Endrick Ukir Sejarah: Gol Debut dan Rekor Termuda Madrid di Liga Champions
Skor akhir 3-1. Real Madrid menutup laga pembuka fase liga Liga Champions 2024/2025 kontra VfB Stuttgart di Santiago Bernabéu, Rabu (18/9) dini hari WIB, dengan kemenangan yang jauh lebih dramatis da...
Skor akhir 3-1. Real Madrid menutup laga pembuka fase liga Liga Champions 2024/2025 kontra VfB Stuttgart di Santiago Bernabéu, Rabu (18/9) dini hari WIB, dengan kemenangan yang jauh lebih dramatis daripada yang tertera di papan skor. Dari seluruh galacticos yang turun ke lapangan, satu nama remaja mencuri seluruh sorotan: Endrick. Penyerang 18 tahun itu masuk dari bangku cadangan pada menit ke-80 dan hanya butuh seperempat jam untuk mencetak gol debutnya di Liga Champions pada menit ke-90+5, sekaligus menahbiskan diri sebagai pencetak gol termuda Real Madrid dalam sejarah kompetisi elite Eropa.
Babak Pertama: Stuttgart Berani Menekan, Courtois Jadi Tembok
Carlo Ancelotti menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3, mengandalkan trisula Kylian Mbappé, Vinícius Júnior, dan Rodrygo di lini depan. Namun Stuttgart asuhan Sebastian Hoeneß sama sekali tidak gentar. Tim tamu Jerman itu tampil dengan skema 4-2-3-1 berani, menerapkan pressing tinggi dan berulang kali membongkar pertahanan tuan rumah lewat transisi cepat.
Gawang Thibaut Courtois langsung mendapat ancaman serius di menit-menit awal. Kiper Belgia itu dipaksa melakukan penyelamatan krusial untuk menggagalkan peluang Enzo Millot, lalu kembali sigap membaca pergerakan Deniz Undiz yang menjadi ujung tombak serangan Die Schwaben. Di sisi lain, barisan pertahanan Stuttgart disiplin menjalankan jebakan offside yang beberapa kali menghentikan pergerakan eksplosif Vinícius Júnior. Babak pertama ditutup tanpa gol, dengan penguasaan bola yang nyaris berimbang — bukti bahwa Stuttgart datang ke Madrid bukan untuk sekadar menjadi penonton.
Babak Kedua: Drama Empat Gol Mengguncang Bernabéu
Pergantian babak langsung menghadirkan ledakan. Menit ke-46, Rodrygo melepaskan umpan matang dari sisi kanan yang disambut sontekan Kylian Mbappé di depan gawang. Skor 1-0 — gol perdana bintang Prancis itu untuk Real Madrid di pentas Liga Champions, sebuah momen yang ditunggu-tunggu publik Bernabéu.
Namun Stuttgart menolak menyerah. Menit ke-68, Deniz Undiz menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat penyelesaian dari jarak dekat menyambut situasi bola mati, gol yang membuat sektor suporter tamu bergemuruh. Tekanan demi tekanan Madrid akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-83: sepak pojok akurat Luka Modrić disambut tandukan keras Antonio Rüdiger yang menghunjam ke gawang mantan klubnya sendiri. Skor 2-1, dan Bernabéu kembali bernapas.
Menit ke-90+5: Endrick Menghapus Rekor Raúl yang Bertahan 29 Tahun
Lalu tibalah momen yang akan dikenang bertahun-tahun. Memasuki menit ke-90+5, Madrid melancarkan serangan balik cepat. Endrick menerima bola di area tengah, menggiringnya sendirian melewati garis pertahanan Stuttgart yang terlanjur naik, lalu — alih-alih mengoper ke rekan yang bebas — remaja Brasil itu melepaskan tembakan keras mendatar dari luar kotak penalti yang menembus sudut gawang Alexander Nübel. Skor akhir 3-1. Bernabéu meledak.
Gol itu bukan sekadar penutup pertandingan. Pada usia 18 tahun 58 hari, Endrick resmi menjadi pencetak gol termuda Real Madrid dalam sejarah Piala Eropa dan Liga Champions, mematahkan rekor legendaris Raúl González yang bertahan sejak 1995 silam — ketika sang ikon mencetak gol pada usia 18 tahun 113 hari. Rekor berusia hampir tiga dekade itu kini berpindah tangan kepada seorang remaja yang bahkan baru beberapa bulan menginjakkan kaki di Eropa.
Yang membuat catatan ini semakin impresif adalah efisiensinya. Endrick hanya bermain sekitar 15 menit, mencatatkan satu tembakan, satu gol. Ini adalah gol debut keduanya untuk Madrid di kompetisi berbeda — sebelumnya ia juga langsung mencetak gol pada debutnya di La Liga. Naluri mencetak golnya tampak tidak mengenal panggung, sebesar apa pun itu.
Angka di Balik Kemenangan Los Blancos
Secara statistik, laga ini jauh dari kata mudah bagi sang juara bertahan. Madrid mencatatkan penguasaan bola sekitar 51 persen berbanding 49 persen milik Stuttgart, dengan total tembakan yang juga berjarak tipis. Tuan rumah unggul dalam hal ketajaman dengan delapan shots on target berbanding enam milik tim tamu, sementara Courtois tampil sebagai pahlawan sunyi lewat deretan penyelamatan pentingnya di babak pertama. Pertandingan sendiri berjalan keras namun sportif, tanpa kartu merah dari wasit.
Dia punya kualitas yang tidak bisa dilatih: keberanian dan naluri gol. Dalam hitungan menit, dia bisa mengubah pertandingan. Itulah yang dimiliki para pemain spesial, ujar Ancelotti memuji penampilan singkat namun menentukan dari striker muda Brasil tersebut.
Tiga poin ini menjadi modal ideal Madrid mengawali perjalanan mempertahankan mahkota Eropa mereka di format baru fase liga. Namun lebih dari sekadar hasil, malam di Bernabéu ini menandai lahirnya babak baru: Endrick telah tiba di panggung terbesar sepak bola klub, dan ia datang bukan untuk belajar — melainkan langsung mencetak sejarah. Jika 15 menit pertamanya di Liga Champions sudah sedahsyat ini, Eropa patut bersiap menyambut apa yang akan datang berikutnya.
Comments (0)