Drama 120 Menit Bawa Indonesia Juara ASEAN Cup 2026

Skor akhir 3-2 setelah 120 menit pertandingan sengit! Timnas Indonesia resmi mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (5/10/2026), setelah laga final ya...

Oct 08, 2026 - 10:41
0 0
Drama 120 Menit Bawa Indonesia Juara ASEAN Cup 2026

Skor akhir 3-2 setelah 120 menit pertandingan sengit! Timnas Indonesia resmi mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (5/10/2026), setelah laga final yang baru diputuskan di babak tambahan waktu. Pelatih kepala John Herdman mengakhiri laga dengan senyum lebar di bibirnya, sementara puluhan ribu suporter yang memadahi tribune SUGBK meledak dalam euforia.

Babak Pertama: Jual Beli Serangan di Tengah Tekanan Tuan Rumah

Indonesia turun dengan formasi 4-2-3-1 yang agresif, mengandalkan pressing tinggi sejak menit awal untuk memutus distribusi lawan. Menit ke-14, peluang emas pertama lahir ketika umpan silang dari sisi kanan berhasil diteruskan ke kotak penalti, namun sundulan kepala masih membentur mistar. Penguasaan bola di 45 menit pertama berpihak tipis kepada tuan rumah dengan angka 54 persen berbanding 46 persen, sementara total peluang tercipta relatif seimbang dengan masing-masing tim mencatatkan lima tembakan.

Menit ke-31, Indonesia akhirnya membuka keunggulan. Gelandang nomor delapan menerima bola di tepi kotak penalti, lalu melepaskan umpan terobosan satu sentuhan yang memotong dua bek lawan. Striker andalan menyambutnya dengan sepakan kaki kiri melengkung ke sudut kiri bawah gawang. Penjaga gawang sempat terbang menebak arah bola, tetapi tidak cukup cepat. Skor 1-0 untuk Indonesia. Asist itu sendiri tercatat sebagai assist ketiga pemain tersebut sepanjang turnamen.

Babak pertama ditutup dengan kartu kuning pertama setelah tekel keras dari lini tengah lawan mengenai bet kaki playmaker Indonesia di menit ke-40. Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum, dengan catatan shots on target Indonesia: 3 berbanding 2 milik lawan.

Babak Kedua: Comeback Lawan dan Drama VAR

Strategi babak kedua langsung berubah begitu peluit wasit ditiupkan. Menit ke-52, lawan menyamakan kedudukan lewat skema tendangan sudut pendek. Umpan datar ke tiang dekat ditendang first-time ke gawang, dan kedudukan berubah menjadi 1-1. Tiga menit kemudian, gol bunuh diri bek tengah Indonesia membuat suasana stadion hening sejenak — skor berbalik 1-2.

Pelatih John Herdman merespons dengan pergantian strategi: dua winger diganti oleh penyerang bertipe box-to-box, formasi beralih ke 4-3-3 dengan full-back yang lebih berani naik. Menit ke-67, VAR ikut andil dalam memanasnya laga. Wasit utama diajak meninjau layar karena dugaan handball di kotak penalti lawan; setelah tayangan ulang menunjukkan bola mengenai lengan yang posisinya natural, keputusan tetap adalah tendangan sudut. Keputusan VAR itu menuai protes dari bangku cadangan lawan dan berujung kartu kuning kedua sepanjang laga.

Indonesia terus menekan. Menit ke-74, sundulan kepala bek tengam dari situasi sepak pojok membentur tiang. Menit ke-83, tendangan bebas langsung dari jarak 22 meter melayang tipis di atas mistar. Statistik menunjukkan penguasaan bola Indonesia naik ke 58 persen pada menit-menit akhir, dengan total shots on target mencapai 8 sementara lawan hanya 4. Momentum sepenuhnya berpihak pada tuan rumah.

Kelegaan akhirnya tiba di menit ke-89. Umpan silang rendah dari sisi kiri diteruskan dengan tumit oleh penyerang sayap, dan gelandang serang menyelesaikannya dengan voli kaki kanan dari jarak dekat. Meriam stadion meledak: skor 2-2. Tidak ada gol tambahan hingga peluit panjang waktu normal berbunyi, dan laga pun dilanjutkan ke extra time.

120 Menit: Gol Penentu di Babak Tambahan

Babak tambahan berlangsung dengan ritme lebih lambat, namun intensitas duel fisik meningkat drastis. Menit ke-102, Indonesia sempat mendapat dua peluang beruntun yang berhasil diamankan kiper lawan, termasuk penyelamatan refleks di menit ke-104 ke gawang terbuka. Sebuah gol terlanjur dianulir karena offside tercatat pada penyerang yang berdiri setengah badan di depan bek terakhir.

Lalu, momen penentu datang pada menit ke-114. Kapten tim mengambil alih eksekusi lepas dari tekanan pressing lawan, membawa bola 25 meter, lalu melepaskan umpan terukur ke kotak penalti. Striker yang belum mencetak gol sepanjang laga menyambutnya dengan tembakan melengkung ke pojok kanan atas. Skor akhir 3-2 untuk Indonesia. Satu gol tambahan tercipta pada menit ke-118, namun dianulir karena offside, sebelum akhirnya pertandingan ditutup setelah masa injury time babak kedua.

Statistik pertandingan mencatat penguasaan bola akhir 57 persen untuk Indonesia, 43 persen untuk lawan. Total tembakan Indonesia mencapai 19 dengan 9 di antaranya on target, sementara lawan mencatat 11 tembakan dan 4 shots on target. Tiga kartu kuning tercatat sepanjang laga — dua untuk Indonesia, satu untuk lawan — dan tidak ada kartu merah. Jumlah offside Indonesia: 3, lawan: 5.

Herdman dan Sejarah Baru Sepak Bola Asia Tenggara

Bagi John Herdman, trofi ini menandai babak baru dalam kariernya sebagai taktikus di panggung internasional. Keputusannya mengganti formasi di menit ke-60 terbukti tepat: dua dari tiga gol Indonesia tercipta setelah pergantian taktikal tersebut. Rotasi pemain di extra time juga menjaga kebugaran lini depan, terlihat dari rata-rata sprint pemain Indonesia yang tetap di angka tinggi hingga menit ke-115.

Kemenangan ini sekaligus menutup turnamen dengan rekor bersih bagi tim pelatih dalam hal manajemen fisik: dari total delapan pertandingan, Indonesia mencatat rata-rata penguasaan bola 54 persen dan clean sheet pada enam laga sebelum final. Final di SUGBK sendiri menjadi puncak perjalanan yang menegaskan tren positif permainan kolektif, transisi cepat, dan disiplin pertahanan yang konsisten sejak fase grup.

Ketika wasit meniupkan peluit panjang, para pemain berlutut di lapangan hijau sebelum berlari ke tribune memanggil suporter. Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 akhirnya berlabuh di Jakarta, menutup partai final yang butuh 120 menit penuh drama untuk memastikan sang juara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User