Ezri Konsa Jadi Tembok Pertahanan Aston Villa Kala Kalahkan Leicester 2-1

Skor akhir 2-1 menjadi milik Aston Villa saat menjamu Leicester City di Villa Park, Birmingham, pada 4 Januari 2025. Ross Barkley membawa tuan rumah unggul di menit ke-58, sebelum Leon Bailey mengunci...

Ezri Konsa Jadi Tembok Pertahanan Aston Villa Kala Kalahkan Leicester 2-1

Skor akhir 2-1 menjadi milik Aston Villa saat menjamu Leicester City di Villa Park, Birmingham, pada 4 Januari 2025. Ross Barkley membawa tuan rumah unggul di menit ke-58, sebelum Leon Bailey mengunci kemenangan di menit ke-76 lewat assist yang diukir Youri Tielemans. Leicester sempat memimpin lebih dulu di menit ke-31 melalui skema serangan balik cepat, tetapi malam itu hanya ada satu nama yang paling mencuri perhatian: Ezri Konsa, bek tengah bernomor punggung 4 asal Inggris yang tampil seperti tembok hidup di jantung pertahanan The Villans.

Penampilan Konsa sepanjang laga nyaris sempurna. Ia memenangi 5 dari 6 duel udara, mencatat 9 clearance, 4 tekel sukses, dan satu blok tembakan krusial yang menyelamatkan gawang Emiliano Martínez. Lebih impresif lagi, tidak ada satu pun dribel pemain Leicester yang berhasil melewatinya selama 90 menit penuh. Saat rekan setimnya sibuk membangun serangan, Konsa bekerja dalam sunyi di belakang, dan justru dari kerja senyap itulah tiga poin Aston Villa lahir.

Babak Pertama: Formasi 4-2-3-1 dan Tembok yang Belum Retak

Unai Emery kembali menurunkan starting XI dengan formasi 4-2-3-1, memasang Konsa berduet dengan Pau Torres di jantung pertahanan, sementara Boubacar Kamara dan Youri Tielemans bertugas sebagai double pivot di depan lini belakang. Sejak menit awal, tuan rumah menguasai alur bola dengan penguasaan mencapai 62 persen di 20 menit pertama, tetapi Leicester yang tampil pragmatis justru mencetak gol lebih dulu di menit ke-31 lewat serangan balik yang memanfaatkan celah di sisi kanan pertahanan Villa.

Gol itu menjadi satu-satunya noda pada catatan Konsa malam itu. Setelah kebobolan, bek berusia 27 tahun ini langsung mengubah ritme. Ia mulai lebih agresif keluar dari garis pertahanan untuk memutus bola di lini tengah, dan skema itu terbukti efektif: hingga turun minum, Leicester hanya mencatat 1 shots on target dari total 4 percobaan. Sementara itu, Villa terus menekan lewat sayap, dengan Jacob Ramsey dan Morgan Rogers bergantian menusuk dari sisi kiri.

Babak Kedua: Kebangkitan Villa dan Assist Kunci Tielemans

Memasuki babak kedua, Emery tetap percaya pada rencana awalnya. Menit ke-58, gol penyama kedudukan akhirnya datang. Berawal dari sapuan Konsa yang memutus serangan Leicester, bola dialirkan cepat ke lini tengah, lalu Lucas Digne melepaskan umpan silang terukur yang disambut Ross Barkley dengan tendangan first-time ke sudut jauh gawang. Skor menjadi 1-1, dan Villa Park langsung bergemuruh.

Energi tuan rumah semakin membara. Menit ke-63, Leicester sempat merayakan gol keduanya, namun wasit menganulirnya setelah pemeriksaan VAR karena posisi offside yang jelas pada penyerangnya. Momentum itu tak disia-siakan Villa. Menit ke-76, giliran Leon Bailey yang memecah kebuntuan: umpan terobosan Youri Tielemans diteruskan dengan tembakan melengkung yang tak mampu dijangkau kiper Leicester. Skor akhir 2-1 untuk tuan rumah, dan itu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Analisis Ezri Konsa: Nomor 4 yang Menjadi Penerjemah Taktik

Yang membuat penampilan Konsa istimewa bukan sekadar angka. Dalam sistem Emery yang mengandalkan build-up dari belakang, Konsa mencatat akurasi operan 92 persen dari 71 umpan, tertinggi di antara pemain bertahan di lapangan malam itu. Ia juga tercatat sebagai pemain dengan sentuhan bola terbanyak di kubu Villa dengan 89 sentuhan, sebuah sinyal bahwa ia bukan sekadar pemutus serangan, melainkan titik awal serangan.

Di sisi disiplin, laga ini berjalan keras. Kartu kuning pertama keluar di menit ke-67 untuk Boubacar Kamara menyusul pelanggaran taktis di tengah lapangan. Di kubu tamu, Wilfred Ndidi menerima kartu kuning di menit ke-73. Beruntung tak ada kartu merah malam itu, meski duel antara Konsa dan penyerang Leicester di menit ke-81 sempat memicu ketegangan di pinggir lapangan.

"Ezri adalah pemain yang memahami permainan dengan sangat baik. Ia membaca situasi lebih cepat daripada siapa pun di lapangan. Kemenangan ini dibangun dari kerja keras lini belakang," ujar Unai Emery usai laga.

Catatan Statistik dan Dampak di Klasemen

Secara keseluruhan, penguasaan bola akhir tercatat 58 persen untuk Aston Villa berbanding 42 persen untuk Leicester. Tuan rumah melepaskan 15 tembakan dengan 7 shots on target, sementara tamu hanya mampu membalas 9 tembakan dan 3 shots on target. Clean sheet memang tidak tercapai karena gol Leicester di babak pertama, tetapi kontribusi Konsa dalam menekan jumlah peluang lawan tidak bisa diabaikan.

Kemenangan ini menjaga Aston Villa tetap bersaing di papan tengah atas klasemen sementara Premier League. Bagi Ezri Konsa, malam di Villa Park ini menjadi bukti lain bahwa ia layak menjadi pilihan utama di lini belakang. Dengan performa seperti ini, bukan tidak mungkin namanya kembali masuk dalam pertimbangan skuad Timnas Inggris pada jeda internasional berikutnya, sebuah cerita yang pantas diingat dari kemenangan 2-1 yang membungkam tamu asal Midlands Timur itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User