Dokter Anak Ingatkan Gangguan Belajar Bisa Hambat Prestasi Siswa Cerdas

Fenomena siswa yang tampak cerdas dan kritis dalam percakapan sehari-hari namun kerap memperoleh nilai akademik jeblok kerap memicu salah paham di lingkung

Sep 15, 2026 - 17:15
0 0
Dokter Anak Ingatkan Gangguan Belajar Bisa Hambat Prestasi Siswa Cerdas

Fenomena siswa yang tampak cerdas dan kritis dalam percakapan sehari-hari namun kerap memperoleh nilai akademik jeblok kerap memicu salah paham di lingkungan keluarga maupun sekolah. Dokter spesialis anak subspesialis tumbuh kembang pediatri sosial konsultan, dr. Farid Agung Rahmadi, Sp.A(K), menegaskan bahwa ketimpangan antara kapasitas intelektual dan performa ujian tersebut sering kali bukan disebabkan oleh faktor kemalasan, melainkan indikasi kuat adanya gangguan belajar spesifik (specific learning disorder).

Kondisi ini memerlukan asesmen klinis komprehensif agar anak tidak telanjur menerima label negatif yang berdampak buruk pada kesehatan mental serta perkembangan emosionalnya dalam jangka panjang.

Tahapan Identifikasi dan Kronologi Perkembangan Gangguan Belajar

Deteksi dini gangguan belajar umumnya mengikuti pola kronologis seiring meningkatnya kompleksitas tuntutan akademis anak. Para pakar tumbuh kembang memetakan fase kemunculan gejalanya sebagai berikut:

  1. Fase Prasekolah (Usia 3–5 Tahun): Anak menunjukkan kesulitan dalam pengenalan rima kata, artikulasi bunyi bahasa, atau pemahaman konsep dasar spasial dan urutan angka sederhana meskipun kemampuan verbal percakapan umumnya berkembang baik.
  2. Fase Pendidikan Dasar Awal (Usia 6–8 Tahun): Terjadi jurang performa yang nyata saat anak mulai belajar membaca secara formal, mengeja, atau berhitung. Anak kerap menukar huruf serupa seperti 'b' dan 'd', lambat memproses instruksi tertulis, serta mudah lelah saat diminta menyelesaikan tugas tulis.
  3. Fase Akademik Lanjutan (Usia 9 Tahun ke Atas): Nilai rapor mulai anjlok signifikan pada mata pelajaran berbasis teks panjang atau matematika logis. Pada titik ini, anak rentan mengalami penurunan rasa percaya diri, kecemasan akademis, hingga penolakan untuk bersekolah.
"Banyak orang tua mengira anaknya malas belajar atau kurang fokus, padahal otak mereka memproses informasi dengan cara yang berbeda. Jika potensi intelektualnya tinggi tetapi hasil akademiknya anjlok, kita harus mengevaluasi kemungkinan adanya disleksia, diskalkulia, atau gangguan penyerta lainnya," ujar dr. Farid.

Klasifikasi Gangguan dan Tantangan Pemrosesan Informasi

Secara klinis, gangguan belajar spesifik berkaitan dengan gangguan neurologis minor dalam pemrosesan input sensori dan informasi verbal maupun numerik. Tiga bentuk utama yang paling sering ditemui meliputi:

  • Disleksia: Kesulitan mengenali kata secara akurat, mengeja, dan menguraikan kode bahasa tertulis.
  • Disgrafia: Hambatan motorik halus dan koordinasi visual-motorik yang menyebabkan tulisan tangan sulit terbaca serta kesulitan menyusun kalimat terstruktur.
  • Diskalkulia: Kesulitan mendasar dalam memahami konsep angka, manipulasi simbol matematika, serta estimasi waktu dan kuantitas.

Selain gangguan spesifik tersebut, defisit pemusatan perhatian (ADHD) juga sering muncul sebagai komorbiditas yang memperparah capaian belajar di ruang kelas konvensional.

Rekomendasi Intervensi Multidisiplin

Penanganan kasus ini menuntut kolaborasi erat antara dokter spesialis anak, psikolog pendidikan, sekolah, dan orang tua. Langkah awal dilakukan melalui tes neuropsikologi dan evaluasi fungsi eksekutif guna memetakan kekuatan serta kelemahan kognitif anak secara detail.

Sekolah diharapkan mampu menyediakan akomodasi pembelajaran, seperti alokasi waktu ujian yang lebih fleksibel, metode pengajaran multisensori, serta penggunaan media visual. Dengan intervensi yang tepat sejak dini, anak dengan gangguan belajar spesifik tetap memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan potensi akademis dan mencapai prestasi gemilang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User