Fajar Alfian / Fikri Sabet Mahkota Japan Open 2026
Tokyo, 19 Juli 2026 — Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, berhasil merebut gelar juara Japan Open 2026 setelah melalui duel sengit tiga game melawan wakil Korea Selatan,...
Tokyo, 19 Juli 2026 — Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, berhasil merebut gelar juara Japan Open 2026 setelah melalui duel sengit tiga game melawan wakil Korea Selatan, Kim Won-ho dan Seo Seung-jae, di Tokyo Gymnasium. Skor akhir 21-18, 19-21, 21-14 menjadi bukti ketangguhan mental pasangan yang baru dipasangkan sejak awal musim ini, sekaligus memperpanjang dominasi Indonesia di sektor ganda putra level Super 750.
Pertandingan yang berlangsung selama 68 menit itu menyajikan tempo tinggi sejak rally pembuka. Kedua pasangan saling berbalas serangan cepat dan pertahanan rapat yang memaksa terjadinya reli-reli panjang di atas 30 pukulan. Fajar/Fikri, yang menempati unggulan keempat, tampil lebih klinis di game pertama dan ketiga, sementara Kim/Seo sempat merebut momentum di game kedua dengan perubahan pola servis dan penempatan shuttlecock yang menyulitkan.
Dominasi Game Pertama Lewat Serangan Cepat
Game pertama dibuka dengan agresivitas Fajar/Fikri yang langsung menerapkan tekanan di depan net. Menit ketiga, Fikri sudah melepaskan tiga kali intercept kill yang memaksa lawan bermain angkat shuttle, memberi kesempatan Fajar melancarkan smash dari belakang. Strategi ini berbuah keunggulan 11-8 di interval. Pasangan Merah Putih mencatatkan tujuh poin dari serangan langsung dan hanya membuat dua unforced error, bandingkan dengan Kim/Seo yang kehilangan empat poin dari kesalahan sendiri. Fajar berperan sebagai playmaker dengan pengembalian bola ke area kosong, sementara Fikri menjadi eksekutor di depan net. Di menit ke-14, sebuah drive panjang 43 pukulan dimenangkan Fajar/Fikri lewat net drop tipis yang tidak mampu dijangkau Seo. Mereka menutup game pertama 21-18 setelah 19 menit permainan, dengan statistik shots on target mencapai 64 persen dari total 25 attempt.
Kebangkitan Korea di Game Kedua
Kim/Seo memasuki game kedua dengan formasi lebih defensif namun siap melakukan counter-attack. Mereka mengubah pola servis menjadi lebih banyak flick serve ke belakang untuk memecah konsentrasi Fajar/Fikri. Hasilnya, lima poin pertama langsung direbut pasangan Korea yang memimpin 5-1. Pelatih ganda putra Indonesia meminta penyesuaian posisi, namun momentum sudah berpihak pada lawan. Seo Seung-jae mempertajam pertahanan dengan beberapa drive paralel ke tubuh Fikri, memaksa pengembalian lemah yang mudah dipotong Kim. Interval game kedua menjadi milik Korea dengan skor 11-8. Selepas jeda, Fajar/Fikri sempat mengejar hingga 15-15 melalui serangkaian smash menyilang Fikri yang akurat, namun Kim menunjukkan kelasnya di depan net. Tiga kesalahan beruntun dari pengembalian drive datar membuat Indonesia kehilangan kontrol. Game kedua ditutup dengan skor 19-21 setelah reli marathon 49 pukulan, diakhiri bola menyangkut di net yang membelok ke luar lapangan Indonesia. Statistik unforced error meningkat menjadi delapan kesalahan dibanding game pertama yang hanya dua.
Game Penentuan: Taktik Jitu Amankan Gelar
Memasuki game ketiga, Fajar/Fikri melakukan penyesuaian taktik signifikan. Mereka menghindari drive menyilang yang mudah diantisipasi dan lebih sering mengarahkan shuttlecock ke garis tengah untuk membatasi sudut lawan. Pada menit ke-5, Fajar melepaskan rentetan smash dari baseline dengan kecepatan rata-rata 350 km/jam, tiga di antaranya tidak mampu dikembalikan Kim. Indonesia unggul 11-7 di interval. Statistik menunjukkan 71 persen penguasaan rally oleh Fajar/Fikri pada game ini, dengan 15 persen di antaranya berujung poin lewat smash winner. Kim/Seo terlihat mulai kehabisan tenaga setelah beberapa kali harus diving untuk menyelamatkan drop shot tajam Fikri. Di kedudukan 17-12, reli dramatis 37 pukulan dimenangkan Indonesia berkat flick net silang Fikri yang memukau penonton. Fajar/Fikri menutup laga dengan smash keras Fajar yang menyentuh garis belakang, diulang melalui tinjauan VAR—atau dalam bulu tangkis disebut hawkeye review—yang memastikan bola masuk. Skor akhir 21-14 menggenapi kemenangan rubber game dalam 68 menit, mencatatkan total 38 winners dan 16 unforced errors sepanjang laga.
Jalan Menuju Tahta Juara
Perjalanan Fajar/Fikri ke podium juara tidaklah mudah. Di babak pertama, mereka menyingkirkan ganda tuan rumah dengan dua game langsung. Perempat final mempertemukan mereka dengan unggulan delapan asal Malaysia, yang berhasil mereka taklukkan 21-16, 22-20 setelah menyelamatkan satu game point. Di semifinal, mereka menghadapi pasangan China yang merupakan juara bertahan, dan menang rubber game dramatis 17-21, 21-14, 21-19 dalam 82 menit—pertandingan terlama mereka di turnamen ini. Statistik akumulatif mereka sepanjang turnamen menunjukkan peningkatan signifikan dalam efektivitas serangan dengan rata-rata 24 smash winner per laga dan efisiensi net kill sebesar 58 persen. Duet ini juga menunjukkan chemistry yang semakin matang, terbukti dari hanya 12 kali kesalahan komunikasi sepanjang lima laga yang mereka lakoni.
Pelatih ganda putra Indonesia, yang turut merayakan di tepi lapangan, menyampaikan pujiannya.
"Pertandingan ini memperlihatkan karakter sebenarnya dari Fajar dan Fikri. Mereka bisa bangkit setelah kehilangan game kedua dan tetap tenang di bawah tekanan. Ini kemenangan yang membangun kepercayaan diri jelang Kejuaraan Dunia bulan depan. Taktik servis yang mereka ubah di game ketiga adalah kunci, sesuai dengan data latihan kami bahwa Kim/Seo lemah di penerimaan servis menyilang,"ujarnya selepas pertandingan.
Dengan hasil ini, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri naik ke peringkat tiga dunia, mempertegas posisi Indonesia sebagai kekuatan utama di sektor ganda putra. Trofi Japan Open 2026 menjadi gelar Super 750 pertama bagi mereka sebagai pasangan, sekaligus menambah koleksi kemenangan head-to-head atas Kim/Seo menjadi 3-1 musim ini. Penampilan konsisten mereka di turnamen bergengsi Asia ini diprediksi akan menjadi modal berharga dalam misi mendulang medali di Olimpiade Los Angeles 2028.
Comments (0)