Elkan Baggott Tinggalkan Ipswich, Target Bawa Millwall ke Premier League
Millwall resmi mengumumkan Elkan Baggott sebagai rekrutan anyar mereka untuk menghadapi Championship 2026/2027. Bek Timnas Indonesia itu diikat kontrak multi-tahun dan langsung disiapkan menjadi start...
Millwall resmi mengumumkan Elkan Baggott sebagai rekrutan anyar mereka untuk menghadapi Championship 2026/2027. Bek Timnas Indonesia itu diikat kontrak multi-tahun dan langsung disiapkan menjadi starter di lini belakang The Lions. Keputusan ini diambil setelah Baggott merasa jam terbangnya di Ipswich Town terlalu sempit—ia enggan sekadar menjadi "camat", julukan untuk pemain yang lebih sering menghangatkan bangku cadangan ketimbang berlaga di lapangan.
"Saya ingin bermain, bukan menonton," tegas Baggott dalam wawancara perdananya. "Millwall memberi saya keyakinan. Mereka punya rencana jelas, dan saya siap memberikan segalanya untuk membawa tim ini kembali ke Premier League." Pernyataan itu bukan basa-basi. Sejak menit-menit awal pramusim, pemain berpostur 194 sentimeter itu langsung dipercaya mengisi posisi bek tengah dalam formasi 3-5-2 andalan pelatih Millwall.
Lembar Baru di The Den
Kepindahan ini mengakhiri masa penantian panjang. Di Ipswich, Baggott harus puas dengan porsi bermain yang terbatas. Musim lalu ia tercatat hanya tampil dalam segelintir laga, dengan mayoritas menitnya dihabiskan di bangku cadangan. Bandingkan dengan masa peminjamannya di Cheltenham Town, saat ia mencatatkan 31 penampilan dan menjadi salah satu bek muda paling menonjol di League One.
Kini di Millwall, Baggott mendapat peran yang jauh lebih besar. Pada laga pembuka Championship 2026/2027 melawan Coventry City, ia langsung tampil penuh 90 menit. Millwall menang dengan skor akhir 2-1, dan Baggott menjadi salah satu aktor kuncinya. Penguasaan bola Millwall tercatat 54 persen, dan dari 8 tembakan yang dilepaskan, 5 di antaranya mengarah tepat sasaran alias shots on target. Di lini pertahanan, ia memenangkan 7 dari 9 duel udara, plus mencatatkan 4 sapuan dan 3 blok.
Kiprah Baggott: Pilar Baru Lini Belakang
Penampilan itu bukan kebetulan. Sepanjang pramusim, Baggott menunjukkan statistik impresif: rata-rata 2,8 sapuan, 1,9 tekel sukses, dan 74 persen kemenangan duel udara per laga. Kemampuannya membaca permainan dan membangun serangan dari belakang menjadi alasan utama pelatih Millwall memintanya segera bergabung begitu jendela transfer dibuka.
Di Timnas Indonesia, Baggott juga tetap menjadi andalan. Namanya kerap masuk starting XI Garuda di ajang Kualifikasi Piala Dunia. Perpaduan postur tinggi dan kecepatan lari membuatnya cocok menghadapi penyerang-penyerang fisik khas Inggris. Tak heran jika pelatih Timnas menaruh harapan besar padanya untuk menjaga stabilitas lini belakang dalam setiap agenda FIFA Matchday.
Namun, perjalanan Baggott di Championship tidak akan mulus. Divisi ini dikenal sebagai liga paling padat jadwal dan paling agresif di Inggris. Setiap pekan ada duel fisik, kartu kuning bertebaran, dan keputusan VAR kerap ikut campur dalam momen-momen krusial. Millwall sendiri musim lalu finis di papan tengah, terpaut cukup jauh dari zona playoff. Musim ini mereka berbenah besar-besaran demi menembus enam besar.
Proyeksi Musim 2026/2027
Target Millwall jelas: promosi ke Premier League. Dengan tambahan Baggott di lini belakang, mereka berharap membangun fondasi pertahanan yang lebih solid. Clean sheet menjadi kata kunci. Musim lalu The Lions hanya mencatatkan 11 clean sheet dari 46 laga—angka yang ingin mereka lipat gandakan musim ini. Konsistensi lini belakang akan menentukan sejauh mana mereka bersaing di papan atas.
Bagi Baggott, ini adalah kesempatan emas. Di usia 23 tahun, ia butuh menit bermain reguler untuk terus berkembang. "Premier League adalah impian semua pemain. Saya di sini bukan sekadar numpang lewat, tapi untuk membawa Millwall ke sana," ujarnya penuh semangat. Gelandang-gelandang lawan pun harus siap menghadapi pressing ketat dan sapuan keras dari kaki kirinya.
Dengan dukungan suporter The Den yang terkenal fanatik, Baggott punya panggung sempurna untuk membuktikan diri. Jika konsisten seperti saat melawan Coventry City—dengan disiplin positioning, kemenangan duel, dan distribusi bola akurat—bukan mustahil namanya masuk daftar bek terbaik Championship musim ini. Dari sana, pintu Premier League akan terbuka lebar.
Menarik dinantikan, akankah Baggott menjadi kunci kebangkitan Millwall? Satu hal yang pasti: ia sudah mengambil langkah berani, meninggalkan zona nyaman demi mimpi besar. Garuda di langit London, siap mengepakkan sayapnya.
Comments (0)