Drama 120 Menit: Spanyol Taklukkan Argentina 2-1 di Final Piala Dunia 2026

Peluit panjang tanda berakhirnya babak tambahan berbunyi nyaring di Stadion New York New Jersey, East Rutherford. Papan skor memastikan keunggulan dramatis La Roja dengan skor akhir 2-1 atas Argentina...

Oct 01, 2026 - 03:12
0 0
Drama 120 Menit: Spanyol Taklukkan Argentina 2-1 di Final Piala Dunia 2026

Peluit panjang tanda berakhirnya babak tambahan berbunyi nyaring di Stadion New York New Jersey, East Rutherford. Papan skor memastikan keunggulan dramatis La Roja dengan skor akhir 2-1 atas Argentina dalam partai puncak Piala Dunia 2026. Laga berdurasi 120 menit ini menyajikan intensitas luar biasa, adu taktik kelas tinggi, serta momen emosional saat para penggawa La Albiceleste melangkah keluar lapangan dengan kepala tertunduk menelan kekalahan pahit di laga pamungkas.

Sejak detik pertama, duel final ini mempertemukan dua filosofi permainan yang sangat kontras. Spanyol asuhan Luis de la Fuente langsung mengambil inisiatif lewat penguasaan bola progresif menggunakan formasi 4-3-3, sementara Argentina racikan Lionel Scaloni mengandalkan starting XI reaktif dengan skema 4-4-2 berlapis ganda guna menutup ruang gerak lini tengah lawan.

Intensitas Tinggi dan Gol Pemecah Kebuntuan di Babak Pertama

Spanyol mencoba mendikte tempo sejak kick-off dengan sirkulasi umpan pendek cepat. Namun, blok pertahanan rendah Argentina membuat La Roja kesulitan menembus sepertiga akhir lapangan. Pada menit ke-18, Spanyol mencatatkan peluang perdana ketika tembakan spekulasi Fabian Ruiz meluncur tipis di atas mistar gawang Emiliano Martinez.

Argentina yang bermain disiplin justru memecah kebuntuan lebih dahulu lewat skema serangan balik kilat yang terorganisir rapi. Menit ke-38, berawal dari intersep krusial Rodrigo De Paul di lini tengah, bola disodorkan cepat kepada Alexis Mac Allister. Sang gelandang langsung mengirimkan assist terobosan matang membelah pertahanan lawan yang diselesaikan dengan dingin oleh Julian Alvarez. Tembakan mendatar Alvarez ke tiang jauh tak mampu dihalau Unai Simon, membawa Argentina memimpin 1-0 hingga turun minum.

Dominasi La Roja dan Respon Taktikal Babak Kedua

Memasuki paruh kedua, Spanyol meningkatkan garis tekanan demi mengejar ketertinggalan. Tekanan intensif tersebut membuahkan hasil pada menit ke-67. Bintang muda Lamine Yamal melakukan tusukan diagonal dari sisi kanan penyerangan, melewati dua pemain bertahan lawan, sebelum melepaskan sepakan melengkung akurat ke pojok kiri gawang. Gol spektakuler ini mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1 sekaligus memecah kebuntuan serangan Spanyol.

Tensi pertandingan kian memanas mendekati akhir waktu normal. Menit ke-81, Argentina sempat bersorak ketika Lautaro Martinez menceploskan bola ke gawang Spanyol. Namun, selebrasi tersebut terhenti setelah intervensi VAR mengonfirmasi posisi sang penyerang sudah berada dalam posisi offside tipis saat menerima umpan terobosan. Pertarungan fisik yang ketat memaksa wasit mengeluarkan lima kartu kuning pada waktu normal untuk meredam friksi antarpemain.

Babak Tambahan: Tembakan Penentu di Menit ke-112

Kedudukan imbang 1-1 memaksa laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu 2x15 menit. Kondisi fisik para pemain kedua tim terkuras drastis akibat tempo tinggi sejak babak pertama. Argentina berupaya merapatkan jarak antarlini, sementara Spanyol tetap konsisten memegang kendali aliran bola.

Momen penentu juara akhirnya tercipta pada menit ke-112. Gelandang jangkar Rodri mengirimkan umpan silang akurat dari sisi tengah lapangan ke area kotak penalti Argentina. Nico Williams yang bergerak bebas dari sisi blind spot lini pertahanan menyambut bola dengan tembakan first-time keras ke tiang dekat tanpa mampu dibendung penjaga gawang. Gol tersebut membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk keunggulan Spanyol dan memicu gemuruh suporter di stadion.

Argentina mencoba menekan secara sporadis di sisa waktu babak tambahan, tetapi barisan pertahanan Spanyol tampil solid hingga peluit akhir dibunyikan, sekaligus memupus ambisi sang juara bertahan untuk mempertahankan gelar di tanah Amerika Serikat.

Analisis Statistik dan Tinjauan Pasca-Laga

Data akhir pertandingan mencerminkan dominasi efektif La Roja sepanjang 120 menit laga berjalan. Spanyol unggul mutlak dalam aspek penguasaan bola dengan catatan 58 persen berbanding 42 persen milik Argentina. Skuad asuhan De la Fuente juga lebih agresif menciptakan peluang dengan melepaskan 16 percobaan tembakan, di mana 7 shots on target berhasil mengancam gawang Argentina. Sebaliknya, Argentina mencatatkan 11 percobaan dengan 4 shots on target yang mayoritas dihasilkan melalui skema transisi cepat.

"Kami telah mengerahkan seluruh kemampuan terbaik kami di atas lapangan. Pertandingan berjalan sangat ketat dan ditentukan oleh detail kecil pada menit-menit akhir. Para pemain telah berjuang luar biasa, dan kami harus menerima hasil ini dengan kepala tegak," ungkap pelatih Argentina, Lionel Scaloni, usai laga.

Kemenangan tipis 2-1 ini memastikan Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah, sementara para pemain Argentina harus menelan pil pahit kekalahan di partai puncak setelah pertempuran sengit yang menguras emosi di Stadion New York New Jersey.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User