Endrick Brace Emosional Antar Real Madrid ke Perempat Final
Skor akhir 3-1 untuk Real Madrid atas Celta Vigo memastikan Los Blancos melangkah ke babak perempat final Copa del Reyes, dengan sorotan utama jatuh pada penyerang muda Brasil, Endrick, yang mencetak ...
Skor akhir 3-1 untuk Real Madrid atas Celta Vigo memastikan Los Blancos melangkah ke babak perempat final Copa del Reyes, dengan sorotan utama jatuh pada penyerang muda Brasil, Endrick, yang mencetak brace sekaligus memperlihatkan selebrasi penuh emosi di depan publik Santiago Bernabeu. Pemain berusia 18 tahun itu kini sudah mengemas 4 gol sepanjang musim ini, angka yang menegaskan betapa penting perannya dalam rotasi skuad Zinedine Zidane di berbagai kompetisi.
Sejak peluit awal berbunyi, laga ini berjalan dengan tempo tinggi. Real Madrid memasang formasi 4-3-3 dengan tujuan menguasai lini tengah sejak menit pertama, sementara Celta Vigo memilih pendekatan counter-attack lewat skema 4-2-3-1 yang mengandalkan kecepatan di sayap kiri. Penguasaan bola mengarah ke tuan rumah sepanjang babak pertama, tercatat 62% penguasaan bola untuk Madrid berbanding 38% bagi tim tamu, dengan rasio tembakan yang juga timpang: 14 percobaan Madrid dengan 7 di antaranya shots on target, dibanding 5 tembakan Celta yang hanya 2 mengarah ke gawang.
Menit ke-17: Gol Pembuka yang Memecah Kebuntuan
Menit ke-17, momen pembuka lahir dari transisi cepat di sisi kanan pertahanan Celta. Umpan silang datar dari kotak penalti mampu diterima Endrick dengan kontrol dada yang tenang, sebelum ia melepaskan tembakan first-time ke sudut kiri bawah gawang. Kiper Celta sempat menebak arah bola, namun kecepatan tendangan membuatnya tak berdaya. Madrid unggul 1-0 dan stadion langsung meledak.
Celta tidak tinggal diam. Menit ke-31, mereka nyaris menyamakan kedudukan melalui skema tendangan bebas dari jarak 25 meter, namun bola membentur mistar gawang. Madrid merespons tiga menit kemudian ketika gelandang tengah mereka melakukan pressing tinggi dan merebut bola di sepertiga akhir lapangan. Umpan terobosan itu berujung pada tembakan yang masih bisa dimentahkan kiper. Skor 1-0 bertahan hingga jeda, dengan statistik sementara menunjukkan Madrid menghasilkan 3 big chances dibanding milik Celta yang baru satu.
Menit ke-58: Brace Endrick dan Selebrasi yang Menyentuh
Menit ke-58, Endrick mengubah papan skor menjadi 2-0. Berawal dari assist pendek satu-dua di sisi kiri, ia melepaskan diri dari kawalan bek tengah Celta dan menaklukkan kiper dengan tembakan melengkung ke tiang jauh. Gol itu memastikan brace pertamanya di Copa del Reyes musim ini dan menaikkan total gol pribadinya menjadi 4 gol dari semua kompetisi.
Yang menarik adalah selebrasi berikutnya. Endrick berlari menuju sudut lapangan, menunjuk ke langit-langit stadion, kemudian jatuh berlutut sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan. Rekan-rekan setahnya segera mengejarnya, membentuk lingkaran kecil di lapangan. Reaksi emosional itu memicu spekulasi media tentang pesan personal yang ingin ia sampaikan, sekaligus menegaskan tekanan yang harus dihadapi pemain muda di panggung sebesar ini.
"Kami tahu kualitas Endrick, tapi yang paling penting adalah cara dia merespons momen-momen sulit. Malam ini dia menunjukkan mentalitas yang luar biasa."
Celta Vigo memperkecil ketertinggalan pada menit ke-74 melalui gol yang lahir dari kemelut di kotak penalti, memanfaatkan bola rebound hasil sepakan pojok. Skor berubah menjadi 2-1 dan tensi pertandingan langsung meningkat. Madrid sempat kehilangan penguasaan bola selama sepuluh menit beruntun, tercatat Celta mencatat 4 shots on target beruntun pada fase tersebut.
Menit ke-89: Penutup yang Tegas
Menit ke-89, kerja keras Madrid membuahkan hasil. Dari skema sepak pojok, bola liar di muka gawang berhasil disundul pemain pengganti untuk menutup pertandingan dengan skor akhir 3-1. Madrid mengakhiri laga dengan total 19 tembakan, 9 di antaranya shots on target, sementara Celta mencatat 10 tembakan dengan 4 tepat sasaran. Penguasaan bola akhir menunjukkan angka 58% untuk Madrid dan 42% untuk Celta, cerminan dari dominasi bertahap yang mereka pertahankan meski sempat tertekan di menit-menit akhir.
Dari sisi disiplin, pertandingan berjalan cukup keras: total 4 kartu kuning dikeluarkan wasit, dua untuk Madrid dan dua untuk Celta. Tidak ada kartu merah, dan VAR sempat dipanggil dua kali — satu untuk memastikan status offside pada gol kedua Endrick (keputusan: tidak offside), serta satu insiden handball di kotak penalti Madrid yang akhirnya tidak diberikan.
Menuju Perempat Final
Dengan hasil ini, Real Madrid memastikan tiket perempat final Copa del Reyes dan memperpanjang rekor kemenangan beruntun di kompetisi ini. Performa Endrick menjadi headline utama: 2 gol, 1 peluang besar dimaksimalkan, dan akurasi tembakan 67% dalam penampilan yang berlangsung selama 82 menit sebelum ditarik keluar. Statistik pemain lain juga layak dicatat, khususnya gelandang yang mencatat 91% keberhasilan umpan dan 3 interception sepanjang laga.
Bagi Celta Vigo, kekalahan ini menutup perjalanan mereka di Copa del Reyes lebih awal dari harapan, meski catatan 42% penguasaan bola dan 10 tembakan menunjukkan mereka mampu bersaing dalam periode tertentu. Secara taktik, kelemahan utama mereka terletak pada transisi bertahan setelah kehilangan bola — pola yang dieksploitasi dengan apik oleh lini depan Madrid.
Madrid kini fokus mempersiapkan jadwal padat berikutnya, dengan rotasi skuad yang tetap menjadi kunci. Endrick, dengan brace dan selebrasi emosionalnya, membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar prospek masa depan, tetapi pembeda di hari-hari penting musim ini.
Comments (0)