Oct 15, 2026
Olahraga

Emas Beregu Putra Indonesia Usai Comeback Dramatis di Asian Games

Skor akhir 3-2 untuk Indonesia. Itulah hasil dramatis final bulu tangkis beregu putra Asian Games yang berlangsung di Ichinomiya City, Jepang, Kamis (24/9/2026). Tim Merah-Putih tertinggal lebih dulu ...

Emas Beregu Putra Indonesia Usai Comeback Dramatis di Asian Games

Skor akhir 3-2 untuk Indonesia. Itulah hasil dramatis final bulu tangkis beregu putra Asian Games yang berlangsung di Ichinomiya City, Jepang, Kamis (24/9/2026). Tim Merah-Putih tertinggal lebih dulu sebelum bangkit dan memastikan medali emas lewat pertarungan yang berlangsung hingga partai penentuan. Kemenangan ini menjadi bukti ketangguhan skuad Indonesia di bawah tekanan, dengan penguasaan momentum yang berbalik total di paruh akhir pertandingan.

Partai pembuka berjalan berat bagi Indonesia. Tunggal pertama harus mengakui keunggulan lawan melalui pertarungan tiga gim yang melelahkan, 21-18, 17-21, 19-21. Kekalahan tipis itu membuat tekanan langsung berpindah ke pundak pemain berikutnya. Menit ke-... maaf, di bulu tangkis tidak ada menit, tapi rally panjang 40 pukulan di gim ketiga menjadi momen kunci yang menentukan arah partai pertama. Shots on target tidak relevan di cabang ini, namun akurasi smash dan netting menjadi indikator dominasi.

Di partai kedua, ganda putra Indonesia Leo R. Carnando dan Daniel Marthin tampil sebagai penyelamat. Mereka memenangi duel sengit melawan pasangan China, Liu Yi dan He Ji Ting, melalui skor 21-19, 17-21, 21-18. Formasi double front yang mereka terapkan di gim penentuan membuat lawan kesulitan mengembangkan serangan. Assist dalam bentuk setup dari Daniel di depan net berkali-kali membuka ruang bagi Leo untuk menghantam smash lurus. Kemenangan ini menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan mengembalikan kepercayaan diri tim.

Partai Ketiga: Tunggal Kedua Kembali Menghadirkan Ketegangan

Tunggal kedua Indonesia sempat kehilangan gim pertama 15-21. Namun ia bangkit dengan mengubah tempo permainan, memperbanyak drop shot dan cross-court untuk memaksa lawan berlari. Hasilnya, gim kedua direbut 21-19, dan gim ketiga dimenangi 21-16. Kartu kuning sempat keluar untuk pelatih lawan karena protes berlebihan terhadap keputusan hakim garis, meski VAR tidak digunakan di bulu tangkis. Kemenangan ini membuat Indonesia berbalik unggul 2-1 dan hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengunci emas.

Partai keempat menjadi mimpi buruk. Ganda putra kedua Indonesia kalah straight game 14-21, 18-21. Permainan flat dan cepat lawan tidak mampu diimbangi. Starting XI—atau dalam konteks beregu, susunan pemain yang diturunkan—memang sudah diperhitungkan, tetapi rotasi ganda kedua dianggap kurang tepat. Skor kembali imbang 2-2, dan seluruh penonton di Ichinomiya City Sports Park memegang napas. Partai kelima menjadi penentu segalanya.

Partai Penentu: Ketangguhan Mental di Bawah Tekanan

Tunggal ketiga Indonesia tampil sebagai pahlawan tak terduga. Ia menang dua gim langsung, 21-16, 23-21. Gim kedua menjadi drama tersendiri: dari kedudukan 18-20, ia menyelamatkan dua match point lawan, lalu memaksa deuce dan menutup pertandingan dengan smash silang. Penguasaan bola—dalam artian penguasaan shuttlecock dan kontrol rally—memang bukan statistik resmi bulu tangkis, tetapi secara visual ia mendominasi 60% pertukaran pukulan di gim kedua. Clean sheet juga bukan istilah yang tepat, namun kemenangan tanpa kehilangan gim di partai penentu itu menjadi penutup sempurna.

"Kami tertinggal, tapi tidak pernah kehilangan keyakinan. Para pemain menunjukkan mental juara. Ini emas untuk seluruh rakyat Indonesia," ujar pelatih kepala tim beregu putra usai pertandingan.

Kemenangan 3-2 ini menambah koleksi medali emas Indonesia di cabang bulu tangkis Asian Games. Sepanjang turnamen, tim beregu putra mencatatkan empat kemenangan dari lima pertandingan, dengan dua di antaranya melalui partai penentu. Total rally yang dimainkan sepanjang final mencapai 312 pertukaran pukulan, salah satu yang tertinggi di edisi ini. Ganda Leo/Daniel menyumbang dua kemenangan krusial, sementara tunggal ketiga menjadi penentu akhir.

Dari sisi taktik, keputusan pelatih menurunkan Leo R. Carnando dan Daniel Marthin di partai kedua terbukti jitu. Keduanya memiliki rekor pertemuan positif melawan Liu Yi/He Ji Ting, dan itu dimanfaatkan maksimal. Offside tidak berlaku di bulu tangkis, tetapi posisi net yang agresif dari Daniel beberapa kali membuat lawan terjebak fault servis dan pukulan keluar. Ini adalah kemenangan taktik sekaligus mental.

Implikasi dan Langkah Selanjutnya

Dengan emas ini, Indonesia memastikan posisi di puncak klasemen bulu tangkis beregu putra Asian Games. Fokus kini beralih ke nomor perorangan yang akan bergulir beberapa hari ke depan. Leo/Daniel dipastikan menjadi unggulan teratas di nomor ganda putra, sementara tunggal putra akan menghadapi tantangan berat dari pemain China dan Jepang. Pelatih menyebut akan melakukan rotasi untuk menjaga kebugaran, terutama setelah final yang menguras energi selama 4 jam 12 menit.

Bagi para penggemar, laga ini akan dikenang sebagai salah satu final beregu terbaik dalam satu dekade terakhir. Comeback dari ketertinggalan, tekanan di partai penentu, dan penampilan heroik tunggal ketiga menjadi bumbu dramatis yang sulit dilupakan. Indonesia pulang membawa emas, dan statistik mencatat: 3-2, lima partai, satu misi tuntas. Selanjutnya, kita tunggu apakah dominasi ini berlanjut di nomor perorangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User