Dua Lifter Jabar Dominasi Kejurnas Junior 2026, Raih Best Lifter

GRESIK — Panggung Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2026 di GOR Tri Dharma, Minggu (10/5), menjadi saksi dominasi dua lifter Jawa Barat yang menyabet gelar Best Lifter. Total angkatan 317 kg da...

Dua Lifter Jabar Dominasi Kejurnas Junior 2026, Raih Best Lifter

GRESIK — Panggung Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2026 di GOR Tri Dharma, Minggu (10/5), menjadi saksi dominasi dua lifter Jawa Barat yang menyabet gelar Best Lifter. Total angkatan 317 kg dari lifter putra dan 216 kg dari lifter putri menjadi angka pamungkas yang mengunci status mereka sebagai yang terbaik di kelasnya masing-masing. Persaingan sengit hingga percobaan terakhir clean & jerk menghadirkan drama yang layak dikenang dalam kalender angkat besi nasional.

Di sesi putri, lifter 59 kg asal Bandung, Rina Anggraeni, tampil nyaris sempurna. Enam percobaan—tiga snatch, tiga clean & jerk—seluruhnya sukses. Ia membukukan snatch 95 kg, clean & jerk 121 kg, dan total 216 kg. Capaian itu sekaligus mematahkan rekor nasional junior atas nama Siti Nurul yang bertahan sejak 2024. Sementara di sesi putra, lifter 81 kg asal Cianjur, Dika Pratama, mencatat total 317 kg lewat snatch 142 kg dan clean & jerk 175 kg. Keduanya unggul jauh secara Sinclair coefficient, yang menjadi dasar penentuan Best Lifter di kejuaraan ini.

Clean Sweep Percobaan dan Rekor Baru

Menit-menit krusial dimulai ketika Rina naik ke panggung pada percobaan snatch ketiga. Setelah sukses mengunci 90 kg dan 93 kg, ia memesan beban 95 kg—angka yang hanya pernah ia lewati sekali di sesi latihan. Sorakan kecil muncul saat barbel berhasil dipertahankan di atas kepala hingga sinyal wasit berbunyi. Enam white lights dari tiga wasit—indikasi percobaan sah—mengonfirmasi bahwa ia layak memimpin grup hingga akhir.

Dika Pratama tak kalah klinis. Di kategori 81 kg putra, ia hanya gagal satu percobaan clean & jerk di angkatan 180 kg yang sebenarnya ia gunakan sebagai asuransi setelah totalnya sudah aman di posisi puncak. Snatch 142 kg yang ia lakukan di percobaan kedua sekaligus menjadi snatch terberat sepanjang kejurnas junior tahun ini, mengalahkan lifter senior dari kelas lebih berat.

Strategi Beban dan Sinclair: Kunci Keunggulan

Keunggulan kedua atlet tak semata dari besarnya tonase. Pelatih kepala Jawa Barat, Ahmad Fauzi, membocorkan bahwa timnya datang dengan perhitungan Sinclair coefficient yang matang. “Kami tahu persis di angka berapa mereka bisa melampaui lifter dari kelas yang lebih berat. Kami tidak sekadar mengejar total besar, tapi efisiensi di setiap percobaan,” ujar Fauzi melalui sambungan telepon.

“Kami tahu persis di angka berapa mereka bisa melampaui lifter dari kelas yang lebih berat.” — Ahmad Fauzi, Pelatih Kepala Jabar

Sinclair coefficient Rina menyentuh 230,7 poin, unggul hampir 12 poin dari pesaing terdekatnya di kelas 71 kg yang mencatat total 231 kg. Dika sendiri mengantongi koefisien 358,1 poin, menyingkirkan lifter 109 kg yang totalnya mencapai 350 kg namun dengan bobot tubuh yang lebih besar. Statistik menegaskan efektivitas pendekatan ini: 5 dari 6 percobaan kedua lifter menghasilkan angkatan sah, dengan tingkat keberhasilan 83,3%—jauh di atas rata-rata peserta lain yang hanya menyentuh 68%.

Beban pembuka yang dipilih pun tergolong agresif. Rina membuka snatch di 90 kg, saat lawan masih sibuk mengamankan 83–85 kg. Dika memulai di 135 kg, langsung menyisakan satu lifter saja yang bisa mengimbangi hingga percobaan kedua.

Dampak ke Peta Kekuatan Nasional

Dua gelar Best Lifter ini mempertegas posisi Jawa Barat sebagai barometer angkat besi junior nasional. Data PPLP dan Diklat PB PABSI menunjukkan bahwa 34% lifter pelatnas junior saat ini berasal dari Jawa Barat, dan dua nama baru ini berpotensi memperkuat tren tersebut. Pengurus Besar PABSI melalui Sekretaris Jenderal, Bayu Setiawan, mengisyaratkan bahwa hasil Kejurnas akan menjadi pijakan seleksi tim menuju Kejuaraan Asia Junior 2026.

“Dengan catatan seperti ini, sangat mungkin Rina dan Dika langsung dipanggil ke pelatnas. Mereka punya masa transisi yang pendek dari junior ke senior,” ujar Bayu saat menutup kejuaraan. Sementara itu, kedua atlet mengaku sudah mengincar target baru: Rina ingin menyentuh total 225 kg di akhir tahun, sedangkan Dika membidik 330 kg—sebuah angka yang jika tercapai akan menempatkannya di jajaran lifter elite Asia untuk kelas 81 kg.

Dari 174 lifter yang bertanding di sepuluh kelas putra dan sembilan kelas putri, hanya 12 lifter yang sukses menjalani enam percobaan sempurna. Rina menjadi satu dari tiga lifter putri yang melakukannya, dan satu-satunya yang melakukannya di kategori yang dihuni lebih dari 12 peserta. Di sisi lain, Dika menjadi satu-satunya lifter di semua kelas putra yang membukukan total di atas 315 kg tanpa menempati kelas super berat. Keduanya kini menjadi tolok ukur baru bagi para pesaing dari daerah lain, sekaligus menegaskan bahwa angkat besi nasional memiliki stok generasi penerus yang siap bersaing di level internasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User