Dua Lifter Jabar Sabet Gelar Best Lifter Kejurnas 2026

Panggung utama Kejuaraan Nasional Angkat Besi Remaja dan Junior 2026 menjadi saksi dominasi dua atlet muda Jawa Barat yang berhasil menyabet penghargaan paling prestisius, The Best Lifter, di hadapan ...

Jul 28, 2026 - 04:32
0 0
Dua Lifter Jabar Sabet Gelar Best Lifter Kejurnas 2026

Panggung utama Kejuaraan Nasional Angkat Besi Remaja dan Junior 2026 menjadi saksi dominasi dua atlet muda Jawa Barat yang berhasil menyabet penghargaan paling prestisius, The Best Lifter, di hadapan ratusan pasang mata yang memadati GOR Among Rogo, Yogyakarta. Rizky Pratama dari kelas 81 kg putra mencatatkan total angkatan fenomenal 312 kg, sementara Siti Nurhaliza di kelas 59 kg putri mengukuhkan posisinya sebagai yang terbaik dengan total 205 kg. Keduanya tak hanya mempersembahkan medali emas bagi kontingen Jabar, tetapi juga mengamankan tiket menuju tim nasional untuk persiapan ajang internasional tahun depan.

Dominasi Mutlak di Arena Angkatan

Rizky Pratama membuka langkahnya di sesi snatch dengan sangat meyakinkan. Pada angkatan pertama, ia sukses mengunci beban 135 kg tanpa cela. Angkatan kedua di level 140 kg kembali ia lampaui dengan teknik tinggi yang memukau para juri. Puncaknya, di angkatan ketiga, lifter berusia 19 tahun ini mencatatkan snatch terbaik 145 kg, sekaligus memecahkan rekor pribadinya. Beralih ke clean and jerk, Rizky kembali tampil dominan dengan sukses mengangkat 162 kg, 167 kg, dan menutup dengan 172 kg. Total 317 kg yang ia bukukan terpaut cukup jauh dari pesaing terdekatnya, peraih perak yang hanya membukukan 298 kg. Dari sisi teknis, Rizky menunjukkan penguasaan fase triple extension yang nyaris sempurna, dengan kecepatan underbar yang menjadi pembeda utama antara dirinya dan para kompetitor.

Sementara itu, Siti Nurhaliza tak kalah bersinar. Di kelas 59 kg putri, ia memulai sesi snatch dengan 85 kg di angkatan pertama yang terlihat begitu ringan. Angkatan kedua di 89 kg sedikit bergetar namun dinyatakan sah. Ia menutup snatch dengan 92 kg, mencatatkan selisih tujuh kilogram dari peraih perak. Memasuki clean and jerk, Siti menjadi pusat perhatian ketika memilih beban awal 110 kg, jauh di atas rata-rata kelasnya. Ia sukses menyelesaikan angkatan 110 kg, lalu 115 kg, dan mengunci total 207 kg setelah menjejakkan angkatan terakhir di level 118 kg. Dominasi kedua atlet Jabar ini terlihat jelas dari selisih total yang mencapai belasan kilogram atas peringkat kedua di kelas masing-masing, sebuah margin yang sangat langka di level kejuaraan nasional remaja dan junior.

Kunci Sukses di Balik Penguasaan Teknik dan Strategi

Keberhasilan Rizky dan Siti tidak hadir begitu saja. Dalam wawancara seusai pertandingan, pelatih kepala kontingen Jawa Barat mengungkapkan bahwa persiapan selama tujuh bulan terakhir difokuskan pada penguatan fase pertama clean dan stabilisasi core untuk kedua lifter. Data latihan menunjukkan bahwa Rizky meningkatkan volume front squat-nya hingga 22 persen dibandingkan siklus latihan sebelumnya, sementara Siti menjalani program penguatan overhead stability yang intensif. Hasilnya terbaca jelas di atas platform. Rizky mencatatkan keberhasilan enam dari enam angkatan — statistik sempurna yang sangat jarang terjadi di nomor angkat besi. Siti sendiri hanya mencatatkan satu kegagalan di snatch 92 kg pada percobaan kedua, namun berhasil menebusnya di percobaan ketiga.

Dari sisi strategi pemilihan beban, tim pelatih Jabar menunjukkan pembacaan peta persaingan yang sangat matang. Rizky memilih beban pembuka clean and jerk di level yang sudah melampaui kapasitas maksimal kompetitor terdekatnya, memaksa lawan untuk mengambil risiko beban tinggi yang justru berujung pada kegagalan. Strategi serupa diterapkan Siti yang membuka clean and jerk di 110 kg. Dengan total penguasaan poin angkatan mencapai 94 persen, kedua lifter ini menjadi yang paling efisien sepanjang turnamen yang diikuti oleh 34 provinsi tersebut. Total waktu efektif angkatan mereka pun menjadi yang tercepat, dengan rata-rata 45 detik per percobaan, mengindikasikan kepercayaan diri dan kesiapan fisik yang luar biasa.

Dampak Langsung Menuju Panggung Internasional

Hasil Kejurnas 2026 ini menjadi modal berharga bagi Tim Nasional Angkat Besi Indonesia yang tengah memproyeksikan regenerasi lifter menuju SEA Games dan Kejuaraan Dunia Junior. Rizky Pratama kini memegang total angkatan yang menempatkannya dalam radar kualifikasi Kejuaraan Dunia Junior, hanya terpaut 8 kg dari standar minimum yang ditetapkan federasi internasional. Siti Nurhaliza bahkan sudah memecahkan dua rekor nasional remaja di nomor clean and jerk dan total, menjadikannya aset strategis untuk peta persaingan Asia Tenggara tahun depan.

Kontingen Jawa Barat sendiri keluar sebagai juara umum dengan koleksi 14 medali emas, 9 perak, dan 6 perunggu, mengungguli Jawa Timur dan DKI Jakarta. Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia menyatakan bahwa ajang ini menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan daerah yang mulai menunjukkan hasil kompetitif. Para pemenang Best Lifter akan langsung mengikuti pemusatan latihan nasional jangka panjang mulai awal 2027 sebagai bagian dari roadmap menuju Olimpiade 2032 yang sangat ambisius. Kedua atlet muda ini telah menorehkan namanya dalam sejarah, dan jalan menuju panggung yang lebih besar kini terbentang di hadapan mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User