Drama 120 Menit di Final Piala Dunia

Skor akhir Spanyol 2 - 1 Argentina. Setelah 120 menit yang penuh tekanan, La Roja berhasil mengangkat trofi Piala Dunia 2026 di East Rutherford, N.J., berkat pertahanan kokoh yang dipimpin oleh Aymeri...

Oct 04, 2026 - 17:15
0 0
Drama 120 Menit di Final Piala Dunia

Skor akhir Spanyol 2 - 1 Argentina. Setelah 120 menit yang penuh tekanan, La Roja berhasil mengangkat trofi Piala Dunia 2026 di East Rutherford, N.J., berkat pertahanan kokoh yang dipimpin oleh Aymeric Laporte serta ketajaman lini serang mereka. Pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu final terketat dalam dekade terakhir, dengan kedua tim saling bergantian menekan tanpa memberikan ruang sedikitpun.

Menit ke-0, wasit meniup peluit pembuka. Kedua tim langsung menampilkan taktik yang berlawanan. Argentina yang mengusung formasi 4-3-3 memilih untuk menekan tinggi, sedangkan Spanyol dengan formasi 4-2-3-1 lebih memilih untuk bermain sabar dengan membangun serangan dari lini belakang. Hal ini langsung terlihat dari penguasaan bola di awal laga, dimana Spanyol berhasil menguasai 64% bola berbanding 36% milik Argentina pada 15 menit pertama.

Babak Pertama: Pertarungan Taktis yang Sengit

Menit ke-23, Argentina hampir membuka keunggulan. Melalui serangan balik cepat, winger mereka berhasil menusuk sisi kanan pertahanan Spanyol. Tendangan keras yang dilepaskan dari luar kotak penalti sempat mengarah ke pojok gawang, namun kiper Spanyol dengan sigap menepisnya. Ini menjadi salah satu dari 4 shots on target yang berhasil diciptakan Argentina di babak pertama.

Menit ke-35, giliran Spanyol yang membalas. Berawal dari umpan terobosan yang cerdik, penyerang Spanyol berhasil lolos dari jebakan offside dan melepaskan tendangan mendatar ke tiang jauh. Sayangnya, bola masih bisa diblok oleh bek Argentina. Tekanan terus berlanjut hingga jeda babak pertama dengan skor masih kacamata, 0 - 0.

Statistik babak pertama menunjukkan dominasi Spanyol secara angka. Mereka mencatatkan penguasaan bola sebesar 68%, 7 shots on target dan 5 tendangan sudut. Sementara itu, Argentina hanya mampu mencatatkan 32% penguasaan bola, 4 shots on target serta 2 tendangan sudut. Meskipun begitu, solidnya lini pertahanan Argentina membuat Spanyol kesulitan untuk benar-benar menjebol gawang lawan.

Babak Kedua: Ledakan Gol dan Ketegangan Memuncak

Menit ke-51, momen yang ditunggu akhirnya tiba. Melalui skema serangan terorganisir, gelandang Spanyol berhasil memberikan assist matang kepada penyerangnya yang berada di dalam kotak penalti. Tanpa buang waktu, bola langsung disarangkan ke dalam gawang untuk membawa Spanyol unggul 1 - 0. Stadion pun bergemuruh, namun euforia ini tidak bertahan lama.

Menit ke-67, Argentina membalas dengan cepat. Berawal dari kesalahan distribusi bola di lini tengah Spanyol, mereka melakukan serangan balik kilat. Umpan silang presisi berhasil disambut oleh striker Argentina dengan sundulan akurat, menaklukkan kiper Spanyol dan merubah skor menjadi 1 - 1. Gol ini sontak menghidupkan kembali semangat tim Tango yang sempat terlihat kelelahan.

Tekanan semakin meningkat setelah gol penyama kedudukan. Menit ke-78, wasit sempat menghentikan permainan untuk memeriksa insiden melalui VAR terkait dugaan pelanggaran di dalam kotak penalti Argentina. Setelah melalui pengecekan yang cukup lama, keputusan akhir adalah tidak ada penalti yang diberikan. Kedua tim terus saling menyerang hingga peluit akhir babak kedua berbunyi, memaksa pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu dengan skor 1 - 1.

Perpanjangan Waktu: Laporte Jadi Benteng Penentu

Menit ke-95, babak tambahan dimulai. Kelelahan jelas terlihat di wajah kedua tim, namun intensitas permainan tidak sedikitpun menurun. Spanyol kembali mengambil inisiatif serangan, namun Argentina justru berusaha memanfaatkan ruang kosong dengan serangan balik. Di sinilah peran Aymeric Laporte benar-benar bersinar.

Beroperasi sebagai bek tengah dalam starting XI Spanyol, Laporte menunjukkan performa defensif yang nyaris sempurna. Ia berhasil mematahkan hampir seluruh umpan terobosan Argentina, melakukan intersepsi krusial, serta memenangkan duel udara secara konsisten. Menit ke-107, ia bahkan hampir mencetak gol melalui sundulan dari tendangan sudut, namun bola masih melambung tipis di atas mistar gawang.

Menit ke-113, momen penentu akhirnya datang. Setelah berhasil merebut bola di lini tengah, Spanyol melancarkan serangan terstruktur. Gelandang mereka kembali menunjukkan visi bermain yang luar biasa dengan memberikan assist kedua di laga ini kepada rekan setimnya yang berada di dalam kotak penalti. Dengan tenang, sang penyerang melepaskan tendangan terarah yang tidak mampu dijangkau kiper Argentina, membawa Spanyol unggul 2 - 1.

Argentina berusaha mati-matian untuk menyamakan kedudukan di sisa waktu. Namun, benteng pertahanan Spanyol yang dikomandoi Laporte tetap kokoh. Berkat kerja keras seluruh tim, Spanyol berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Hal ini memastikan clean sheet tidak tercipta bagi kedua kiper, namun Spanyol keluar sebagai juara dengan skor akhir 2 - 1.

Statistik Laga Secara Keseluruhan

Jika ditilik secara angka, Spanyol memang layak meraih kemenangan. Mereka mendominasi penguasaan bola dengan 67% berbanding 33% milik Argentina. Dari sisi serangan, Spanyol mencatatkan 15 shots on target dari total 23 percobaan, sementara Argentina mencatatkan 8 shots on target dari 14 percobaan. Kedua tim sama-sama mendapatkan 6 tendangan sudut, namun Spanyol jauh lebih efektif dalam memanfaatkan peluang yang mereka ciptakan.

Dalam hal kedisiplinan, wasit harus mengeluarkan 2 kartu kuning untuk Argentina dan 1 kartu kuning untuk Spanyol sepanjang 120 menit pertandingan. Tidak ada kartu merah yang dikeluarkan, meski tensi laga sempat memanas di beberapa momen. Keputusan melalui VAR sendiri hanya terjadi satu kali dan berjalan dengan lancar tanpa menimbulkan kontroversi besar.

"Kami tahu ini akan menjadi laga yang sangat sulit. Argentina adalah tim dengan mental juara, namun anak-anak saya hari ini menunjukkan determinasi yang luar biasa. Pertahanan kami, khususnya Laporte, benar-benar menjadi fondasi kemenangan ini."

Performa gemilang Aymeric Laporte menjadi sorotan utama usai laga. Selain kontribusinya dalam menjaga lini belakang, kehadirannya memberikan stabilitas bagi seluruh tim untuk menjalankan taktik yang telah direncanakan. Kombinasi antara pengalaman, fisik yang dominan, serta pembacaan permainan yang tajam, membuatnya layak disebut sebagai salah satu pilar terpenting dalam perjalanan Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia 2026. Dengan kemenangan ini, Spanyol tidak hanya membawa pulang trofi, namun juga meninggalkan kenangan indah akan final yang penuh drama, statistik mengesankan, dan perjuangan tiada henti hingga menit terakhir!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User