Embolo Diusir, Swiss Tumbang oleh Argentina di Perempat Final Piala Dunia 2026
Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Swiss di perempat final Piala Dunia 2026. Tapi angka itu hanya separuh cerita: drama sesungguhnya meletus pada menit ke-63 ketika Breel Embolo, penyerang tumpuan li...
Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Swiss di perempat final Piala Dunia 2026. Tapi angka itu hanya separuh cerita: drama sesungguhnya meletus pada menit ke-63 ketika Breel Embolo, penyerang tumpuan lini depan Swiss, diusir wasit dengan kartu merah langsung setelah pemeriksaan VAR. Sebelum kartu itu melayang, pertandingan masih milik Swiss; sesudahnya, Argentina tinggal merapikan ritme dan mengunci tiket semifinal.
Argentina tampil dengan starting XI berformasi 4-3-3: Julian Alvarez di kanan, Lautaro Martinez di tengah, dan Nicolas Gonzalez di kiri, sementara Lionel Messi beroperasi bebas di belakang trio penyerang. Swiss menjawab dengan formasi 3-5-2: Embolo berduet dengan Dan Ndoye di lini depan, sedangkan Xherdan Shaqiri dan Michel Aebischer mengisi sektor sayap. Sejak menit awal, kedua pelatih sudah menyiapkan duel taktis yang ketat di lini tengah.
Babak Pertama: Kendali Argentina dan Gol Lautaro
Dua puluh menit pertama menjadi milik Argentina. Penguasaan bola babak pertama mencatat 62 persen untuk tim albiceleste, dan tekanan itu akhirnya berbuah pada menit ke-34. Umpan terobosan Messi yang menusuk sisi kiri pertahanan Swiss disambut Lautaro Martinez dengan first-time finish ke sudut jauh gawang Yann Sommer. Gol, assist, dan ritme — Argentina menutup babak pertama dengan 5 shots on target berbanding 1 milik Swiss. Sayangnya bagi tuan laga, keunggulan itu tak dibarengi gol kedua, dan Swiss berhasil keluar dari tekanan tanpa kebobolan tambahan.
Babak Kedua: Balasan Kilat Swiss dan Momen VAR
Swiss keluar dari ruang ganti dengan energi berbeda. Menit ke-51, tendangan bebas Xherdan Shaqiri dari jarak 25 meter melengkung melewati pagar pemain dan masuk ke gawang Emiliano Martinez. 1-1. Untuk pertama kalinya Argentina kehilangan kendali, dan Swiss nyaris membalik keadaan empat menit berselang — gol Ndoye dianulir karena posisi offside setelah pengecekan VAR yang berlangsung hampir dua menit. Momentum jelas berpihak ke tim tamu.
Kemudian datang titik balik. Menit ke-63, Embolo berebut bola udara dengan Cristian Romero; sikutnya mengenai wajah bek Argentina itu. Wasit sempat memberikan kartu kuning, namun VAR memanggilnya ke monitor. Setelah meninjau ulang tayangan, keputusan berubah: kartu merah langsung. Embolo meninggalkan lapangan dengan wajah tertunduk, dan Swiss kehilangan ujung tombak yang menjadi target utama umpan-umpan panjang mereka.
Analisis Kartu Merah dan Runtuhnya Benteng Swiss
Kartu merah itu bukan sekadar kehilangan satu pemain — ia memaksa Swiss melepas formasi 3-5-2 dan bertahan dengan blok rendah. Argentina, yang sebelumnya kesulitan menembus pressing tinggi Swiss, tiba-tiba mendapat ruang bebas. Menit ke-78, Julian Alvarez melepaskan tembakan dari luar kotak penalti setelah assist Enzo Fernandez; bola membentur kaki bek Swiss sebelum berbelok masuk. 2-1. Skor akhir bertahan hingga peluit panjang, meski Argentina sempat menciptakan dua peluang emas tambahan yang digagalkan Sommer.
Statistik akhir mempertegas dominasi: penguasaan bola 58-42 untuk Argentina, 7 shots on target berbanding 3, dan 14 tendangan sudut melawan 5. Swiss hanya mampu melepaskan satu tembakan on target setelah kartu merah. Ini menjadi kartu merah paling mahal dalam karier internasional Embolo — pukulan telak bagi tim yang sebelumnya tampil solid sepanjang turnamen.
Kata Pelatih: Penyesalan dan Pembelaan
"Keputusan itu mengubah segalanya. Di babak kedua kami adalah tim yang lebih baik sebelum insiden itu, dan saya rasa kartu kuning sudah cukup. Tapi kami tidak akan menyalahkan wasit — kami harusnya mencetak gol kedua saat masih 11 lawan 11." — Murat Yakin, pelatih Swiss
"Turnamen ini soal momen. Kami tidak bermain indah malam ini, tapi kami efisien di dua momen penting dan bertahan dengan disiplin setelah kartu merah. Lautaro dan Julian menjawab saat dibutuhkan." — Lionel Scaloni, pelatih Argentina
Bagi Argentina, tiket semifinal diraih lewat kombinasi kualitas individu dan manajemen laga yang dingin. Bagi Swiss, mimpi perempat final berakhir dengan rasa pahit yang sulit dilupakan. Embolo, yang mencetak dua gol di fase grup dan menjadi starter di kelima laga, harus menyaksikan sisa turnamen dari tribun. Clean sheet memang tak tercipta malam itu, tapi yang lebih menyakitkan bagi Swiss adalah cara laga ini berbalik dalam sekejap — dari tim yang menekan menjadi tim yang bertahan mati-matian. Piala Dunia 2026 kembali membuktikan: satu keputusan VAR bisa mengubah segalanya.
Comments (0)