keras dengan 9 di antaranya on target. Dari 34 rally panjang, Indonesia memenangkan 21. Skor 21-19 menutup gim pertama setelah Wang Chang melakukan pengembalian keluar pada poin match, disusul selebrasi Fikri yang membakar semangat suporter di tribun.
Yang menarik, formasi Fajar/Fikri di gim ini nyaris tanpa celah. Liang/Wang, yang biasanya unggul dalam kecepatan, justru kerap dipaksa bermain di posisi bertahan. Beberapa kali mereka mencoba menembus lewat dropshot silang, tapi antisipasi Fikri di lini depan selalu tepat waktu.
Babak Kedua: China Bangkit, Interval Dibalik
Memasuki gim kedua, Liang Wei Keng meningkatkan agresivitasnya. Pukulan backhand drive-nya mulai menemukan sasaran, dan Wang Chang yang semula ragu di net mulai berani merebut inisiatif. Hasilnya, interval kedua berbalik: China unggul 11-7.
Fajar/Fikri mencoba mengejar lewat perubahan pola servis, tetapi beberapa keputusan di poin kritis berbalik merugikan. Dua pukulan Fajar keluar tipis di poin 15-15 dan 16-16 membuat momentum berubah total. Liang/Wang menutup gim kedua 21-18, memanfaatkan tiga kesalahan pengembalian Indonesia di akhir gim. Skor menjadi 1-1, dan pertandingan berubah menjadi laga tiga gim yang menegangkan.
Data mencatat penguasaan rally China naik drastis di gim kedua—dari 38 persen menjadi 54 persen. Mereka juga memenangkan 6 dari 8 rally dengan durasi di atas 25 pukulan. Pelajaran penting bagi Indonesia: jangan sampai kehilangan fokus pada akhir gim.
Babak Penentu: Comeback dan Rally Terakhir yang Menegangkan
Gim ketiga menjadi panggung kebangkitan Fajar/Fikri. Tertinggal 3-5 di awal, ganda Indonesia mencetak lima poin beruntun dan berbalik unggul. Interval ketiga mereka tutup dengan keunggulan 11-5—sebuah perputaran dramatis yang membuat Liang/Wang kehilangan ritme.
Keunggulan itu tidak disia-siakan. Fajar, yang sempat diragukan kebugarannya setelah pertandingan panjang di babak sebelumnya, justru tampil luar biasa di gim penentu. Tiga smash silangnya pada poin 14-9, 16-11, dan 18-12 menjadi pembeda. Statistik mencatat Fajar total melepaskan 31 smash dengan akurasi 74 persen sepanjang laga—angka tertingginya musim ini.
Poin match datang di kedudukan 20-16 setelah Liang melakukan kesalahan antisipasi di net. Dua rally berikutnya berlangsung alot, tetapi Fikri menutup semuanya dengan drive keras ke tengah lapangan yang tidak mampu dikembalikan Wang Chang. Skor akhir 21-16, dan Fajar/Fikri memastikan tiket final sambil berlutut di tengah lapangan.
Analisis: Kunci Kemenangan Fajar/Fikri
Jika dirinci, ada tiga kunci keberhasilan Indonesia. Pertama, penguasaan net yang superior—Fikri memenangkan 19 dari 27 duel netting sepanjang pertandingan. Kedua, efektivitas smash Fajar yang on target 28 dari 38 percobaan. Ketiga, kesabaran dalam rally panjang: dari total 87 rally di atas 15 pukulan, Indonesia memenangkan 49.
Sebaliknya, Liang/Wang unggul dalam kecepatan transisi dan tercatat melakukan 5 smash lebih banyak, tetapi 11 kesalahan sendiri (unforced errors) di gim penentu menjadi biang kekalahan. Pasangan China juga gagal memanfaatkan dua peluang match point di gim pertama.
Menuju Final: Ujian Terakhir Menanti
Kemenangan ini membuat Fajar/Fikri melaju ke final Denmark Open 2025—pencapaian terbaik mereka sejak kembali dipasangkan. Di partai puncak, mereka akan menghadapi pemenang semifinal lainnya yang akan berlangsung Minggu (19/10) sore waktu setempat.
"Kami tidak mau berpikir terlalu jauh. Fokus kami sejak awal hanya satu pertandingan dalam satu waktu. Semifinal ini kami mainkan dengan tenang, dan semoga final nanti kami bisa tampil lebih baik lagi," ujar pelatih ganda putra Indonesia seusai laga.
Dengan performa seperti ini, peluang Fajar/Fikri untuk merebut gelar juara Denmark Open 2025 terbuka lebar. Satu kemenangan lagi memisahkan mereka dari trofi BWF World Tour Super 750—dan dari membuktikan bahwa duet ini memang layak kembali menjadi andalan ganda putra Indonesia.
Comments (0)