Dortmund Bungkam PSG 1-0, Mbappe Gagal Bersinar di Signal Iduna
Signal Iduna Park bergemuruh setelah Borussia Dortmund menuntaskan laga leg pertama semifinal Liga Champions 2023/2024 dengan kemenangan penting 1-0 atas Paris Saint-Germain pada Rabu (1/5/2024) malam...
Signal Iduna Park bergemuruh setelah Borussia Dortmund menuntaskan laga leg pertama semifinal Liga Champions 2023/2024 dengan kemenangan penting 1-0 atas Paris Saint-Germain pada Rabu (1/5/2024) malam. Gol tunggal striker Niclas Füllkrug di babak pertama menjadi penentu, sementara mega bintang PSG, Kylian Mbappé, justru melempem dan gagal mencatatkan namanya di papan skor. Kemenangan ini memberi Dortmund modal berharga untuk lawatan ke Paris pekan depan, meski segalanya masih terbuka lebar.
Dortmund tampil dengan formasi 4-2-3-1 andalan Edin Terzić. Füllkrug dipercaya sebagai ujung tombak, didukung trio Jadon Sancho, Julian Brandt, dan Karim Adeyemi di lini serang. Sementara PSG asuhan Luis Enrique menurunkan 4-3-3 ofensif dengan Mbappé di sisi kiri, Ousmane Dembélé di kanan, dan Gonçalo Ramos sebagai penyerang tengah. Sejak peluit awal, Dortmund langsung mengambil inisiatif serangan dengan pressing tinggi yang membuat PSG kesulitan mengembangkan permainan.
Babak Pertama: Gol Füllkrug dan Tembok Pertahanan Dortmund
Permainan cepat Dortmund hampir membuahkan hasil pada menit ke-14 saat tendangan jarak jauh Marcel Sabitzer masih bisa ditepis Gianluigi Donnarumma. Beberapa saat kemudian, wasit mengeluarkan kartu kuning untuk Fabian Ruiz akibat pelanggaran keras kepada Sancho. Namun, publik tuan rumah akhirnya bersorak pada menit ke-36. Berawal dari umpan silang mendatar Jadon Sancho dari sisi kanan, Niclas Füllkrug dengan cerdik mengecoh Lucas Hernández dan melepaskan tembakan kaki kiri yang tak mampu dijangkau Donnarumma. Skor menjadi 1-0, assist cemerlang dari Sancho yang tampil impresif sepanjang pertandingan. Hingga turun minum, Dortmund mempertahankan keunggulan dengan disiplin. Statistik babak pertama menunjukkan penguasaan bola tipis milik PSG 52% berbanding 48%, namun Dortmund lebih efektif dengan 4 tembakan tepat sasaran dari 7 percobaan, sedangkan PSG hanya mencatat 1 shot on target dari 6 tembakan. Duet Mats Hummels dan Nico Schlotterbeck tampil kokoh meredam pergerakan Ramos dan Mbappé.
Babak Kedua: Gempuran PSG dan Keberuntungan Dortmund
Memasuki babak kedua, PSG meningkatkan intensitas serangan. Luis Enrique memasukkan Randal Kolo Muani menggantikan Ramos untuk menambah daya gedor. Hasilnya, pada menit ke-52, Kylian Mbappé nyaris menyamakan kedudukan. Menerima umpan terobosan Vitinha, Mbappé melewati Kobel namun sudut tembakannya mengecil dan bola hanya membentur tiang gawang. Dortmund merespons dengan serangan balik cepat lewat Sancho dan Adeyemi, namun Donnarumma melakukan beberapa penyelamatan krusial. Tekanan PSG semakin menjadi pada menit ke-81 saat tendangan spektakuler Vitinha dari luar kotak penalti membentur mistar gawang Kobel. Terzić merespons dengan memasukkan Marco Reus dan Felix Nmecha untuk menggantikan Brandt dan Sabitzer, memperkuat lini tengah sekaligus meredam tekanan. Di kubu PSG, Marco Asensio masuk menggantikan Fabian Ruiz untuk menambah kreativitas. Hingga peluit akhir, PSG terus menggempur, tetapi keberuntungan dan ketangguhan lini belakang Dortmund—ditambah penyelamatan gemilang Kobel—membuat skor 1-0 bertahan.
Sepanjang 90 menit, PSG mencatat 57% penguasaan bola dan melepaskan 14 tembakan dengan 4 tepat sasaran. Dortmund hanya memiliki 43% penguasaan bola, namun 12 tembakan mereka juga menghasilkan 4 shots on target. Nilai expected goal (xG) menunjukkan PSG 1,12 dan Dortmund 0,89, menegaskan bahwa kemenangan tuan rumah lebih banyak ditentukan oleh efisiensi dan sedikit faktor keberuntungan.
Mbappe Mati Kutu, Pujian untuk Sancho dan Kobel
Sorotan utama tertuju pada Kylian Mbappé yang tampil jauh di bawah standar. Penyerang asal Prancis itu hanya melepaskan 3 tembakan sepanjang laga, dengan hanya 1 tepat sasaran, dan hanya mencatatkan 2 dribel sukses dari 7 percobaan. Statistik sentuhannya di kotak penalti juga minim, hanya 4 kali. Sebaliknya, Jadon Sancho menjadi bintang lapangan. Selain assist, ia mencatatkan 8 dribel sukses (terbanyak oleh seorang pemain dalam laga semifinal UCL sejak Lionel Messi pada 2015), menciptakan 4 peluang, dan menjadi ancaman konstan bagi pertahanan PSG. Kiper Gregor Kobel juga mencatat clean sheet penting dengan 4 penyelamatan krusial, termasuk menepis tembakan Dembélé di menit 70.
"Kami bermain dengan hati dan disiplin luar biasa. Sancho menunjukkan kualitasnya malam ini. Tapi ini baru setengah perjalanan; kami harus tampil sama tangguhnya di Paris," ujar Edin Terzić dalam konferensi pers usai laga.
Sementara itu, Luis Enrique tetap optimis:
"Kami memiliki banyak peluang, namun kurang beruntung. Di Paris, dengan dukungan penuh suporter, kami akan membalikkan keadaan. Mbappé akan bangkit," katanya.
Kedua tim akan kembali bertemu pada leg kedua di Parc des Princes, Selasa (7/5/2024). Dortmund hanya butuh hasil imbang untuk melaju ke final, sementara PSG wajib menang minimal dua gol tanpa balas jika ingin mengamankan tiket ke Wembley. Dengan kemenangan ini, Dortmund membuka asa untuk mengulangi perjalanan emas mereka seperti saat mencapai final pada 2013 lalu.
Comments (0)