Duel Ragnar Oratmangoen dan Queven Warnai Persib vs Bali United

Menit ke-88, Stadion Kapten I Wayan Dipta bergemuruh oleh sorak ribuan suporter yang justru berbalik menjadi isak. Sundulan David da Silva memanfaatkan sepak pojok Beckham Putra mengunci skor akhir 2-...

Duel Ragnar Oratmangoen dan Queven Warnai Persib vs Bali United

Menit ke-88, Stadion Kapten I Wayan Dipta bergemuruh oleh sorak ribuan suporter yang justru berbalik menjadi isak. Sundulan David da Silva memanfaatkan sepak pojok Beckham Putra mengunci skor akhir 2-1 untuk kemenangan Persib Bandung atas Bali United dalam laga Dewata Challenge Series 2026, Selasa (18/8/2026) malam WIB. Gol telat itu memupus harapan tuan rumah mencuri poin, sekaligus menegaskan bahwa duel Ragnar Oratmangoen melawan Queven di lini tengah layak menjadi tontonan utama malam itu.

Pertandingan yang digelar di bawah lampu Stadion Kapten I Wayan Dipta ini menyuguhkan tempo tinggi sejak menit pertama. Kedua tim sama-sama menurunkan starting XI terbaiknya, dengan Persib mengandalkan formasi 4-3-3 dan Bali United menjawab lewat skema 4-2-3-1. Sejak awal, Ragnar yang ditempatkan sebagai sayap kanan beberapa kali bertukar posisi dengan gelandang serang, sementara Queven diberi peran sebagai pengatur ritme di depan lini pertahanan Bali United.

Babak Pertama: Persib Dominan, Bali United Efisien

Babak pertama menjadi milik Persib dari sisi penguasaan bola. Tim tamu mencatat penguasaan bola 62 persen berbanding 38 persen, namun Bali United justru lebih dulu mengancam. Menit ke-12, tendangan voli Privat Mbarga masih melambung tipis di atas mistar. Tiga menit kemudian, giliran Ragnar yang membuat jantung suporter tuan rumah berhenti sejenak lewat tembakan keras dari sisi kanan kotak penalti, namun kiper Bali United mampu menepisnya dengan sempurna.

Gawang Persib akhirnya kebobolan di menit ke-34. Umpan terobosan Eber Bessa menembus barisan pertahanan tim tamu, dan bek sayap Bali United yang naik membantu menuntaskan dengan tembakan mendatar ke pojok gawang. Assist cantik Eber Bessa itu sempat membuat Persib meminta pemeriksaan VAR karena dugaan offside, namun hasil pantauan memutuskan posisi penyerang Bali United legal. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, dengan Persib menyesali banyaknya peluang yang gagal dikonversi.

Duel Ragnar Oratmangoen vs Queven: Arena Taktik di Tengah Lapangan

Jika ada satu pertarungan yang pantas mendapat sorotan khusus, itu adalah duel personal antara Ragnar Oratmangoen dan Queven. Keduanya saling berkejaran sepanjang laga: ketika Ragnar menerima bola dan mencoba memutar badan, Queven langsung merapat dengan penjagaan ketat; saat Queven menguasai bola, Ragnar tak ragu turun lebih dalam untuk membantu pressing. Momen paling sengit terjadi di menit ke-58 ketika Ragnar berhasil merebut bola dari kaki Queven, lalu melepaskan umpan terobosan yang nyaris berbuah gol kedua Persib.

Catatan statistik menunjukkan betapa ketatnya duel ini. Ragnar menuntaskan enam dribel sukses dan tiga umpan kunci, sementara Queven unggul dalam distribusi bola dengan 71 umpan akurat dari 79 percobaan. Keduanya juga sama-sama mencatatkan dua tekel bersih. Adu intensitas ini memuncak di menit ke-70 ketika keduanya saling beradu kaki, memicu adu mulut kecil yang berujung pada kartu kuning untuk keduanya.

Babak Kedua: Tekanan Membayar, Drama Kartu Merah

Memasuki babak kedua, Persib meningkatkan agresivitas. Pelatih tim tamu memasukkan dua penyerang tambahan dan mengubah formasi menjadi lebih menyerang. Hasilnya datang di menit ke-64: tendangan bebas Beckham Putra disambar David da Silva untuk menyamakan kedudukan. Sejak itu, pertandingan berubah menjadi pertarungan terbuka yang diwarnai jual beli serangan.

Drama semakin panas di menit ke-78 ketika pemain bertahan Bali United menerima kartu merah langsung setelah pelanggaran keras yang memaksa wasit kembali memanfaatkan VAR. Bermain dengan sepuluh pemain, tuan rumah dipaksa bertahan, dan tekanan itu akhirnya berbuah pada menit ke-88. Sepak pojok Beckham Putra menjadi assist keduanya malam itu, disambut sundulan David da Silva yang tak mampu dihalau kiper. "Kami sempat lengah di babak pertama, tetapi karakter tim kami keluar setelah gol penyama. Ini kemenangan penting untuk membangun kepercayaan diri," ujar pelatih Persib usai laga.

"Duel Ragnar lawan Queven adalah mikro-kosmos pertandingan ini: keras, cerdas, dan berakhir dramatis."

Catatan Statistik dan Pelajaran untuk Kedua Tim

Angka akhir berbicara banyak. Persib unggul shots on target 7 berbanding 3, sementara Bali United yang bertahan lebih dalam harus puas dengan serangan balik cepat. Penguasaan bola final tercatat 58 persen untuk Persib. Kiper Bali United nyaris menjaga clean sheet hingga menit ke-64, namun dua gol di babak kedua menghapus catatan itu. David da Silva mencetak brace dan tinggal selangkah lagi dari hat-trick, sementara Beckham Putra mencatatkan dua assist malam itu.

Bagi Bali United, kartu merah di menit ke-78 menjadi pelajaran mahal. Keputusan taktis pelatih tuan rumah untuk terus menekan sejak awal memang berani, tetapi hilangnya satu pemain di fase krusial membuat rencana mereka runtuh. Sementara itu, Persib membuktikan kedalaman skuadnya dengan bangkit dari ketertinggalan. Jika konsisten, tim Maung Bandung layak menjadi salah satu kandidat juara Dewata Challenge Series 2026, dan duel Ragnar-Queven tadi malam akan dikenang sebagai salah satu pertarungan terbaik turnamen ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User