Effenberg Serang Ronaldo: Saatnya Legenda Portugal Pensiun

MUNICH — Mantan gelandang Bayern Munchen, Stefan Effenberg, melontarkan kritik tajam terhadap Cristiano Ronaldo. Kritik ini muncul setelah kapten timnas Portugal itu mengungkapkan perselisihannya de...

Oct 08, 2026 - 11:09
0 0
Effenberg Serang Ronaldo: Saatnya Legenda Portugal Pensiun

MUNICH — Mantan gelandang Bayern Munchen, Stefan Effenberg, melontarkan kritik tajam terhadap Cristiano Ronaldo. Kritik ini muncul setelah kapten timnas Portugal itu mengungkapkan perselisihannya dengan pelatih Jorge Jesus. Bagi Effenberg, pernyataan Ronaldo tersebut menjadi sinyal jelas bahwa sudah waktunya sang megabintang menggantung sepatu.

Effenberg, yang dikenal sebagai sosok vokal selama kariernya bersama Die Roten, menilai seorang pemain elite seharusnya tidak membuka konflik internal ke publik. Menurutnya, tindakan Ronaldo mencerminkan penurunan profesionalisme yang jarang terlihat sepanjang karier lima Ballon d'Or-nya.

Kritik Pedas dari Legenda Bayern

Dalam komentarnya, Effenberg menyebut pernyataan Ronaldo soal perselisihan dengan Jorge Jesus sebagai cerminan ego yang mulai mengganggu harmoni tim. "Seorang pemain yang sudah mencapai segalanya seharusnya tahu kapan harus diam dan kapan harus bicara," ujar Effenberg, dikutip dari kolomnya di media Jerman. "Ini bukan lagi soal performa di lapangan, tapi soal cara mengelola tim."

Menariknya, kritik ini datang dari mantan pemain yang pernah berseteru dengan manajemen Bayern pada era 1990-an. Effenberg sendiri pernah dicoret dari skuad Piala Dunia 1994 akibat gestur kontroversialnya. Namun, ia menegaskan situasi Ronaldo berbeda karena menyangkut stabilitas timnas Portugal jelang turnamen besar.

"Ronaldo sudah memberikan segalanya untuk Portugal. Tapi ada batas antara pemimpin dan beban. Saat kritik mulai mengarah ke ruang ganti, itu tanda paling jelas," tegas Effenberg.

Statistik Ronaldo: Produktivitas vs Kontroversi

Secara statistik, Ronaldo memang masih menunjukkan angka impresif. Pada kualifikasi Euro 2024, ia mencatatkan 6 gol dalam 7 pertandingan dengan shots on target mencapai 63 persen. Di level klub bersama Al-Nassr, ia mencetak 35 gol dalam 31 laga Saudi Pro League musim lalu, termasuk 4 hat-trick.

Namun, data lain menunjukkan sisi berbeda. Dalam 5 pertandingan terakhir bersama Portugal di ajang resmi, penguasaan bola Ronaldo menurun menjadi rata-rata 42 sentuhan per laga, jauh dari rata-rata kariernya yang menyentuh 58 sentuhan. Akurasi umpan kunci juga turun ke 71 persen dari sebelumnya 83 persen.

Effenberg menyoroti hal ini sebagai indikasi bahwa Ronaldo tidak lagi mampu menjadi pusat permainan seperti dulu. "Dia masih bisa mencetak gol, tapi tim tidak lagi bermain untuk dia. Itu perbedaan besar," tambahnya.

Respons Publik dan Masa Depan Portugal

Kritik Effenberg memicu perdebatan di kalangan penggemar. Sebagian menilai legenda Bayern itu terlalu keras, mengingat kontribusi Ronaldo bagi Portugal selama dua dekade terakhir. Pihak lain setuju bahwa regenerasi di tubuh Selecao das Quinas sudah mendesak, terutama dengan munculnya nama-nama seperti Goncalo Ramos dan Joao Felix.

Pelatih Jorge Jesus sendiri belum memberikan tanggapan resmi soal pernyataan Ronaldo. Namun, laporan dari Lisbon menyebutkan bahwa federasi sepak bola Portugal tengah mempertimbangkan pendekatan mediasi agar konflik tidak berdampak pada persiapan turnamen mendatang.

Formasi Portugal di bawah Jorge Jesus belakangan memang kerap berubah. Dari 4-3-3 yang mengandalkan Ronaldo sebagai false nine, pelatih berusia 69 tahun itu beralih ke 4-2-3-1 dengan Ronaldo di posisi striker tunggal. Perubahan ini membuat ruang gerak Ronaldo menyempit dan memicu ketidaknyamanan.

Warisan dan Waktu yang Terus Berjalan

Effenberg bukan satu-satunya legenda yang menyoroti usia Ronaldo. Sebelumnya, beberapa mantan pemain top Eropa juga menyarankan agar Ronaldo mulai mengurangi menit bermain di level internasional. Namun, kritik Effenberg terasa lebih tajam karena menyentuh aspek kepemimpinan, bukan sekadar performa.

Dengan usia yang kini menginjak 39 tahun, Ronaldo memang berada di fase akhir karier. Pertanyaannya bukan lagi apakah ia masih bisa mencetak gol, melainkan apakah kehadirannya masih memperkuat atau justru membebani tim. Effenberg memilih jawaban yang jelas: sudah waktunya mundur.

"Sepak bola tidak pernah berhenti untuk siapa pun, bahkan untuk pemain terbaik sepanjang masa," tutup Effenberg. "Ronaldo akan selalu menjadi legenda. Tapi legenda juga harus tahu kapan harus pergi."

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari kubu Ronaldo maupun federasi Portugal. Publik menanti apakah kritik ini akan memicu perubahan besar di tubuh timnas Portugal, atau justru menjadi bahan bakar tambahan bagi Ronaldo untuk membuktikan bahwa ia masih layak menjadi starting XI.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User