Donnarumma Tinggalkan Lapangan Usai City Tekuk Everton di Pekan ke-35
Skor akhir 2-1 untuk Manchester City atas Everton pada pekan ke-35 Premier League, Selasa (05/05/2026) dini hari WIB, diwarnai momen yang menarik perhatian publik: Gianluigi Donnarumma meninggalkan la...
Skor akhir 2-1 untuk Manchester City atas Everton pada pekan ke-35 Premier League, Selasa (05/05/2026) dini hari WIB, diwarnai momen yang menarik perhatian publik: Gianluigi Donnarumma meninggalkan lapangan begitu wasit meniup peluit panjang. Kiper utama City itu tidak larut dalam selebrasi kemenangan bersama rekan-rekannya, memilih langsung menuju terowongan pemain dengan ekspresi yang sulit dibaca.
Laga berjalan keras sejak menit awal. City tampil dengan formasi 4-3-3, mendikte tempo lewat penguasaan bola yang menyentuh angka 62 persen sepanjang 90 menit. Everton merespons dengan blok 4-5-1 yang rapat, mengandalkan transisi cepat. Statistik mencatat City melepaskan 8 shots on target dari total 19 percobaan, sementara Everton hanya mencatat 3 tembakan tepat sasaran dari 7 upaya.
Babak Pertama: City Dominan, Everton Menyergap
Menit ke-14, City membuka keunggulan lewat serangan yang dibangun dari lini tengah. Sebuah umpan terobosan di ruang antara bek tengah dan bek sayap kanan diselesaikan dengan dingin oleh penyerang utama City ke sudut jauh gawang. 1-0 untuk tuan rumah. Var sempat meninjau potensi offside, namun keputusan tetap mengesahkan gol tersebut.
Everton tidak tinggal diam. Pada menit ke-31, mereka menyamakan kedudukan melalui skema bola mati. Tendangan sudut diarahkan ke tiang depan, lalu disundul ke dalam gawang setelah sebuah kemelut di kotak penalti. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Donnarumma tercatat melakukan dua penyelamatan penting di paruh pertama, termasuk satu refleks cepat menghalau tembakan jarak dekat pada menit ke-43.
Pelatih City dalam konferensi pers pasca laga menyebut timnya kehilangan kontrol di 15 menit terakhir babak pertama. “Kami membiarkan mereka masuk ke permainan. Penguasaan bola bagus, tetapi kami terlalu sering kehilangan bola di sepertiga akhir,” ujarnya.
Babak Kedua: Perubahan Taktik dan Gol Penentu
Memasuki babak kedua, City mengubah pendekatan. Lini tengah didorong lebih tinggi, dengan satu gelandang bertahan ditugaskan memotong serangan balik Everton. Hasilnya terlihat pada statistik: City mencatat penguasaan bola 66 persen di paruh kedua dan memaksa Everton hanya melepaskan dua tembakan tanpa satu pun tepat sasaran.
Gol penentu lahir pada menit ke-72. Sebuah aksi individu di sisi kiri pertahanan Everton diakhiri dengan umpan silang rendah yang disambut oleh gelandang box-to-box City. Tembakan first-time-nya menghujam gawang dan mengubah skor menjadi 2-1. Assist itu menjadi yang kelima bagi pemain tersebut di Premier League musim ini, menegaskan perannya sebagai motor serangan dari lini kedua.
Everton berusaha merespons dengan memasukkan dua pemain ofensif pada menit ke-78 dan ke-83. Namun, rapatnya lini belakang City membuat upaya mereka kandas. Kartu kuning dikeluarkan untuk dua pemain Everton di fase akhir laga akibat pelanggaran taktis menghentikan serangan balik.
Donnarumma dan Sorotan Pasca Laga
Di bawah mistar, Donnarumma mencatat clean sheet parsial sejak menit ke-31 hingga peluit akhir, dengan total tiga penyelamatan. Meski tampil solid, ia menjadi pusat perhatian karena langsung meninggalkan lapangan tanpa bergabung dalam selebrasi. Sejumlah pengamat menilai gestur itu sebagai bentuk kekecewaan atas performa pertahanan tim yang kembali kebobolan dari situasi bola mati.
Rekor pertemuan City melawan Everton musim ini pun tetap tak tersentuh. Dari dua pertemuan, City mengemas enam poin dengan agregat gol 4-2. Kemenangan ini menjaga momentum mereka di papan atas klasemen, sementara Everton masih tertahan di papan tengah dengan koleksi 44 poin dari 35 laga.
“Kami menang, itu yang penting. Tapi kami tahu masih ada hal yang harus dibenahi, terutama konsistensi bertahan di 20 menit terakhir setiap babak,” ujar pelatih City menutup sesi konferensi pers.
Dengan tiga laga tersisa, City masih memiliki jalan untuk mengamankan posisi puncak. Namun sorotan terhadap Donnarumma dan soliditas lini belakang akan menjadi bahan evaluasi penting sebelum pekan ke-36 bergulir. Everton, di sisi lain, harus segera menemukan kembali ketajaman lini depan jika ingin menutup musim dengan posisi yang lebih baik.
Comments (0)