Drama 120 Menit di Lusail Stadium

Skor akhir yang tercatat pada malam bersejarah itu adalah Argentina 3 - 3 Prancis, dengan La Albiceleste akhirnya keluar sebagai juara usai memenangkan adu penalti dengan skor 4-2. Sebuah laga final P...

Oct 05, 2026 - 04:21
0 0
Drama 120 Menit di Lusail Stadium

Skor akhir yang tercatat pada malam bersejarah itu adalah Argentina 3 - 3 Prancis, dengan La Albiceleste akhirnya keluar sebagai juara usai memenangkan adu penalti dengan skor 4-2. Sebuah laga final Piala Dunia 2022 yang akan terukir abadi dalam sejarah sepak bola dunia, berlangsung selama 120 menit penuh tekanan, taktik, dan gol-gol yang silih berganti di Lusail Stadium, Qatar.

Suasana tegang sudah terasa sejak peluit awal dibunyikan. Kedua tim tampil dengan ambisi yang sama besar, namun dengan pendekatan yang berbeda. Argentina yang di bawah asuhan Lionel Scaloni memilih formasi 4-3-3, sedangkan Prancis yang dilatih Didier Deschamps mengandalkan formasi 4-2-3-1. Dari starting XI yang diturunkan, publik sudah dapat menebak bahwa laga ini akan berpusat kepada dua kapten yang luar biasa, yaitu Lionel Messi dan Kylian Mbappé.

Babak Pertama: Argentina Mengendalikan Ritme

Menit ke-23, tensi pertandingan memuncak. Setelah terjadi kontak di dalam kotak penalti Prancis, wasit langsung memanggil VAR untuk melakukan pengecekan. Hasilnya, titik putih diberikan untuk Argentina! Menit ke-23, Lionel Messi dengan tenang mengambil eksekusi penalti tersebut dan berhasil menaklukkan kiper Hugo Lloris. Gol tersebut membuat Argentina unggul 1-0 dan sekaligus menjadi gol pertama sang kapten di laga final Piala Dunia.

Unggul satu gol, Argentina tidak lantas bertahan. Mereka justru semakin meningkatkan intensitas serangan. Melalui penguasaan bola yang dominan, La Albiceleste berhasil menekan lini tengah Prancis. Penguasaan bola pada babak pertama tercatat 59% untuk Argentina berbanding 41% milik Prancis. Selain itu, Argentina juga berhasil mencatatkan shots on target sebanyak 5, jauh lebih banyak dibandingkan Prancis yang hanya 2 shots on target di babak pertama.

Menit ke-36, Argentina kembali memperlebar jarak. Berawal dari serangan terorganisir yang dibangun dari lini belakang, bola sampai kepada Ángel Di María yang berada di sisi kiri. Dengan kecepatan dan ketenangan, Di María berhasil melewati bek Prancis lalu melepaskan tendangan yang tidak mampu dijangkau oleh Lloris. Gol tersebut membawa Argentina unggul 2-0 hingga turun minum. Assist untuk gol ini dicatatkan oleh Alexis Mac Allister yang memberikan umpan terobosan yang sangat akurat.

Babak Kedua: Ledakan Mbappé Mengubah Segalanya

Memasuki babak kedua, Prancis jelas tidak ingin menyerah begitu saja. Deschamps melakukan perubahan taktik dengan memasukkan beberapa pemain untuk menambah daya gedor. Hasilnya tidak butuh waktu lama untuk terlihat. Menit ke-80, Prancis mendapatkan hadiah penalti setelah terjadi pelanggaran di dalam kotak. Kylian Mbappé yang maju sebagai eksekutor, tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Tendangannya bersih masuk ke gawang, memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Hanya dua menit berselang, tepatnya menit ke-81, Prancis kembali mengguncang Argentina. Berawal dari umpan matang di dalam kotak, Mbappé berhasil menyambutnya dengan sebuah tendangan voli yang terarah. Tanpa ampun, bola bersarang ke dalam jala. Dalam waktu 2 menit, Mbappé berhasil mencetak dua gol secara beruntun dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Sorak sorai pendukung Prancis pun meledak, sedangkan tensi di kubu Argentina mencapai puncaknya.

Statistik babak kedua menunjukkan perubahan dominasi yang drastis. Penguasaan bola menjadi lebih imbang, yakni 51% untuk Prancis dan 49% untuk Argentina. Namun, efektivitas Prancis sangatlah mematikan. Mereka hanya membutuhkan 3 shots on target untuk berhasil membalikkan keadaan dan mencetak 2 gol. Sementara itu, Argentina yang sempat menurun ritme, hanya mampu mencatatkan 2 shots on target di babak kedua reguler.

Perpanjangan Waktu: Duel Sengit Hingga Akhir

Skor 2-2 bertahan hingga peluit akhir babak kedua, memaksa pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu 2x15 menit. Kedua tim terlihat kelelahan, namun semangat juang keduanya tidak surut sedikitpun. Tekanan terus diberikan dari kedua belah pihak, disertai dengan kewaspadaan tinggi terhadap serangan balik.

Menit ke-108, Argentina kembali mendapatkan angin segar. Melalui sebuah serangan balik yang cepat dan terarah, Lionel Messi berhasil menyambut umpan di dalam kotak dan melepaskan tendangan yang menggetarkan jala Prancis. Gol tersebut membuat Argentina kembali unggul 3-2. Stadion Lusail pun bergemuruh, namun laga ini masih belum usai.

Tak mau kalah, Prancis terus menggempur pertahanan Argentina hingga menit-menit akhir. Usaha mereka membuahkan hasil di menit ke-118. Setelah mendapatkan tendangan bebas di dekat kotak penalti, bola sempat mengenai tangan pemain Argentina dan kembali berbuah penalti untuk Les Bleus. Kylian Mbappé dengan dingin menjadi eksekutor untuk yang ketiga kalinya. Ia berhasil mencetak gol, melengkapi hat-trick-nya di laga final dan kembali menyamakan skor menjadi 3-3. Hingga peluit akhir perpanjangan waktu, skor tersebut tidak berubah.

Adu Penalti: Takdir Menentukan Juara

Drama pun berlanjut menuju adu penalti. Kedua tim menampilkan eksekutor terbaik mereka di bawah tekanan luar biasa. Argentina tampil sempurna, dengan 4 eksekutor yang seluruhnya berhasil menjebol gawang Lloris. Sementara itu, Prancis hanya mampu mencetak 2 gol dari 4 tendangan mereka. Dengan demikian, Argentina keluar sebagai pemenang adu penalti 4-2, sekaligus mengangkat trofi Piala Dunia untuk yang ketiga kalinya dalam sejarah mereka.

Secara keseluruhan, laga ini menjadi salah satu final terhebat yang pernah tercatat. Shots on target secara total berada di angka Argentina 10 - 8 Prancis. Untuk penguasaan bola secara kumulatif, Argentina unggul tipis dengan 54% berbanding 46%. Wasit juga harus mengeluarkan kartu kuning kepada beberapa pemain dari kedua kubu akibat intensitas permainan yang sangat tinggi, namun beruntung tidak ada kartu merah yang dikeluarkan sepanjang laga. Beberapa kali pula terdeteksi situasi offside yang diperiksa melalui VAR, namun tidak mengubah jalannya pertandingan secara signifikan.

Dengan kerja keras, taktik yang tepat di momen-momen krusial, serta mental juang yang tak tergoyahkan, Argentina berhasil menutup turnamen dengan clean sheet tidak mereka raih di laga ini, namun dengan gelar juara yang telah lama dinantikan. Sementara itu, performa luar biasa dari Kylian Mbappé dengan hat-trick di final akan selalu dikenang sebagai salah satu penampilan individu terbaik dalam sejarah Piala Dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User