Diogo Costa Ukir Rekor, Portugal Menang Adu Penalti atas Slovenia
Skor akhir 0-0 setelah 120 menit yang melelahkan, tetapi Frankfurt Arena menyaksikan salah satu malam paling dramatis di Euro 2024: Portugal meloloskan diri ke perempat final usai menang 3-0 dalam adu...
Skor akhir 0-0 setelah 120 menit yang melelahkan, tetapi Frankfurt Arena menyaksikan salah satu malam paling dramatis di Euro 2024: Portugal meloloskan diri ke perempat final usai menang 3-0 dalam adu penalti atas Slovenia, dan nama Diogo Costa menjadi headline utama. Kiper 24 tahun itu menggagalkan tiga tendangan penalti secara beruntun, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah babak tos-tosan Piala Eropa.
Sejak peluit awal pada Senin (1/7/2024) waktu setempat, Portugal yang turun dengan formasi 4-3-3 langsung mengambil inisiatif. Roberto Martínez memasang starting XI terbaiknya: Diogo Costa di bawah mistar, duet Pepe dan Rúben Dias di jantung pertahanan, serta trisula Cristiano Ronaldo, Rafael Leão, dan Bernardo Silva di lini depan. Slovenia menjawab dengan formasi 4-4-2 disiplin khas Matjaž Kek, mengandalkan Jan Oblak sebagai tembok terakhir.
Babak Pertama: Dominasi Tanpa Gol
Portugal menguasai jalannya laga dengan penguasaan bola mencapai 65 persen, tetapi rapatnya blok pertahanan Slovenia membuat peluang bersih sulit tercipta. Menit ke-34, Ronaldo melepaskan tendangan bebas melengkung yang hanya melayang tipis di atas mistar Oblak. Statistik paruh pertama mencatat Seleção melepaskan 8 tembakan dengan 3 shots on target, sementara Slovenia hanya mampu 2 percobaan tanpa satu pun mengarah ke gawang. Kartu kuning pertama keluar di babak ini setelah gelandang Slovenia melanggar Vitinha di tengah lapangan, dan skor kacamata bertahan hingga jeda.
Babak Kedua dan Drama Perpanjangan Waktu
Tempo meningkat setelah turun minum. Menit ke-55, tendangan bebas Ronaldo kembali mengancam, kali ini masih bisa ditepis Oblak. Slovenia sesekali menggigit lewat serangan balik Benjamin Šeško, namun barisan belakang Portugal tampil solid. Hingga 90 menit berakhir, papan skor tak berubah: 0-0, dan laga dilanjutkan ke extra time.
Di sinilah drama sesungguhnya dimulai. Menit ke-103, wasit menunjuk titik putih setelah Diogo Jota dijatuhkan di kotak terlarang — keputusan yang sempat dicek VAR. Ronaldo maju sebagai eksekutor pada menit ke-105, tetapi Oblak membaca arah bola dengan sempurna dan menepisnya. Sang kapten tak kuasa menahan air mata. Petaka nyaris datang pada menit ke-115 ketika Pepe terpeleset dan Šeško tinggal berhadapan satu lawan satu — Diogo Costa keluar dari sarangnya dan memblok tembakan itu dengan kakinya. Penyelamatan yang mengubah segalanya.
Adu Penalti: Malam Sempurna Diogo Costa
Babak tos-tosan menjadi panggung tunggal sang kiper. Eksekutor pertama Slovenia, Josip Iličić, di blok Costa. Ronaldo menebus dosanya dengan mencetak gol pembuka. Giliran Jure Balkovec melangkah — lagi-lagi Costa membaca arah tendangan dan menepisnya. Bruno Fernandes menambah keunggulan. Lalu Benjamin Verbič menjadi korban ketiga: tiga penalti Slovenia, tiga penyelamatan. Bernardo Silva menutupnya dengan eksekusi dingin, dan Portugal menang 3-0.
Statistik akhir mencerminkan betapa ketatnya laga ini: Portugal mencatat 20 tembakan dengan 6 shots on target, Slovenia 10 percobaan dan 2 tepat sasaran. Namun angka paling bersejarah milik Diogo Costa — kiper pertama yang menggagalkan tiga penalti dalam satu babak adu penalti Piala Eropa, sekaligus mencatatkan clean sheet sempurna di tos-tosan.
"Diogo adalah kiper kelas dunia. Malam ini dia menunjukkan mentalitas dan kualitasnya kepada semua orang," puji Roberto Martínez usai laga.
Rekor dan Jalan Menuju Perempat Final
Kemenangan ini membawa Portugal ke perempat final Euro 2024 dan memperpanjang tradisi kuat mereka di babak adu penalti sejak Euro 2016. Bagi Diogo Costa, malam di Frankfurt ini bukan sekadar tiga penyelamatan — ini adalah pernyataan bahwa ia layak disebut salah satu penjaga gawang terbaik dunia saat ini. Dua clean sheet beruntun di fase gugur kini menjadi modal berharga Seleção. Slovenia pulang dengan kepala tegak setelah 120 menit perlawanan heroik, tetapi sejarah hanya mencatat satu nama: Diogo Costa, sang pahlawan dari titik putih.
Comments (0)