Extra Time Dramatis, Argentina Singkirkan Tanjung Verde dan Lolos ke 16 Besar
Skor akhir 2-1. Angka itu menutup 120 menit pertandingan penuh emosi antara Argentina dan Tanjung Verde pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Miami Gardens, Jumat (03/07/2026). Kedua ...
Skor akhir 2-1. Angka itu menutup 120 menit pertandingan penuh emosi antara Argentina dan Tanjung Verde pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Miami Gardens, Jumat (03/07/2026). Kedua gol kemenangan lahir justru saat extra time berlangsung, dan Lionel Messi sekali lagi tampil sebagai sosok penentu ketika Albiceleste nyaris saja tersandung lawan yang datang sebagai underdog total. Hasil ini mengantar Argentina ke babak 16 besar, sementara Tanjung Verde harus pulang meski sempat membuat seluruh stadion terdiam lewat kejutan di babak pertama.
Babak Pertama: Kejutan dari Blok Rendah Tanjung Verde
Lionel Scaloni menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3 standar: Emiliano Martinez di bawah mistar, lini belakang Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, dan Nicolas Tagliafico, didukung trio tengah Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, serta Alexis Mac Allister. Di lini depan, Messi bermain bersama Julian Alvarez dan Nico Gonzalez. Sementara itu, pelatih Bubista menyusun Tanjung Verde dalam formasi 5-4-1 kompak dengan niat jelas: blok rendah, lalu menyerang balik.
Rencana itu hampir sempurna. Penguasaan bola babak pertama mencapai 72 persen untuk Argentina, tetapi hanya menghasilkan empat shots on target dari 14 percobaan. Semua berubah pada menit ke-44. Jamiro Monteiro memutus lini tengah Argentina dengan umpan terobosan, dan kapten Ryan Mendes melepaskan tembakan first-time yang menembus Emiliano Martinez. 1-0 untuk Tanjung Verde menjelang turun minum, dan Stadion Miami mendadak sunyi.
Gol Penyelamat di Menit ke-90+4
Babak kedua berjalan satu arah. Argentina menaikkan intensitas pressing, dan peluang datang bergelombang. Menit ke-61, Julian Alvarez menyambut umpan silang Molina dan mengguncang jaring, namun VAR membatalkan gol tersebut karena Alvarez berada dalam posisi offside tipis. Menit ke-73, bek Tanjung Verde Sidney Lopes Cabral menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran taktik pada Messi yang mulai sulit dihentikan. Kiper Vozinha tampil heroik dengan delapan penyelamatan, termasuk menghalau dua tandukan keras dari Romero dan sundulan Mac Allister.
Ketika papan waktu menunjukkan empat menit tambahan, segalanya tampak sudah selesai. Namun tepat pada menit ke-90+4, sepak pojok Messi menemukan kepala Lautaro Martinez yang masuk menggantikan Gonzalez, dan sundulan tajamnya tak mampu dibaca Vozinha. 1-1. Statistik akhir waktu normal mencatat penguasaan bola 70-30 dan shots on target 9-2 untuk Argentina.
Extra Time: VAR Kembali Bersuara, Messi Menjawab
Drama belum usai. Menit ke-98, Messi melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang masuk cantik ke sudut jauh, tetapi VAR sekali lagi ikut campur dan menganulir gol itu karena sang kapten dipastikan offside sepersekian detik saat bola dimainkan. Tekanan mental pun meningkat, terlihat dari kartu kuning tambahan bagi De Paul dan Roberto Lopes dalam rentang lima menit.
Jawaban akhirnya datang pada menit ke-105+2. Messi menerima bola di sisi kanan, melakukan dribel singkat melewati Cabral, lalu melepaskan tembakan rendah presisi tinggi yang merobek sela kaki Vozinha. 2-1. Gol ke-14 Messi di panggung Piala Dunia itu memecah kebuntuan emosi dan praktis mematikan perlawanan Tanjung Verde yang mulai kehabisan tenaga.
Catatan Taktik dan Jalan Menuju 16 Besar
Kunci kemenangan Argentina ada pada kesabaran struktur serangan. Scaloni bahkan mengubah formasi menjadi 3-4-3 di extra time dengan menaikkan Tagliafico sebagai wing-back, menciptakan overload di sisi kiri yang akhirnya melebarkan ruang gerak Messi di kanan. Sementara itu, Tanjung Verde layak mendapat apresiasi: blok rendah mereka sukses menahan 27 percobaan tembakan selama 100 menit pertama pertandingan.
'Kami tahu mereka akan bertahan sangat dalam. Yang kami butuhkan hanya kesabaran dan satu momen individu,' ujar Scaloni usai laga. Di sisi lain, Bubista bangga dengan anak asuhnya: 'Mereka bermain melawan salah satu tim terbaik dunia tanpa rasa takut sedikit pun.' Selanjutnya, Argentina akan menunggu pemenang duel Meksiko versus Swiss di babak 16 besar, dengan misi melanjutkan langkah membela gelar juara dunia.
Comments (0)