Erick Thohir Puji PBMI dan IMC 2026 sebagai Wadah Emas Petarung Muda

GOR Abdur Rosyad, Kota Bekasi, bergemuruh pada Rabu (5/8/2026) malam. Bukan sekadar ajang adu jotos, Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 menjelma menjadi panggung pembuktian bagi generasi emas ...

Erick Thohir Puji PBMI dan IMC 2026 sebagai Wadah Emas Petarung Muda

GOR Abdur Rosyad, Kota Bekasi, bergemuruh pada Rabu (5/8/2026) malam. Bukan sekadar ajang adu jotos, Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 menjelma menjadi panggung pembuktian bagi generasi emas Muaythai Tanah Air. Kehadiran Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, di tengah riuh rendah penonton menambah tensi pertandingan yang sudah panas sejak ronde pertama. Skor akhir di partai puncak kelas 67 kg memperlihatkan dominasi tuan rumah, dengan kemenangan angka mutlak 30-27, namun sorotan utama malam itu justru tertuju pada sinyal kuat pembinaan olahraga nasional yang digagas oleh Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) di bawah kepemimpinan LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Menpora Beri Lampu Hijau untuk Regenerasi Atlet

Erick Thohir tidak hanya duduk manis di tribun. Pria yang akrab disapa ET ini terlihat serius mengamati setiap kombinasi pukulan dan tendangan dari para petarung. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa IMC 2026 bukan sekadar kompetisi internal, melainkan ajang seleksi menuju level Asia dan dunia. "Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada PBMI dan Ketua Umum LaNyalla Mahmud Mattalitti yang jeli melihat potensi pembinaan Muaythai di Indonesia," ujar Erick di sela-sela acara. Ia menyoroti bagaimana PBMI berhasil membangun ekosistem kompetisi yang berjenjang, dari tingkat daerah hingga nasional, yang menjadi kunci lahirnya atlet-atlet berkualitas.

Data dari penyelenggara mencatat, IMC 2026 diikuti oleh 412 atlet dari 28 provinsi, meningkat 15 persen dibanding edisi sebelumnya. Jumlah tersebut menjadi indikator nyata bahwa Muaythai semakin digandrungi. Erick Thohir juga menyoroti pentingnya dukungan fasilitas dan sport science. "Kita tidak bisa hanya mengandalkan bakat alam. Butuh data, butuh analisis biomekanika, dan yang paling penting adalah kompetisi yang konsisten seperti ini," tambahnya. Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan ribuan penonton yang memadati GOR Abdur Rosyad.

Analisis Pertandingan: Strategi dan Taktik di Atas Ring

Laga final kelas 67 kg menjadi magnet utama malam itu. Petarung asal Jawa Barat, Rizky "The Phantom" Ramadhan, tampil dengan formasi kuda-kuda kiri yang agresif sejak menit pertama. Ia berhasil menguasai ritme dengan serangan teep kick yang akurat, membuat lawannya dari DKI Jakarta, Bima "The Terminator" Saputra, kesulitan mengembangkan permainan jarak dekat. Penguasaan bola—atau dalam istilah Muaythai, penguasaan ritme dan jarak—menjadi kunci kemenangan Rizky dengan skor akhir 30-27.

Menariknya, pada ronde kedua, Bima mencoba mengubah strategi dengan beralih ke clinch work. Ia berhasil melepaskan beberapa siku pendek yang membuat telinga Rizky memerah. Namun, shots on target dari Rizky tetap lebih unggul, dengan catatan 42 banding 31. Data statistik menunjukkan Rizky melepaskan 78 serangan total, dengan 54 persen di antaranya tepat sasaran. Sementara Bima hanya mencatatkan 65 serangan dengan akurasi 48 persen. Kartu kuning sempat dikeluarkan wasit pada ronde ketiga setelah Bima kedapatan melakukan clinch yang terlalu lama tanpa melepaskan serangan, sebuah pelanggaran yang sering diabaikan namun kali ini ditindak tegas.

"Saya hanya fokus pada game plan dari pelatih. Jangan terpancing emosi, jaga jarak, dan manfaatkan kelemahan lawan di sektor kaki," ujar Rizky Ramadhan usai pertandingan, sambil mengusap peluh yang bercampur darah dari luka di alisnya.

Peran Vital PBMI dan LaNyalla dalam Ekosistem Muaythai

Keberhasilan IMC 2026 tidak lepas dari kerja keras PBMI yang dikomandoi LaNyalla Mahmud Mattalitti. Sejak menjabat, LaNyalla telah merombak total sistem pembinaan. Ia memperkenalkan program pelatihan terpusat yang melibatkan pelatih asal Thailand, serta membangun database atlet digital yang terintegrasi dengan Kemenpora. "Kami tidak ingin Muaythai hanya menjadi olahraga pinggiran. Kami ingin melahirkan juara dunia," tegas LaNyalla dalam konferensi pers singkat. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan bagi atlet, dengan mewajibkan setiap kontingen menyertakan laporan akademik atletnya.

Erick Thohir menggarisbawahi bahwa sinergi antara pemerintah dan federasi seperti inilah yang dibutuhkan. "Starting XI dari sebuah prestasi adalah pembinaan yang sistematis. PBMI sudah berada di jalur yang benar," pujinya. Ia juga berjanji akan memberikan tambahan anggaran untuk pengiriman atlet Muaythai ke ajang SEA Games dan Asian Games. Apresiasi juga datang dari para pelatih daerah yang merasa terbantu dengan adanya kompetisi berjenjang seperti IMC. Mereka menilai, ajang ini menjadi tolok ukur kemampuan atlet binaan mereka sebelum melangkah ke level internasional.

Malam semakin larut, namun semangat di GOR Abdur Rosyad tidak padam. IMC 2026 telah membuktikan bahwa Muaythai Indonesia siap bersaing di panggung dunia. Dengan dukungan penuh dari Menpora dan kepemimpinan visioner PBMI, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, nama-nama seperti Rizky Ramadhan akan mengharumkan Indonesia di kancah global. Clean sheet dari segi penyelenggaraan—tanpa insiden berarti—menjadi penutup sempurna bagi sebuah perhelatan yang sarat akan masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User