Erick Thohir Dukung Talenta Muda Lewat Festival Grassroots dan Liga Profesional
Lapangan hijau terus menjadi panggung yang menyatukan mimpi dan kenyataan pembinaan sepak bola Indonesia. Pada Rabu (8/7/2026), Ketua Umum PSSI Erick Thohi
Lapangan hijau terus menjadi panggung yang menyatukan mimpi dan kenyataan pembinaan sepak bola Indonesia. Pada Rabu (8/7/2026), Ketua Umum PSSI Erick Thohir tampak antusias menyaksikan putaran final Festival Grassroots Nasional U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026 di JEC Soccer Field, Bantul, Yogyakarta. Di saat yang hampir bersamaan, publik disuguhi performa gemilang penjaga gawang muda Persebaya Surabaya, Ernando Ari, yang terus mencuri perhatian di BRI Super League 2025/2026. Dua peristiwa ini bukan sekadar kebetulan; ia merepresentasikan orkestrasi pengembangan talenta dari akar rumput hingga panggung profesional yang kian digdaya.
Panggung Festival Grassroots: Lebih Dari Sekadar Kompetisi
JEC Soccer Field Bantul berubah menjadi laboratorium talenta saat Erick Thohir melangkah masuk dengan senyum lebar. Ribuan anak usia 10 dan 12 tahun berlari, menggiring bola, dan merayakan setiap gol dengan sorak-sorai yang autentik. Festival ini bukanlah turnamen biasa. Ini adalah bagian dari strategi besar PSSI untuk menjaring dan membentuk karakter pemain sejak usia dini. “Kami ingin memastikan bahwa talenta-talenta muda sejak usia dini mendapatkan wadah yang tepat untuk berkembang,” ujar Erick dalam sambutannya.
“Dari festival seperti ini, kami berharap lahir pemain-pemain hebat yang nantinya akan menghiasi Liga Super dan mungkin membela Timnas Indonesia. Kami tidak hanya mencari juara, tetapi juga membangun mentalitas pemenang.”
Data yang dihimpun PSSI menunjukkan bahwa lebih dari 1.200 peserta dari 34 provinsi berpartisipasi dalam edisi tahun ini, sebuah lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Festival ini juga menjadi ajang pemantauan bagi para pemandu bakat yang mencari intan-intan siap diasah. Erick menekankan bahwa program grassroots kini dilengkapi dengan kurikulum pengembangan yang mencakup aspek teknik, fisik, hingga kecerdasan emosional—sebuah langkah progresif yang jarang terlihat di level usia dini.
Ernando Ari: Cermin Sukses Pembinaan Berjenjang
Di Tangerang, Sabtu (16/8/2025), Ernando Ari menjadi tembok kokoh Persebaya saat berhadapan dengan Persita di Indomilk Arena. Kiper berusia 23 tahun itu tampil tenang, melakukan beberapa penyelamatan krusial yang menyelamatkan timnya dari kekalahan. Sorot matanya yang fokus dan refleksnya yang gesit adalah buah dari perjalanan panjang di level grassroots dan akademi. “Saya ingat betul bagaimana saya pertama kali mencintai sepak bola di festival-festival kecil di kampung halaman,” kenang Ernando dalam wawancara seusai laga.
“Saya bersyukur bisa tampil di liga profesional. Saya tidak akan berada di sini tanpa pembinaan sejak usia dini.”
Ernando bukanlah satu-satunya. Banyak pemain muda di BRI Super League musim ini yang merupakan alumni program pembinaan PSSI dan kompetisi grassroots. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa investasi pada usia dini tidak pernah sia-sia. PSSI mencatat, sejak 2024, 15 pemain lulusan program grassroots telah menandatangani kontrak profesional dengan klub-klub Liga 1 dan Liga 2—sebuah angka yang diyakini akan terus bertambah.
Jembatan Antara Mimpi dan Realita
Apa yang terjadi di Bantul dan di Indomilk Arena adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Festival Grassroots menjadi fondasi, sementara BRI Super League adalah etalase. PSSI di bawah komando Erick Thohir berupaya memotong jarak antara keduanya melalui sejumlah terobosan, seperti sertifikasi standar akademi klub dan program beasiswa untuk talenta berbakat dari daerah tertinggal. Tabel di bawah ini menggambarkan perbandingan sederhana antara kedua ajang tersebut sebagai satu ekosistem:
| Aspek | Festival Grassroots Nasional | BRI Super League |
|---|---|---|
| Fokus Usia | 10 – 12 tahun | Profesional (≥17 tahun) |
| Tujuan | Pembinaan karakter & teknik dasar | Kompetisi performa tinggi |
| Partisipasi 2025/2026 | 2.400+ peserta (termasuk regional) | 18 klub dengan rata-rata usia pemain 24,2 tahun |
| Peran PSSI | Penyelenggara langsung & kurikulum | Regulator kompetisi & lisensi klub |
Sinergi ini diperkuat dengan roadmap jangka panjang yang dicanangkan Erick Thohir hingga 2030. “Kami tidak bisa membangun tim nasional yang kuat dalam semalam. Harus ada pipa talenta yang berkelanjutan,” tegasnya. Dengan menghubungkan titik-titik dari festival lokal seperti di Bantul hingga panggung megah Liga Super, PSSI sedang menulis ulang narasi sepak bola Indonesia: dari sekadar mimpi menjadi realita yang terukur.
[SOCIAL_TWEET]: Dari Bantul ke Tangerang, PSSI Erick Thohir pastikan tak ada talenta yang terlewat. Festival Grassroots Piala Presiden 2026 jadi bukti komitmen pembinaan usia dini, sementara Ernando Ari buktikan lulusan grassroots bisa berkilau di BRI Super League. #SepakBolaIndonesia #ErickThohir #GrassrootsDay[SOCIAL_TG]: ⚽️ Erick Thohir hadiri Festival Grassroots U-10 & U-12 di Bantul, sementara Ernando Ari (eks-grassroots) tampil solid di Liga Super. PSSI jembatani mimpi jadi realita. Selengkapnya 👇
Comments (0)