Drama Adu Penalti: Atletico Tumbang di Final Copa del Rey
Malam di Estadio La Cartuja berubah menjadi tragedi bagi Atletico Madrid. Skor akhir 3-4 untuk Real Sociedad lewat adu penalti, setelah 120 menit pertarungan sengit berakhir dengan skor 2-2. Tidak ada...
Malam di Estadio La Cartuja berubah menjadi tragedi bagi Atletico Madrid. Skor akhir 3-4 untuk Real Sociedad lewat adu penalti, setelah 120 menit pertarungan sengit berakhir dengan skor 2-2. Tidak ada pemenang di waktu normal, tidak ada yang menyerah di perpanjangan waktu — segalanya ditentukan dari titik putih, dan kali ini keberuntungan berpaling dari Diego Simeone. Minggu (19/04/2026) dini hari WIB, trofi Copa del Rey resmi berpindah tangan ke San Sebastian.
Kedua tim tampil dengan formasi khas mereka. Atletico Madrid turun dengan 4-4-2 klasik: Jan Oblak di bawah mistar, lini tengah dihuni Koke dan Rodrigo De Paul, sementara duet Julian Alvarez dan Antoine Griezmann memimpin starting XI di lini depan. Real Sociedad menjawab dengan 4-3-3 agresif milik Imanol Alguacil, dengan Takefusa Kubo dan Mikel Oyarzabal sebagai senjata utama di sisi sayap.
Babak Pertama: Kubo Membuka Pesta, Alvarez Menjawab
Menit ke-17, La Cartuja bergemuruh. Barrenetxea melepaskan umpan terobosan dari sisi kiri, dan Takefusa Kubo yang bergerak bebas dari posisi sayap kanan menyambutnya dengan tembakan first-time ke sudut jauh. Oblak sempat menyentuh bola, tetapi kecepatan tembakan pemain Jepang itu terlalu tinggi — 1-0 untuk Real Sociedad, dengan assist cantik tercatat atas nama Barrenetxea.
Atletico tidak butuh waktu lama untuk merespons. Menit ke-34, Griezmann yang turun ke tengah menarik dua bek sekaligus, lalu melepaskan umpan terukur ke ruang kosong. Julian Alvarez, striker Argentina yang jadi ujung tombak, melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti yang tak bisa dijangkau Alex Remiro. 1-1! Penguasaan bola babak pertama memang dikuasai Real Sociedad dengan 58 persen, tetapi Atletico lebih efisien dengan tiga shots on target dari empat percobaan, berbanding dua dari lima milik lawan.
Babak Kedua dan Perpanjangan Waktu: Ketegangan yang Tak Kunjung Usai
Menit ke-58, giliran Atletico yang memimpin. Koke merebut bola di tengah, De Paul langsung melepaskan umpan diagonal, dan Alvarez yang kembali lolos dari jebakan offside — meski sempat dicek VAR — memenangkan duel udara untuk menyundul bola ke gawang. 2-1, dan suporter rojiblanco mulai bermimpi. Namun VAR yang sebelumnya menyelamatkan Atletico justru menjadi saksi drama berikutnya: menit ke-79, Oyarzabal menyambar bola muntah hasil tendangan Zubimendi, dan setelah pemeriksaan panjang, gol dinyatakan sah. 2-2, skor akhir bertahan hingga 90 menit.
Perpanjangan waktu 30 menit berjalan dengan tensi luar biasa. Real Sociedad unggul penguasaan bola 56-44 secara keseluruhan, tetapi kedua tim sama-sama tak mampu menembus pertahanan lawan yang mulai bermain aman. Kartu kuning menghiasi laga ini — Gimenez dan Le Normand harus menahan diri setelah pelanggaran keras — dan kedua pelatih mulai menyiapkan penendang penalti sejak menit ke-100. Tidak ada hat-trick malam ini, tetapi dua gol Alvarez sudah cukup untuk mengangkat namanya di panggung final.
Adu Penalti: Titik Putih yang Kejam
Babak tos-tosan dimulai dengan saraf baja. Julian Alvarez maju pertama dan menuntaskan tugasnya dengan tenang — 1-0 untuk Atletico. Namun nasib berbalik di penendang ketiga: tendangan Koke yang terlalu datar berhasil ditebak Remiro, dan itu menjadi titik balik. Real Sociedad, dengan Oyarzabal sebagai eksekutor pamungkas, menuntaskan skor akhir adu penalti 4-3. Alvarez mencetak gol, tetapi satu kesalahan kecil cukup untuk menggagalkan segalanya — begitulah kejamnya sepak bola.
"Kami kalah dari titik putih, dan itu bagian dari permainan. Para pemain sudah memberikan segalanya selama 120 menit. Kami harus bangkit dan belajar dari malam ini," ujar Diego Simeone seusai laga, mencoba menahan kekecewaan.
Sementara itu, Imanol Alguacil tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. "Ini trofi untuk seluruh San Sebastian. Kami percaya sejak awal, bahkan saat tertinggal 2-1. Remiro adalah pahlawan kami malam ini," katanya.
Catatan Statistik dan Peta Kekuatan
Melihat data keseluruhan, Real Sociedad unggul dalam penguasaan bola 56 persen berbanding 44 persen, dengan total 12 percobaan tembakan dan 5 shots on target. Atletico mencatatkan 10 percobaan dengan 4 shots on target — efisiensi yang nyaris sempurna, tetapi tetap tidak cukup. Statistik lain yang menarik: kedua tim sama-sama membukukan clean sheet selama perpanjangan waktu, dan tidak ada kartu merah sepanjang laga, meski tensi sempat memanas di menit-menit akhir.
Bagi Real Sociedad, trofi ini menjadi pembuktian bahwa proyek jangka panjang Alguacil berbuah nyata. Bagi Atletico, kekalahan ini terasa pahit ganda: mereka tampil sebagai tim yang lebih klinis di babak pertama, tetapi gagal mengonversi dominasi menjadi kemenangan. Skor akhir 3-4 lewat adu penalti akan terpatri lama di ingatan para penggemar, dan Julian Alvarez — pencetak dua gol serta eksekutor penalti pertama yang sempurna — tetap layak mendapat tepuk tangan atas performa heroiknya. Sayangnya, sepak bola tidak pernah menghadiahi yang terbaik; ia hanya menghadiahi yang paling berani di titik putih.
Comments (0)